Loading...

Detail Bisnis

Kolaborasi Tenun Tradisional Daerah NTT dan Kain Perca

Nama Bisnis : Kolaborasi Tenun Tradisional Daerah NTT dan Kain Perca

Kategori Usaha : Industri Kreatif, Seni, dan Budaya

Tahapan Usaha : Tahapan Bertumbuh

Merek/ Nama Produk : Your Cloths

Nama Komunitas : Padu Padan Tenun, Sanggar Tenun Mbolaso, Sanggar Molas Bali Belo

NIB : 2509240020056

Tahun NIB : 2024


Nama Institusi : Universitas Nusa Cendana

Platform Penjualan : Facebook, Instagram, WhatsApp, Market Place dan Website

Akun Media Sosial : your.cloths_mnj

Situs Bisnis : https://sites.google.com/view/nunifu/beranda

Lokasi Bisnis : Jl. Mawar No.9, Kota Raja, Kota Kupang, NTT

Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/ccBBY12rnEjk7Af66


Latar Belakang : Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal sebagai wilayah kepulauan yang sangat kaya akan budaya tradisional, di mana keberagaman etnis dan suku menghasilkan berbagai warisan budaya, termasuk karya tekstil tradisional seperti kain tenun. Tenun NTT yang kaya akan motif dan filosofi memiliki nilai estetika yang tinggi dan menjadi identitas yang kuat bagi masyarakat, serta masih lestari dan digunakan dalam kegiatan adat maupun sehari-hari di tengah modernisasi yang terus berkembang. Melihat peluang yang begitu besar ini, pada tahun sebelumnya kelompok usaha "Your Clothes" memulai Kolaborasi Tenun Tradisional Nusa Tenggara Timur dan Kain Perca menjadi Produk Fashion sebagai bentuk usaha tahap awal di bawah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Selain mengangkat tenun daerah sebagai ide pokok, kelompok juga memanfaatkan kain perca sebagai bahan baku utama untuk membantu mengurangi limbah tekstil di Kota Kupang. Usaha ini berhasil berjalan dengan baik, mendapatkan dukungan positif, dan lolos hingga Expo Nasional di Kota Kendari, membuktikan bahwa potensi bisnis berbasis kearifan lokal mampu tumbuh, berkembang, dan bersaing. Melihat peluang yang semakin besar dan tingginya minat terhadap produk, terutama setelah mengikuti Expo Nasional, kelompok berkomitmen untuk kembali mengikuti P2MW tahun ini dengan mengusung perkembangan usaha ke tahap bertumbuh. Inovasi utama yang dilakukan pada tahap ini mencakup diversifikasi produk yang lebih beragam dan respons terhadap isu sampah plastik yang meningkat di Kota Kupang. Oleh sebab itu, sejak Februari 2025 kelompok mulai bekerja sama dengan pengrajin anyaman untuk menjadikan olahan anyaman sebagai pengganti plastik pembungkus produk, memanfaatkan anyaman yang memiliki nilai budaya kuat untuk menghasilkan produk fungsional dan ramah lingkungan. Selain itu, kelompok berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperluas skala pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan lebih banyak pengrajin dari berbagai daerah di NTT, serta berupaya menjalin jejaring dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Melalui usaha ini, diharapkan dapat berkontribusi terhadap pembangunan kewirausahaan mahasiswa yang inovatif, berkarakter, dan berdampak nyata bagi masyarakat dan pelestarian budaya, serta menjadi model usaha kreatif berbasis budaya yang dapat direplikasi di daerah lain.

Deskripsi Usaha : Usaha "Your Clothes" yang telah berhasil menjalankan ide bisnis awal berupa kolaborasi kain tenun tradisional NTT dan kain perca sebagai produk fashion ramah lingkungan, kini melanjutkan usahanya ke tahap bertumbuh1. Tujuan mulia (Noble Purpose) dalam tahap ini adalah untuk memperluas dampak sosial dan budaya melalui pemberdayaan dan pelestarian budaya, dengan melibatkan lebih banyak pengrajin tenun dari berbagai daerah di NTT untuk memperkuat identitas budaya lokal dan membuka peluang yang merata2. Selain itu, kelompok ini bertujuan untuk meningkatkan inovasi produk ramah lingkungan (Sustainability Expansion) sebagai respons atas tingginya produksi sampah di Kota Kupang, di mana sampah rumah tangga adalah penyumbang terbesar dan $15\%$ di antaranya adalah sampah tekstil3. Untuk itu, selain mengolah kain perca, kelompok mulai berinovasi mengganti plastik pembungkus produk dengan bahan anyaman hasil kerajinan lokal sejak Februari 20254. Tujuan lainnya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui kolaborasi (Scaling Up) dengan meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk, serta membangun kemitraan dengan komunitas pengrajin, pelaku UMKM, industri lokal, hingga menjajaki kerja sama dengan DUDI, Dekranasda Provinsi, Cititex, Sanggar Tenun Mbolaso, dan Dinas Koperasi Provinsi untuk memperluas jangkauan pasar dan membuka lapangan pekerjaan5. Terakhir, usaha ini ingin menjadi Model Usaha Mahasiswa Berbasis Budaya yang Replikatif (Katalisator Inovatif), menjadi contoh nyata bahwa bisnis berbasis kearifan lokal dan prinsip keberlanjutan dapat tumbuh dan bersaing, serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain.

Penutup : Usaha "Your Clothes" yang telah dibangun sejak tahun lalu telah berkembang melampaui sekadar ruang pembelajaran dan implementasi bagi mahasiswa, menjadi kontribusi nyata dalam pelestarian budaya lokal dan pengurangan limbah tekstil melalui produk yang dihasilkan. Dengan semangat yang sama, kelompok ini kini melangkah ke tahap yang lebih maju untuk mengembangkan usaha menjadi lebih inovatif dan berkelanjutan, sambil tetap mempertahankan identitas kelompok yang fleksibel dan terbuka dalam mengutamakan kepentingan konsumen. Melalui kolaborasi antara kain tenun khas Nusa Tenggara Timur, kain perca, serta pengemasan berbasis anyaman lokal, kelompok berkeinginan untuk menghadirkan produk fashion yang tidak hanya bernilai estetis tetapi juga bermakna sosial dan lingkungan. Dukungan dari P2MW, Universitas, Dosen Pembimbing, Mitra Kerja, dan berbagai pihak telah memberikan ruang bagi usaha ini untuk terus bertumbuh dan memiliki mimpi yang lebih besar. Kelompok percaya bahwa dengan komitmen yang kuat, inovasi berkelanjutan, dan kerja sama erat dengan masyarakat lokal, usaha ini dapat menjadi contoh wirausaha kreatif berbasis budaya yang mampu menjawab tantangan zaman dan membuka peluang di masa depan. Harapannya, langkah ini dapat memberikan inspirasi dan manfaat yang luas, baik bagi lingkungan sekitar maupun pembangunan kewirausahaan, khususnya di kalangan generasi muda.