Loading...

Detail Bisnis

THULLABUNNESIA Aplikasi Belajar Agama Islam Melalui Pendekatan...

Nama Bisnis : THULLABUNNESIA Aplikasi Belajar Agama Islam Melalui Pendekatan Berbasis Gamifikasi

Kategori Usaha : Bisnis Digital

Tahapan Usaha : Tahapan Awal

Merek/ Nama Produk : THULLABUNNESIA

Nama Komunitas :

NIB : 0306250050097

Tahun NIB : 2025


Nama Institusi : Universitas Negeri Surabaya

Platform Penjualan : https://thullabunnesia.com/

Akun Media Sosial : @thullabunnesia

Situs Bisnis : https://thullabunnesia.com/

Lokasi Bisnis : Jl. Semampir Selatan 90 RT. 05 RW. 07, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo

Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/GjfCnsBuDJi3kXT87


Latar Belakang : Dimaklumi secara luas, Islam adalah agama yang dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia. Dengan demikian, Islam sebenarnya berpeluang besar dalam mempengaruhi tata hidup kemasyarakatan dan kebangsaan di tanah air (Islam, 2012) Pendidikan islam harus memiliki peran aktif dalam mempertahankan generasi bangsa yang memiliki moral dan etika dan berpegang teguh dalam ajaran islam tentunya. Sehingga, Pendidikan agama Islam sangat bermanfaat bagi pengembangan akhlak dan perilaku yang baik dalam kerangka agama Islam (Daryanto & Ernawati, 2024) Umumnya, manusia mempelajari ilmu agama Islam melalui pendidikan formal di lembaga seperti sekolah atau madrasah hingga tingkat perkuliahan. Namun, terkadang ilmu-ilmu tersebut kurang tersampaikan ataupun masih banyak informasi yang belum diketahui oleh generasi Z walaupun telah mengikuti sekolah tersebut karena penyampaian ilmu agama yang memiliki kesan ketinggalan zaman, sehingga perlu adanya media agar generasi Z dapat menjangkau informasi-informasi tersebut (Mizar et al., 2024). Di tengah era globalisasi dan perkembangan teknologi yang cepat, pendidikan Agama Islam menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan dan efektif, yakni dengan mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan Agama Islam. Meskipun ada inisiatif untuk memasukkan teknologi dalam pendidikan Agama Islam, masih ada kesenjangan yang signifikan dalam implementasinya (Jamil, 2020). Pada kenyataannya masih banyak lembaga yang menyajikan materi dalam metode tradisonal, yang mengakibatkan minimnya ketertarikan perhatian peserta didik. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan Agama Islam. Hal ini dilakukan dengan menjaga nilai-nilai agama dan hakikat pembelajaran agama, sambil memanfaatkan teknologi untuk membuat pembelajaran agama lebih interaktif, menarik, dan relevan bagi generasi muda. Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar dalam dunia pendidikan termasuk dalam pengembangan metode belajar yang menarik dan inovatif. Sementara itu, penggunaan perangkat mobile, seperti smartphone dan tablet, semakin meluas di berbagai lapisan masyarakat. Perangkat-perangkat ini menawarkan potensi besar untuk menyediakan akses ke informasi dan pendidikan secara lebih mudah dan terjangkau. Namun, belum banyak aplikasi mobile yang didesain secara khusus untuk membantu meningkatkan literasi digital, terutama di kalangan masyarakat yang membutuhkan akses dan pendidikan tersebut. Dalam konteks ini, pengembangan aplikasi mobile untuk pendidikan literasi digital menjadi sebuah inisiatif yang penting dan relevan. Melalui aplikasi mobile, pendidikan literasi digital dapat disampaikan secara interaktif, menyenangkan, dan dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan akses (Cahyadi et al., 2024). Aplikasi Mobile menjadi salah satu pendekatan paling populer saat ini dengan menyediakan fitur fitur yang mendukung pengalaman belajar yang lebih menyenangkan terutama bagi generasi muda yang telah familiar dengan pendekatan teknologi dan permainan digital. Dengan ini penggunaan Aplikasi Mobile sebagai sarana pembelajaran mampu meningkatkan motivasi belajar dan juga sebagai wujud dari integrasi pendidikan ke di era perkembangan teknologi. Tidak menutup mata teknologi sekarang semakin berkembang sesuai dengan kemajuan zaman, smartphone menjadi alat teknologi yang sangat banyak diminati individu dalam setiap perkembangannya (Hutami et al., 2023). Generasi Z adalah keturunan dari generasi sebelumnya yang lahir antara tahun 1995 dan 2010 (Bencsik, Jubasz, Hortvatb-Csikos,2016). Anak-anak di generasi ini lebih lincah dari generasi sebelumnya, yang ingin terus mencari tantangan baru. Sehingga Aplikasi Mobile THULLABUNNESIA tidak hanya hadir untuk memenuhi kebutuhan spritual Generasi Z, tetapi juga menjawab keinginan mereka untuk belajar secara fleksibel, mandiri, dan sesuai dengan gaya hidup digital yang mereka jalani sehari-hari.

Deskripsi Usaha : Thullabunnesia adalah aplikasi pembelajaran agama Islam berbasis gamifikasi yang dikembangkan oleh tim mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Aplikasi ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar Islam yang menyenangkan, interaktif, dan relevan dengan gaya hidup digital generasi muda, khususnya Generasi Z. Berangkat dari rendahnya minat pelajar terhadap pembelajaran agama yang disampaikan secara konvensional, Thullabunnesia menghadirkan solusi edukatif melalui fitur-fitur digital seperti Thullab Insight (materi Akhlak, Fiqh, dan Tajwid), Thullab Adventure (game kuis interaktif bertingkat), dan Thullab Do’a (koleksi doa harian). Pendekatan gamifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar sekaligus memperkuat pemahaman spiritual pengguna. Aplikasi ini dapat diakses melalui website http://thullabunnesia.com dan tersedia dalam format .apk untuk perangkat Android. Thullabunnesia mengusung konsep “Learn Islam in Fun Way”, yang memadukan pendidikan moral dan teknologi digital. Dalam pengembangannya, Thullabunnesia telah divalidasi oleh ahli di bidang media pembelajaran dan start-up digital, serta diuji coba melalui program Showcase Problem-Solution Fit bersama lembaga mitra pendidikan seperti MTs Al-Fath Ponpes Al-Kamil Surabaya dan Himpunan Mahasiswa Manajemen Pendidikan UNESA. Dari sisi bisnis, Thullabunnesia termasuk kategori usaha digital (edutech) dengan model pendapatan berbasis freemium dan in-app purchase, serta dukungan iklan edukatif. Strategi pemasaran dilakukan melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, WhatsApp Bisnis, dan LinkedIn, dengan pendekatan komunitas dan kolaborasi bersama institusi pendidikan serta start-up keagamaan. Visi jangka panjang Thullabunnesia adalah menjadi platform pembelajaran Islam digital terdepan di Indonesia, dan dalam jangka panjang bertransformasi menjadi Global Islamic EdTech Platform yang mengintegrasikan pembelajaran Islam dengan teknologi seperti AI dan Augmented Reality (AR).

Penutup : THULLABUNNESIA merupakan aplikasi mobile edukatif berbasis gamifikasi yang dirancang untuk memperkenalkan pembelajaran agama Islam secara menyenangkan, ringkas, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda. Berangkat dari permasalahan yang umum dihadapi oleh pelajar saat ini seperti keterbatasan waktu, kurangnya media pembelajaran Islam yang menarik, serta kejenuhan terhadap metode konvensional THULLABUNNESIA hadir membawa pendekatan yang segar melalui sistem level, kuis, dan user feedback yang disajikan dengan visual menarik. Tidak seperti aplikasi sejenis yang hanya menampilkan materi agama dalam bentuk teks atau ceramah, THULLABUNNESIA berinovasi dengan menyusun materi akhlak, fiqh, dan tajwid secara bertahap, disesuaikan dengan capaian belajar pengguna, serta dilengkapi tantangan di setiap tahap untuk meningkatkan motivasi belajar. Dengan konsep gamifikasi yang sederhana namun aplikatif, THULLABUNNESIA mampu menjawab kebutuhan akan media belajar Islam yang tidak monoton dan tetap mudah dipahami. Analisis pasar THULLABUNNESIA dilakukan secara menyeluruh menggunakan pendekatan Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) serta didukung oleh data akurat untuk memperkuat strategi pengembangan aplikasi. Selain itu, dilakukan pula perhitungan terhadap Total Available Market (TAM), Serviceable Available Market (SAM), dan Serviceable Obtainable Market (SOM) guna memetakan potensi pasar secara realistis dan terukur. Aplikasi ini direncanakan memperoleh sumber pendapatan dari sistem in-app purchase serta penyediaan ruang iklan (advertisement) dari mitra yang relevan. Tim pengembang THULLABUNNESIA terdiri dari lima individu yang memiliki latar belakang di bidang teknologi, pendidikan, keuangan, dan manajemen pemasaran. Dengan struktur organisasi yang jelas dan pengalaman masing-masing anggota dalam organisasi dan proyek digital, tim ini diyakini mampu menjalankan operasional aplikasi secara profesional dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil uji coba melalui penyebaran angket kepada 100 responden yang termasuk dalam kelompok sasaran utama, THULLABUNNESIA memperoleh tanggapan sangat positif dengan nilai sebesar 97%. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi ini diterima dengan baik oleh pengguna potensial dan memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan lebih luas. THULLABUNNESIA diharapkan dapat menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi oleh pelajar Muslim di era modern, seperti terbatasnya akses ke pembelajaran agama yang praktis dan kekinian, kurangnya media dakwah yang dapat diakses kapan saja melalui gawai, serta minimnya variasi game edukatif bertema Islam. Dalam jangka panjang, aplikasi ini tidak hanya ditujukan sebagai media pembelajaran, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pelestarian nilai-nilai keislaman dan penguatan karakter generasi muda secara digital.