Nama Bisnis : SarwoMendho Circular Economy dalam Peternakan Domba dan Kambing Melalui Pemanfaatan Limbah Menjadi Pupuk Organik dan Pakan Jangkrik
Kategori Usaha : Budidaya
Tahapan Usaha : Tahapan Bertumbuh
Merek/ Nama Produk : SarwoMendho
Nama Komunitas : Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI)
NIB : 2205250046295
Tahun NIB : 2025
Nama Institusi : Universitas Tidar
Platform Penjualan : https://youtube.com/@aswatalita?si=nSWRXokxhGhVui9m, https://www.instagram.com/sarwomendho15?igsh=MXFmNng1em5pbTBlcw==, https://www.tiktok.com/@sarwomendho15_?_t=ZS-905yTnovE5i&_r=1, https://www.facebook.com/share/1EQp175sPo/, +6287802472657
Akun Media Sosial : @sarwomendho15
Situs Bisnis :
Lokasi Bisnis : RT 2 RW 1 Plesan, Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah
Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/2Mk2Wbw2Bi4maF927?g_st=aw
Latar Belakang : Peternakan domba dan kambing merupakan salah satu jenis usaha yang memiliki prospek unggul dan berkelanjutan. Dalam beternak terdapat dua jenis program utama yang dapat dijalankan yaitu fattening (penggemukan) dan breeding (pembibitan) (Ralibi, 2016). Program penggemukan domba dan kambing merupakan kegiatan pemeliharaan bakalan hingga mencapai bobot tertentu, sedangkan pembibitan merupakan kegiatan untuk mendapatkan peranakan dengan genetik unggul. Oleh karena itu, keuntungan program penggemukan dipengaruhi oleh bobot akhir hewan, sedangkan keuntungan yang diperoleh dari program pembibitan dipengaruhi oleh kualitas bibit yang dihasilkan. Keberhasilan kegiatan peternakan sangat dipengaruhi oleh manajemen pakan dengan persentase 60-70% dari total biaya produksi (Hudori dkk., 2022). Mengingat tingginya biaya pakan, penting untuk menjalankan upaya yang dapat mengurangi biaya produksi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengimplementasikan circular economy, dalam peternakan. circular economy merupakan pendekatan ekonomi yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya secara efisien dengan pengolahan limbah yang bertujuan meningkatkan nilai ekonomi dan mengurangi dampak lingkungan (Fadilah dan Fahreza, 2023) pendapat tersebut sependapat dengan riset dosen pembimbing kami Nurlina dkk (2024) yang menyebutkan bahwa penerapan circular economy dapat meningkatkan kesejahteraan serta menjaga lingkungan. Namun, kebanyakan peternak domba dan kambing di daerah Sukoharjo masih menjalankan usaha peternakan tradisional, tanpa adanya manajemen yang baik terhadap pemeliharaan domba dan kambing maupun manajemen pengolahan limbah agar tidak merusak lingkungan. Hal tersebut yang melatarbelakangi berdirinya peternakan SarwoMendho. Dengan penerapan circular economy, peternakan SarwoMendho mempunyai tiga produk yaitu domba dan kambing sebagai produk utama serta jangkrik dan pupuk organik sebagai byproduct.
Deskripsi Usaha : Peternakan SarwoMendho merupakan peternakan domba dan kambing yang berdiri pada tahun 2019 termasuk dalam usaha mikro dengan nomer NIB 2205250046295, berlokasi di Plesan RT 02 RW 01, Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah. Pada awal didirikan Peternakan SarwoMendho hanya memiliki 4 ekor domba dan 4 ekor kambing sehingga belum mampu untuk menerapkan circular economy, pada tahun 2023 SarwoMendho menerapkan peternakan berbasis circular economy dengan populasi domba dan kambing 26 ekor dan terus mengalami peningkatan hingga saat ini terdapat 50 ekor domba dan kambing. Pembeli hasil peternakan SarwoMendho ini meliputi pedagang maupun konsumen akhir yang berasal dari lokal daerah, antar kota hingga antar provinsi. Berdasarkan data Google Trends selama tahun 2024, minat terhadap topik terkait domba dan kambing mengalami peningkatan yang stabil sepanjang periode, dengan puncak signifikan pada bulan Juni. Lewat data tersebut peternakan SarwoMendho menjadi lebih berpotensi untuk semakin bertumbuh dan berkelanjutan. Peternakan SarwoMendho ini merupakan usaha yang masuk dalam kategori bertumbuh dan terus berbenah dalam rangka meningkatkan pendapatan dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Pemasaran dilakukan secara online maupun offline. SarwoMendho didirikan untuk menerapkan prinsip circular economy dengan memanfaatkan limbah kotoran dan sisa pakan. Kotoran domba dan kambing diolah menjadi pupuk organik yang dimanfaatkan sebagai pupuk untuk lahan hijauan pakan. Sedangkan limbah sisa pakan dimanfaatkan sebagai pakan jangkrik. Berkat penerapan circular economy tersebut, SarwoMendho dapat mengurangi biaya pakan sebesar 75 % dan mampu menambah jumlah domba dan kambing hingga 50 ekor pada tahun 2024. Seiring bertambahnya populasi domba dan kambing, limbah kotoran dan sisa pakan juga meningkat. Hal tersebut mengakibatkan hasil olahan pupuk organik dan sisa pakan yang tidak termakan oleh domba juga semakin banyak. Namun hal ini justru mendatangkan peluang baru yaitu adanya jalinan Kerjasama dengan Dinas Pertanian Sukoharjo dalam hal penyediaan pupuk organik. Kotoran domba yang diolah menjadi pupuk organik tidak hanya mendatangkan pendapatan tambahan, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan. Selain itu, pakan yang tidak termakan oleh domba dan kambing di manfaatkan sebagai pakan jangkrik. Hasil dari budidaya jangkrik ini dipasarkan ke Pengepul jangkrik dan toko oleh oleh yang menjual produk berbahan dasar jangkrik di Gunung Kidul, Yogyakarta. Pendapatan yang diperoleh dari penjualan jangkrik dan limbah kotoran ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan penghasilan Peternakan SarwoMendho, dengan peningkatan sebesar 2,46%.
Penutup : Peternakan SarwoMendho merupakan wujud nyata penerapan konsep circular economy di sektor peternakan rakyat. Melalui inovasi pemanfaatan limbah kotoran dan sisa pakan menjadi pupuk organik serta pakan jangkrik, usaha ini tidak hanya berhasil menekan biaya produksi hingga 75%, tetapi juga mampu meningkatkan jumlah ternak dan pendapatan secara berkelanjutan. Seiring perkembangan usaha dan peningkatan populasi ternak, SarwoMendho terus memperluas kemitraan, salah satunya dengan Dinas Pertanian Sukoharjo dalam penyediaan pupuk organik. Hal ini menunjukkan bahwa peternakan berbasis circular economy tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berdampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Dengan semangat berkelanjutan, inovasi, dan efisiensi sumber daya, SarwoMendho berkomitmen untuk terus tumbuh sebagai model peternakan modern yang produktif, ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi. Harapannya, keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi peternak lain dalam mengembangkan usaha yang berorientasi pada kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan.
