Nama Bisnis : SakareseK Upcycled Uqinue Accecories and Household Appliances Berbahan Sampah Plastik Dengan Pengoptimalan TPST 3R dan Bank Sampah
Kategori Usaha : Industri Kreatif, Seni, dan Budaya
Tahapan Usaha : Tahapan Awal
Merek/ Nama Produk : SakareseK
Nama Komunitas : Komunitas UMKM dan Ekonomi Kreatif pada Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kabupaten dan Kota Malang
NIB : 2907250034619
Tahun NIB : 2025
Nama Institusi : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Malangkucecwara
Platform Penjualan : Shopee, PADI UMKM dan Web
Akun Media Sosial : Instagram dan Tiktok @sakaresek.id
Situs Bisnis : https://linktr.ee/sakaresek.id
Lokasi Bisnis : Jl Raya Dermo No.42, Mulyoagung
Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/D1Tk8gUxZnRyzprB8?g_st=com.google.maps.preview.copy
Latar Belakang : Timbulan sampah di Indonesia pada 314 Kota/Kabupaten menurut data SIPSN (Sistem Informasi Pengolahan Sampah Nasional) mencapai 33.820.687,54 ton per tahun. Sedangkan, 40,2 % atau 13.596.587,77 ton per tahun sampah belum terkola 12% dari sampah nasional atau 64 ton merupakan sampah plastik. Ditambah lagi 12% dari sampah nasional atau 64 ton merupakan sampah plastik. Kita ketahui bersama bahwasanya sampah plastik merupakan jenis sampah yang membutuhkan penguraian yang cukup lama. Pengurain sampah plastik yang cukup lama ini dikarenakan plastik berbahan polimer sintetik yang senyawanya sulit dikenali mikroorganisme baik tanah atau perairan. Pengolahan sampah di Indonesia ini cukup lambat, karena pada tahun 2024 hanya ada 6.430 TPST dan TPA, 850 PDU (Pusat Daur Ulang) dan 27.631 Bank Sampah baik BSU (Bank Sampah Unit) mapupun BSI (Bank Sampah Induk). Salah satu bank sampah yang pernah diadakan penelitian oleh kampus kami STIE Malangkucecwara melalui jurnal ABM Mengabdi Vol. 8 No. 1 “Pengelolaan Bank Sampah Dalam Meningkatkan Perekonomian Keluarga” hanya mampu mengelola 1,2 ton perbulan. Hal ini menandakan bahwasanya haruslah ada pengoptimalan pengelolaan sampah. Kondisi sampah yang sangat banyak dan memprihatinkan ini mendorong kami membangun usaha yang bergerak dalam penegolahan daur ulang sampah plastik. Pengolahan sampah plastik kami kemas dengan mengkolaborasikan kategori industry kreatif seni dan budaya. Industri kreatif, seni dan budaya sengaja kami pilih sebagai kaktegori usaha kami karena, kami dapat merubah bentuk sampah plastik ini sebagai barang yang digunakan sehari hari. Adanya pengolahan ini kami harapkan dapat mengolah sampah khsusunya sampah plastik secara inovatif, berdampak dan berkelanjutan.
Deskripsi Usaha : Usaha kategori industry kreatif, seni dan budaya yang berbasis social entrepreneur atau wirausaha social yang menggunakan wirusaha kami untuk menciptakan perubahan social yang positif yakni dengan mengolah sampah plastik ini kami beri nama SakareseK. SakareseK sendiri kami ambil dari bahasa Jawa yakni “Saka” dan “Resek”. Saka bermakna dari, sedangkan resek bermakna sampah, oleh karena itu, SakareseK bermakna dari sampah. Penggunaan nama ini sejalan dengan tujuan usaha kami yang mengolah sampah menjadi barang yang bisa digunakan sehari-hari dan fashionable. Kami juga memiliki logo usaha yang teirinspirasi dari nama kami sehingga mencantumkan inisial dua huruf yakni S dan K. Logo kami juga memiliki komponen 3 (Tiga) arah yang saling bertemu dan melambangkan 3R yakni Reduce, Reuse dan Recycle atau Mengurangi, Menggunakan kembali dan Mendaur ulang. SakareseK juga bukanlah usaha yang akan berdiri sendiri, melainkan kami juga akan bekerjasama dengan pemerintah dan TPST 3R untuk dapat membangun program yang inovatif, berdampak dan bekelanjutan. Oleh karena itu, produk SakareseK memiliki sebuah visi yang akan kami pergunakan sebagai tujuan dan pedoman dalam menjalankan usaha berbasis social entrepreneur ini. Visi SakareseK adalah “From Trash To Blessing” atau dalam bahasa Indonesia adalah “Dari Sampah Menjadi Berkah”. Visi kami mengajarkan bahwasanya sekotor-kotornya dan se tidak berharganya sampah bias menjadi berkah. Berkah disini bukan hanya tentang keuntungan usaha kami saja, melainkan juga berkah untuk semua orang.
Penutup : Berdasarkan latar belakang, noble purpose, dan perencanaan baik dalam segi konsumen potensial, inovatif produk, pemasaran, sumber daya, kegiatan, penggunaan pendanaan serta keuangan. Produk SakareseK adalah solusi dalam mengolah sampah khusunya sampah plastik. Berbagai program SakareseK juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dalam hal Social Entrepreneur. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan agar dari tangan kecil kami dengan support Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi serta seluruh Stakeholder yang ada dapat memanfaatkan sampah plastik di Indonesia.
