Nama Bisnis : Budidaya Nilam Aceh Pogostemon Cablin Benth
Kategori Usaha : Budidaya
Tahapan Usaha : Tahapan Awal
Merek/ Nama Produk : Nilamara
Nama Komunitas :
NIB : 2105250011629
Tahun NIB : 2025
Nama Institusi : Universitas Malikussaleh
Platform Penjualan : Shopee dan Instagram
Akun Media Sosial : shopee.co.id/fadiayusra2 dan ig: nilamara.official
Situs Bisnis :
Lokasi Bisnis : Dusun Buntul Kemumu,Desa Perlak, Kec.Teripe Jaya, Kab.GayoLues, Provinsi Aceh
Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/YCGaHx5c2XgjxLAA7?g_st=aw
Latar Belakang : “Nilamara” termasuk dalam produksi dan budidaya, karena proses budidaya menghasilkan produk pertanian berupa minyak atsiri dari tanaman nilam. Budidaya tanaman nilam merupakan peluang usaha yang berkembang di Kabupaten Gayo Lues, didukung oleh kondisi agroklimat yang sesuai, ketersediaan lahan, dan pengalaman masyarakat dalam pertanian berkelanjutan. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023, luas panen tanaman nilam di Gayo Lues mencapai 75 hektar dengan produksi sebesar 26 ton dan produktivitas rata-rata 347 kg/ha. Tanaman nilam (Pogostemon patchouli) dikenal sebagai tanaman aromatik dengan ciri khas daun halus dan batang berbentuk segi empat. Daunnya yang telah dikeringkan biasanya disuling untuk menghasilkan minyak nilam, yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Minyak ini banyak dimanfaatkan dalam berbagai industri, seperti kosmetik, parfum, produk sanitasi, hingga obat-obatan. Saat ini, permintaan minyak nilam terus meningkat karena kemampuannya sebagai bahan fixative, yaitu zat yang berfungsi mengikat dan mempertahankan aroma pada produk pewangi, sehingga wanginya lebih tahan lama dan tidak mudah menguap. Tingginya permintaan global terhadap minyak atsiri dari tanaman nilam diperkirakan mencapai antara 800 hingga 1.200 ton per tahun, dan sebagian besar pasokan tersebut berasal dari Indonesia khususnya aceh dan sumatra. Di tengah meningkatnya pasar global ini, usaha budidaya nilam hadir sebagai bentuk mewarnai inovasi ekonomi lokal. Maka dari itu, usaha ini tidak hanya memproduksi minyak nilam untuk memenuhi kebutuhan eksportir, tetapi juga telah mengembangkan produk satuan siap jual dengan brand “Nilamara” Dengan kemasan modern dan kualitas minyak yang terjaga secara mandiri, “Nilamara” hadir sebagai simbol dari semangat wirausaha berbasis kearifan lokal yang terus berupaya meningkatkan mutu dan siap bersaing di pasar global. Usaha ini pada dasarnya masih berorientasi pada kegiatan produksi dan usaha ini juga memiliki potensi produksi minyak sebesar 10 liter dalam sekali panen dan diharapkan kedepannya dengan adanya suntikan dana, usaha ini dapat berkembang ke pasar yang lebih luas,serta dengan pemanfaatan pasar digital yang tanpa batas sehingga siapa pun, di mana pun, dapat dengan mudah mengakses dan membeli produk ini.
Deskripsi Usaha : Nilamara merupakan usaha yang berfokus pada kegiatan budidaya serta pengolahan tanaman nilam (Pogostemon patchouli) menjadi minyak atsiri. Usaha ini memanfaatkan potensi wilayah Gayo Lues yang memiliki kondisi lingkungan cocok untuk tanaman nilam serta didukung oleh pengalaman masyarakat dalam praktik pertanian berkelanjutan. Melalui tahapan budidaya yang sistematis dan proses penyulingan yang dikelola sendiri, Nilamara mampu menghasilkan minyak nilam berkualitas tinggi. Produk yang dihasilkan memiliki beragam manfaat, terutama bagi industri parfum, kosmetik, sanitasi, dan kesehatan. Selain menyediakan minyak sebagai bahan baku, Nilamara juga memasarkan produk olahan siap pakai dengan merek yang sama, dikemas secara modern dengan kualitas terjamin.
Penutup : Usaha ”Nilamara” yang kami ajukan dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) ini telah terlaksana dan menjadi bagian pengembangan budaya wirausaha yang memanfaatkan kekayaan alam indonesia. Dengan tekat dan keyakinan, usaha ini menjadi langkah awal positif dalam merealisasikan proyek pengelolaan dan pemasaran minyak nilam, dan usaha ini berhasil memberikan nilai tambah pada komoditas unggulan daerah dengan mewujudkan brand nilamara yang berkualitas tinggi.
