Nama Bisnis : Needstrawble Inovasi Sedotan Edible Pertama dari Singkong dan Bunga Telang
Kategori Usaha : Industri Kreatif, Seni, dan Budaya
Tahapan Usaha : Tahapan Awal
Merek/ Nama Produk : Needstrawble
Nama Komunitas :
NIB : 1308250020492
Tahun NIB : 2025
Nama Institusi : Universitas Tanjungpura
Platform Penjualan : Shopee, Tokopedia
Akun Media Sosial : @needstrawble.id
Situs Bisnis :
Lokasi Bisnis : Jl. Sambas Barat Gg. IV No. 125.
Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/wUoU5XmZ9kovfLDj7
Latar Belakang : Permasalahan sampah plastik telah menjadi isu global yang mendesak. Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, turut berkontribusi dalam tingginya produksi sampah plastik. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (2023), sampah plastik mencapai angka 18,9% dari total sampah yang dihasilkan, menjadikannya jenis sampah terbanyak kedua setelah sisa makanan (41,1%). Salah satu sumber utama limbah plastik ini adalah sedotan plastik. Menurut Divers Clean Action, Indonesia menghasilkan sedikitnya 93 juta batang sedotan plastik setiap hari (Intan, 2018). Sedotan plastik banyak digunakan dalam industri minuman, termasuk restoran dan khususnya coffee shop yang dalam tiga tahun terakhir jumlahnya meningkat tiga kali lipat dari 1.083 menjadi 2.937 gerai dengan kenaikan sekitar 28% (Wijaya & Rizka, 2021), didorong pula oleh tren pembelian kopi melalui layanan daring seperti Go Food dan Grab Food (Putri, 2023). Di Pontianak, jumlah coffee shop hampir menyentuh angka 800 (Abrori, 2021), hal ini menunjukkan tren konsumsi kopi yang kian meningkat (Trisanti, 2023). Tanpa alternatif ramah lingkungan, lonjakan ini akan memperparah pencemaran dari limbah sedotan plastik. Sebagai solusi untuk mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan sedotan plastik, diperlukan inovasi sedotan ramah lingkungan yang dapat terurai secara alami atau bahkan dapat dikonsumsi. Needstrawble hadir sebagai inovasi sedotan ramah lingkungan pertama yang menggunakan pewarna alami dari bunga telang, sekaligus menawarkan alternatif biodegradable dan aman dikonsumsi berbahan dasar singkong. Singkong dipilih karena kandungan patinya yang tinggi, mencapai 80–90% dari berat basahnya (Salunkhe, 1998), sehingga sangat cocok untuk dibentuk menjadi sedotan alami. Pewarna alami bunga telang yang digunakan diperoleh melalui kemitraan dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, menjadikan Needstrawble bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat setempat melalui kolaborasi produksi dan distribusi berbasis komunitas. Needstrawble saat ini berada pada tahap prototipe dan siap produksi. Fokus usaha ini sedang berada pada validasi dengan fokus pada validasi produk dan riset pasar untuk mengukur potensi penerimaan di kalangan target pasar. Setelah perancangan produk selesai, Needstrawble memulai proses produksi dan langsung menyasar UMKM minuman dan coffee shop. Promosi dilakukan melalui media sosial dan menjalin kemitraan dengan skala lokal maupun nasional. Usaha Needstrawble termasuk ke dalam kategori Industri Kreatif, sesuai dengan klasifikasi yang ditetapkan dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2025, khususnya pada subkategori kuliner inovatif dan produk ramah lingkungan. Produk ini merupakan inovasi dari bahan alami berbasis singkong dan pewarna bunga telang, yang tidak hanya menawarkan fungsi sebagai sedotan, tetapi juga menjadi solusi terhadap permasalahan limbah plastik sekali pakai. Sebagai bagian dari sektor kreatif, Needstrawble memadukan pendekatan zero waste, inovasi pangan, dan prinsip keberlanjutan dalam seluruh rantai nilai usahanya. Inisiatif ini mengedepankan pemberdayaan lokal dengan melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam proses produksi dan distribusi, serta menggandeng komunitas lingkungan binaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai mitra strategis dalam edukasi dan advokasi lingkungan. Melalui model Customer Relationship Management (CRM) berbasis kolaborasi, Needstrawble tidak hanya membangun hubungan jangka panjang dengan pelaku industri Food and Beverages seperti coffee shop, tetapi juga memperkuat ekosistem bisnis yang peduli terhadap keberlanjutan. Pendekatan ini memungkinkan Needstrawble untuk menjadi lebih dari sekadar produk inovatif, melainkan sebagai gerakan sosial dan lingkungan yang menjembatani inovasi, ekonomi lokal, dan kesadaran ekologis masyarakat. Dalam kondisi perkembangannya saat ini, Needstrawble memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi. Proses validasi pasar sedang dilakukan dengan menyasar segmen anak muda, pelaku UMKM industri minuman, dan coffee shop lokal, serta mulai membangun jaringan kerja sama. Produksi dilakukan dalam skala berkelanjutan, sementara promosi mengandalkan kanal digital dan komunitas. Needstrawble saat ini berada pada tahap awal pengembangan dengan pondasi yang kuat dari sisi ide, potensi pasar, dan kemitraan strategis. Meskipun masih dalam fase validasi dan penyempurnaan produk, usaha ini telah menunjukkan respon positif dari segmen pasar sasaran, khususnya anak muda, pelaku UMKM industri minuman, serta pemilik coffee shop lokal yang mulai beralih ke praktik berkelanjutan. Strategi promosi dan distribusi masih mengandalkan kanal digital seperti media sosial dan komunitas, namun terus dikembangkan menuju sistem yang lebih terintegrasi seperti pengembangan sistem pemesanan berbasis website untuk meningkatkan efisiensi dan jangkauan layanan. Jangka waktu yang akan datang Needstrawble tidak hanya akan memperluas kemitraan di wilayah Kalimantan Barat, tetapi juga merencanakan ekspansi pasar ke tingkat nasional. Dengan potensi pertumbuhan industri minuman yang terus meningkat serta kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan yang makin tinggi, usaha ini optimis dapat memperluas jangkauan distribusi dan memperkuat posisi sebagai pionir sedotan ramah lingkungan berbasis pangan lokal di Indonesia. Dalam beberapa tahun ke depan, Needstrawble ditargetkan menjadi solusi alternatif nasional dalam pengurangan limbah plastik sekali pakai. Struktur organisasi Needstrawble dirancang sederhana namun fungsional, terdiri dari beberapa divisi yang saling terintegrasi. Dayang Annisa Safitri sebagai Ketua bertanggung jawab atas pengambilan keputusan strategis dan pengawasan keseluruhan usaha (Profil Dayang). Kemudian, Divisi Produksi dan Research & Development (R&D) dijalankan oleh Febtian Aaron Dinata yang mengelola pembuatan serta pengembangan produk (Profil Febtian). Selanjutnya, Divisi Pemasaran dan Kemitraan dipegang oleh Faiza Aulia dan Risna Nur Shapira yang berfokus pada promosi, branding, serta relasi dengan mitra usaha (Profil Faiza) dan (Profil Risna). Terakhir, Divisi Keuangan dan Administrasi dikelola oleh Nadya Triana Afriza untuk mengelola perencanaan anggaran, laporan keuangan, dan kegiatan administratif lainnya (Profil Nadya). Lokasi operasional Needstrawble berada di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Produksi dilakukan secara mandiri dari rumah produksi salah satu anggota tim pengusul yang berada di kawasan strategis, yaitu Jl. Sambas Barat Gg. IV No. 125. Lokasi ini dipilih karena memudahkan distribusi dan kolaborasi serta memiliki logistik yang memadai untuk proses produksi (https://maps.app.goo.gl/wUoU5XmZ9kovfLDj7).
Deskripsi Usaha : Needstrawble merupakan usaha yang telah mencapai tahap prototipe dan siap produksi dengan fokus pada validasi produk serta riset pasar. Usaha ini termasuk dalam kategori industri kreatif, khususnya subkategori kuliner inovatif dan produk ramah lingkungan, karena menawarkan sedotan berbahan dasar singkong dan bunga telang yang dapat dikonsumsi serta mengusung nilai keberlanjutan dan kearifan lokal. Needstrawble mengusung model usaha online-to-offline (O2O), di mana pemesanan dan promosi dilakukan secara digital, namun pengalaman produk tetap dirasakan langsung oleh konsumen melalui distribusi fisik. Konsumen dapat memesan melalui platform e-commerce terkemuka seperti Shopee, Tokopedia, dan Blibli kemudian produk akan dikirim atau bisa diambil langsung. Dalam jangka panjang, Needstrawble akan mengembangkan sistem pemesanan berbasis website agar lebih terintegrasi dan memperluas jangkauan pasar.
Penutup : Demikian proposal ini disusun oleh tim pengusul dengan penuh komitmen dan itikad baik, sebagai bentuk kesungguhan dalam mengembangkan usaha yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan yang positif. Besar harapan tim pengusul agar proposal ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Bapak/Ibu tim penilai dalam mendukung kelancaran dan keberlanjutan program usaha yang telah dirancang. Tim pengusul memiliki semangat kewirausahaan yang kuat dan motivasi tinggi untuk mengimplementasikan rencana usaha ini secara optimal. Oleh karena itu, tim pengusul sangat berharap diberikan kesempatan untuk bergabung dan berkontribusi dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya untuk tumbuh menjadi wirausaha muda yang adaptif, inovatif, dan berdampak
