Nama Bisnis : Moladambi Eksistensi Budaya melalui Permainan Interaktif Sebagai Pengembangan Industri Kreatif
Kategori Usaha : Industri Kreatif, Seni, dan Budaya
Tahapan Usaha : Tahapan Bertumbuh
Merek/ Nama Produk : MOLADAMBI
Nama Komunitas : Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekrafs)
NIB : 1107240074137
Tahun NIB : 2024
Nama Institusi : Universitas Jambi
Platform Penjualan : Shopee, TiktokShop ( @moladambi.official)
Akun Media Sosial : @moladambi.official
Situs Bisnis : https://linktr.ee/moladambi.official
Lokasi Bisnis : Jln. Dharma Karya II, Perum. Goldland Estate, Rt. 027, Kel. Kenali Asam Bawah, Kec. kota baru, Kota Jambi, kode pos 36128
Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/V9yjZYSR7RQAHt1f6
Latar Belakang : Kemenangan Moladambi sebagai Juara 1 Kategori Industri Kreatif Seni dan Budaya pada KMI Expo 2024 di Kendari menandai pencapaian penting dalam perjalanan pengembangan usaha, mengonfirmasi bahwa upaya pelestarian budaya lokal dengan pendekatan kreatif memiliki nilai yang diakui secara nasional. Moladambi, singkatan dari Monopoli Jelajahi Budaya Jambi, adalah permainan edukatif berbasis board game monopoli yang dirancang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Provinsi Jambi kepada generasi muda. Tujuan permainan edikasi ini adalah untuk mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gawai, Moladambi berfokus pada literasi budaya dan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal melalui interaksi langsung, kerja sama, dan pembelajaran berbasis pengalaman. Produk ini menyajikan informasi budaya Jambi dalam bentuk pion, kartu tantangan, dan elemen permainan yang menyenangkan. Untuk memastikan keberlanjutan dan kelayakan Moladambi, tim kami telah melakukan berbagai validasi pada tahap awal pengembangan 2024, termasuk studi lapangan di Museum Provinsi Jambi, penyebaran kuesioner kepada dosen ahli, serta uji coba di kalangan siswa Sekolah Dasar yang memberikan respons positif. Hasil uji coba tersebut menunjukkan bahwa Moladambi layak dijadikan media pembelajaran tematik budaya lokal. Model permainan monopoli yang diterapkan dalam Moladambi terbukti efektif dalam menumbuhkan karakter cinta tanah air dan praktis digunakan, sesuai dengan temuan dalam penelitian (Pratama et al., 2021) yang menunjukkan bahwa permainan berbasis monopoli dapat meningkatkan pembelajaran budaya secara menyenangkan. Hasil uji pasar dan evaluasi lanjutan menemukan beberapa kekurangan pada permainan Moladambi. Waktu bermain yang terlalu panjang menyebabkan anak-anak kehilangan fokus, sementara materi budaya dalam bentuk teks kurang menarik bagi mereka yang lebih suka konten visual dan audio. Fitur edukatif seperti kartu Si Pintar juga kurang efektif karena anak-anak langsung membuka jawaban tanpa berusaha menjawab. Selain itu, tidak adanya sistem poin atau indikator pemenang membuat hasil permainan terasa menggantung. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun nilai budaya yang disampaikan kuat, format penyampaiannya belum sesuai dengan karakter generasi digital masa kini. Tiga tahap yang dapat dilaksanakan dalam model pembelajaran ini dapat dilaksanakan melalui pra pembelajaran, pelaksanaan, dan pasca pembelajaran sebagai bentuk evaluasi (Bashori, 2023). Kami menyadari bahwa tantangan utama bukanlah rendahnya minat anak terhadap budaya, melainkan cara budaya disampaikan. Generasi sekarang tumbuh dalam lingkungan digital yang cepat dan interaktif, sehingga teknologi harus digunakan untuk menyampaikan nilai budaya dengan pendekatan yang relevan. Berdasarkan hal ini, kami mengembangkan Moladambi menjadi produk hybrid, yaitu perpaduan board game fisik dengan aplikasi digital interaktif (Moladambi App). Aplikasi ini menyediakan pengalaman bermain yang lebih singkat dan terstruktur, dengan fitur durasi, skor, podium pemenang, serta integrasi barcode untuk menampilkan video budaya, visualisasi AR, dan narasi suara. Pada tahap bertumbuh kami perlu menyempurnakan produk, memperkuat infrastruktur digital, memperluas distribusi ke sekolah dan komunitas, serta memperkuat posisi Moladambi di pasar edukasi kreatif. Setelah target pengembangan akhir di tahun 2025, Moladambi diharapkan dapat diproduksi massal dan dipasarkan secara luas pada 2026, sebagai media edukasi budaya yang berdampak, berkelanjutan, dan relevan di era digital.
Deskripsi Usaha : Moladambi lahir dari keprihatinan terhadap ketidakenalan anak-anak dengan budaya lokal di tengah arus globalisasi dan digitalisasi. Kami ingin memperkenalkan budaya Jambi kepada anak-anak melalui permainan edukatif yang menyenangkan, bukan dengan cara ceramah atau hafalan. Mengingat generasi sekarang hidup dalam dunia digital dan visual, kami mengembangkan Moladambi menjadi produk hybrid, menggabungkan board game fisik dengan aplikasi digital, untuk memperkuat cara budaya disampaikan. Tujuan kami sederhana namun mendalam: agar budaya tidak hanya hidup di buku pelajaran, tetapi juga dalam permainan dan cerita sehari-hari anak-anak. Kami ingin teknologi menjadi jembatan untuk membuat budaya lebih mudah diakses, menarik, dan berkesan. Melalui Moladambi, kami harus membantu menciptakan generasi muda yang cerdas teknologi dan peduli terhadap identitas lokal, siap bersaing di dunia yang terus berkembang. Karena kami percaya, bangsa yang kuat adalah bangsa yang tidak hanya hebat dalam inovasi, tetapi juga tidak melupakan dari mana ia berasal.
Penutup : Moladambi merupakan representasi inovasi edukatif yang memadukan kekayaan budaya lokal dengan pendekatan teknologi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Produk ini dirancang bukan hanya sebagai media pembelajaran, melainkan sebagai solusi strategis untuk memperkenalkandan menanamkan nilai-nilai budaya Jambi kepada generasi muda melalui pendekatan yang menarik, interaktif, dan relevan. Memasuki fase pertumbuhan, Moladambi telah berevolusi menjadi produk hybrid menggabungkan permainan papan fisik dengan aplikasi digital interaktif yang mendukung visualisasi budaya dalam bentuk animasi 3D, narasi audio, hingga fitur penilaian skor otomatis. Produk ini tidak hanya menyesuaikan dengan pola pembelajaran anak-anak masa kini, tetapi juga memperluas akses terhadap pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Pengembangan ini didukung oleh tim lintas keahlian yang solid serta jaringan mitra strategis di bidang pendidikan, komunitas budaya, dan pemerintah daerah. Dukungan strategi pemasaran terintegrasi melalui pendekatan 7P Marketing Mix dan Inbound Marketing turut memperkuat daya saing produk dalam memasuki pasar pendidikan dan keluarga, baik secara regional maupun nasional. Melalui proposal ini, kami mengajukan dukungan untuk mendukung transisi Moladambi ke tahap pertumbuhan lanjutan, mencakup peningkatan kapasitas produksi, distribusi yang lebih luas, serta penguatan positioning merek sebagai media edukasi budaya modern. Kami juga menargetkan kolaborasi strategis dengan Dinas Pendidikan untuk integrasi ke dalam kurikulum muatan lokal Kota Jambi. Dengan adanya fasilitasi dalam bentuk pendanaan dan pembinaan pada tahap ini, Moladambi optimis untuk memulai produksi massal pada tahun 2026 dan memperluas distribusi ke pasar domestik secara lebih terstruktur. Selanjutnya, kami menyiapkan langkah-langkah ekspansi skala nasional pada tahun 2027, untuk menjadikan Moladambi sebagai pelopor pembelajaran budaya yang adaptif dan berkelanjutan.
