Loading...

Detail Bisnis

Mesin Produksi Briket Multifungsi PBC 3in1

Nama Bisnis : Mesin Produksi Briket Multifungsi PBC 3in1

Kategori Usaha : Manufaktur dan Teknologi Terapan

Tahapan Usaha : Tahapan Awal

Merek/ Nama Produk : Mesin Briket PBC

Nama Komunitas : Karang Taruna Kolaka - Wirausaha Kolaboratif

NIB : 1609250022952

Tahun NIB : 2025


Nama Institusi : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Platform Penjualan : Masih dalam tahap pembuatan akun Shopee dan Tokopedia

Akun Media Sosial : @mesin_3in1.pbc

Situs Bisnis : Dalam Proses Pembuatan

Lokasi Bisnis : Polenga, Kec. Watubangga

Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/Bdrx9Tq1Gsp6otVN9


Latar Belakang : Peluang bisnis briket arang dengan berbagai jenis di Indonesia sangat besar. Hal ini didorong oleh ketersediaan limbah pertanian yang sangat berlimpah, seperti sekam padi, tempurung kelapa, tongkol jagung, dan serbuk gergaji, yang tersebar di berbagai daerah agraris. Briket merupakan jenis bahan bakar padat yang dicetak dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan, dari bahan biomassa yang mengalami proses pengerasan dengan standar mutu tertentu. Di Indonesia, standar kualitas briket telah diatur dalam SNI 01-6235-2000, yang mencakup aspek ukuran, kadar air, kadar abu, dan nilai kalor. Limbah pertanian menjadi salah satu isu krusial dalam pengelolaan sumber daya alam, terutama di wilayah dengan potensi hasil pertanian tinggi, seperti Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Bombana di Provinsi Sulawesi Tenggara. Berdasarkan data BPS SULTRA Tahun 2022–2023, kedua kabupaten tersebut memiliki luas lahan pohon kelapa yang sangat signifikan, yang berpotensi menghasilkan limbah tempurung kelapa dalam jumlah besar setiap tahunnya. Potensi ini, apabila tidak dimanfaatkan secara produktif, akan menjadi beban lingkungan. Namun, di tengah besarnya potensi bahan baku, proses produksi briket masih menghadapi tantangan serius dalam hal efisiensi dan akses teknologi. Tahapan produksi briket yang mencakup penghancuran bahan baku, pencampuran (blending), dan pencetakan, umumnya membutuhkan tiga mesin terpisah. Hal ini membuat proses produksi menjadi tidak efisien, membutuhkan ruang yang luas, biaya operasional yang tinggi, dan kurang cocok untuk skala UMKM atau wirausaha pemula. Menjawab tantangan tersebut serta melihat peluang usaha yang menjanjikan, kami mahasiswa berkosultasi kepada dosen pendamping untuk diberikan arahan dengan menggunakan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dosen Program Studi Teknik Mesin USN Kolaka tentang produksi briket skala rumah tangga dengan menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa Mesin Produksi Briket Multifungsi PBC 3in1, yang mengintegrasikan tiga fungsi utama yakni: Penghancur, Blending, dan Cetak (PBC) ke dalam satu unit mesin ringkas seperti desain awal. Mesin ini dirancang secara ergonomis, hemat energi, serta mudah dioperasikan dan dirawat, menjadikannya solusi ideal untuk pelaku wirausaha muda, kelompok masyarakat produktif, serta pelaku UMKM di sektor energi alternatif. Dengan melaksanakan usaha ini ke dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) kategori manufaktur dan teknologi terapan dengan judul usaha “Mesin Produksi Briket Multifungsi PBC 3in1” yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia, kami berkomitmen mendorong transformasi inovasi menjadi produk nyata yang memiliki nilai ekonomis, lingkungan, dan sosial yang tinggi. Mesin ini diharapkan menjadi tonggak awal pengembangan kewirausahaan mandiri yang mendukung program transisi energi dan ekonomi sirkular di Indonesia, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Deskripsi Usaha : A. Tujuan Mulia Mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dengan gagasan dan inovasi reka cipta Mesin Produksi Briket Multifungsi 3in1 bukan hanya tentang menciptakan keuntungan, tetapi juga memiliki beberapa tujuan mulia yang berdampak luas bagi kami mahasiswa. Berdasarkan dari Data Kabupaten Bombana Dalam Angka Tahun 2024 untuk 10 tahun terakhir yang memiliki hasil komoditi kopra terbesar di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Kopra terbuat dari daging buah kelapa, limbah dari kelapa tersebut berupa batok yang dengan dijual murah bahkan sering tidak dimanfaatkan, oleh karena itu kami ingin mengedukasi petani kelapa untuk lebih memanfaatkan limbah tersebut menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi. B. Konsumen Potensial Dalam pengembangan usaha Mesin Produksi Briket Multifungsi PBC 3in1, pemetaan pasar dilakukan secara strategis dengan pendekatan Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP) untuk memastikan produk tepat sasaran dan memiliki daya saing kuat di pasar teknologi terapan dan energi alternatif. Untuk penentuan konsumen potensial kami harus lebih spesifik dan fokus pada skala UMKM yang mungkin belum memiliki akses ke mesin industri skala besar yang mahal. Konsumen potensial dari produk ini antara lain: - UMKM dan Industri Rumah Tangga di bidang energi alternatif atau pengolahan limbah biomassa yang membutuhkan alat produksi efisien, multifungsi, dan hemat biaya operasional. - Kelompok Tani dan Wanita Tani, terutama di daerah dengan hasil pertanian dan limbah biomassa tinggi (seperti tempurung kelapa, sekam, tongkol jagung). - Komunitas dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang pemberdayaan energi terbarukan dan ekonomi sirkular. - Pemerintah Desa atau Kelurahan yang memiliki program pengolahan limbah atau penguatan ekonomi lokal berbasis teknologi tepat guna. - Lembaga Pendidikan dan Kewirausahaan, yang membutuhkan alat praktik inovatif untuk pelatihan dan pengembangan bisnis mahasiswa C. Produk Inovasi Produk utama yang dikembangkan dalam usaha ini adalah Mesin Produksi Briket Multifungsi PBC 3in1, sebuah inovasi teknologi tepat guna yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha dan masyarakat dalam mengolah limbah biomassa menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Mesin ini adalah manifestasi konkret dari hilirsasi riset dari Dosen Prodi Teknik Mesin USN Kolaka dalam kegiatan penelitian terapan dan pengembangan teknologi manufaktur, serta pengabdian masyarakat di lingkungan perguruan tinggi, dengan pendekatan rekayasa berbasis kebutuhan lokal (need-based engineering design) yang menjawab kebutuhan mendesak industri briket skala kecil dan menengah khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara. Berawal dari kajian mendalam tentang efisiensi proses dan pemanfaatan limbah biomassa lokal, penelitian tersebut berhasil menciptakan sebuah solusi terintegrasi yang belum ada di pasaran. Inovasi ini didukung oleh HKI dari mesin pencetak briket (Program Kosabangsa) menjadi mesin PBC 3in1 yang menegaskan kebaruan dan keunggulan teknologinya seperti pada gambar 3. Inovasi dan Keunikan Produk: Mesin PBC 3in1 mengintegrasikan tiga fungsi utama dalam satu alat: • Penghancur limbah biomassa seperti tempurung kelapa, tongkol jagung, sekam, dan serbuk kayu. • Blending/pencampur bahan biomassa dengan binder (perekat) agar homogen. • Pencetak briket dengan sistem mekanis-tekanan tinggi sesuai standar dimensi dan kekuatan. Keunikan dan keunggulan inovatif (Unique Selling Points): • 3 (tiga) fungsi utama dalam 1 mesin, sehingga lebih hemat biaya, ruang, dan energi dibanding penggunaan mesin terpisah. • Desain modular yang mudah dibongkar-pasang untuk perawatan atau peningkatan kapasitas. • Menggunakan bahan lokal seperti baja ringan, poros standar SNI, dan komponen lainnya yang tersedia di pasar domestik. • Kapasitas produksi fleksibel, sehingga cocok untuk UMKM dan komunitas. Harga Produk - Untuk harga pemasaran pada mesin manual 3in1 PBC adalah Rp1.500.0000–Rp3.000.000 untuk kapsitas produksi 3-10kg/hari sesuai permintaan customer. - Harga untuk mesin 3in1 PBC yang menggunakan mesin motor penggerak Rp10.000.000–Rp20.000.000 untuk kapasitas 20-30kg/hari sesuai permintaan customer. Strategi Pemasaran Produk Untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan Mesin Produksi Briket Multifungsi PBC 3in1, usaha ini menerapkan strategi pemasaran terpadu yang dirancang untuk membangun kesadaran merek (brand awareness), mendorong keputusan pembelian, serta membangun loyalitas pelanggan, dengan pendekatan berbasis data dan pemanfaatan kanal digital maupun konvensional. D. Sumber Daya Manusia Tim terdiri dari mahasiswa Program Studi Teknik Mesin dengan pembagian tugas yang jelas: • Tim teknis bertanggung jawab atas desain, perakitan, dan kontrol kualitas mesin. • Tim bisnis dan pemasaran fokus pada strategi branding, distribusi, dan layanan pelanggan. • Tim riset dan pengembangan melakukan validasi produk dan pengembangan berkelanjutan.

Penutup : Usaha "Mesin Produksi Briket Multifungsi PBC 3in1" ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menghadirkan solusi teknologi tepat guna bagi pengolahan limbah pertanian menjadi energi terbarukan yang bernilai ekonomi. Usaha ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan kemandirian dan pengalaman kewirausahaan bagi mahasiswa, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat desa, peningkatan nilai tambah limbah lokal, serta mendukung transisi energi bersih secara berkelanjutan. Dengan potensi pasar yang jelas, inovasi produk yang teruji dan terjangkau, serta kesiapan tim pelaksana yang solid, kami meyakini bahwa usaha ini layak untuk didukung dan dikembangkan melalui program P2MW. Kami berkomitmen untuk terus menjalankan usaha ini secara profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang, serta menjadikannya sebagai model usaha mahasiswa yang berdampak sosial dan ekonomi. Kami berharap usaha dari Program P2MW Tahun 2025 dapat menjadi katalisator untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi dan energi terbarukan di lingkungan perguruan tinggi dan masyarakat luas.