Loading...

Detail Bisnis

CV. Mandira Heritage Group Sebagai Perusahaan Penyedia Inovasi...

Nama Bisnis : CV. Mandira Heritage Group Sebagai Perusahaan Penyedia Inovasi Media Edukasi Warisan Budaya Berbasis Teknologi Digital

Kategori Usaha : Industri Kreatif, Seni, dan Budaya

Tahapan Usaha : Tahapan Bertumbuh

Merek/ Nama Produk : Mandira Brick/Bimba Brush/JAKI

Nama Komunitas : Komunitas UMKM Si Bakoel

NIB : 0709240016118

Tahun NIB : 2024


Nama Institusi : Universitas Gadjah Mada

Platform Penjualan : Tokopedia, Shopee, TikTok

Akun Media Sosial : @mandiraheritage.group; @mandirabrick; @mandirapuzzle

Situs Bisnis : https://mandiraheritage.com/

Lokasi Bisnis : Jl. Gumuk, Condongcatur, Depok, Sleman, DI Yogyakarta

Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/4NPYALRQq7H7HuU58


Latar Belakang : Indonesia merupakan negara multikultural dengan kekayaan sosial dan budaya yang luar biasa, baik yang bersifat bendawi maupun nonbendawi. Namun, warisan budaya tersebut belum dimanfaatkan secara optimal akibat rendahnya apresiasi masyarakat terhadap nilai sejarah dan identitas bangsa. Berangkat dari permasalahan ini, mahasiswa Universitas Gadjah Mada mendirikan CV. Mandira Heritage Group pada tahun 2023, sebuah start-up di bidang Industri Kreatif, Seni, dan Budaya yang berfokus pada pengelolaan, pelestarian, serta pemanfaatan warisan budaya melalui produk edukatif inovatif. Sejak berdiri, Mandira Heritage telah memproduksi lebih dari 250 unit produk, meliputi Mandira Brick, Mandira Puzzle, dan gantungan kunci bertema budaya. Produk-produk ini menggabungkan nilai sejarah dengan konsep permainan edukatif yang menarik. Pertumbuhan perusahaan sangat pesat, terlihat dari peningkatan laba bersih dari Rp3,79 juta (2023) menjadi Rp23,16 juta (2024), menandakan respon pasar yang positif terhadap inovasi Mandira Heritage. Tim Mandira Heritage terdiri dari lintas bidang seperti riset budaya, desain visual, pengembangan digital, dan hubungan publik. Pada tahun 2025, perusahaan menyoroti dua isu utama: kecanduan game online pada anak dan rendahnya minat generasi muda terhadap sejarah. Kedua permasalahan ini diatasi melalui pendekatan Multiple Intelligences dan Tactic Learning, yang menekankan pembelajaran aktif dan kontekstual melalui permainan edukatif. Sebagai solusi, Mandira Heritage menghadirkan Mandira Brick, Bimba Brush, dan JAKI sebagai media pembelajaran berbasis warisan budaya yang interaktif, menyenangkan, serta mendukung perkembangan kognitif dan motorik anak. Melalui produk-produk tersebut, CV. Mandira Heritage Group berkomitmen menjadi pelopor dalam menciptakan pengalaman belajar budaya yang relevan, adaptif, dan inspiratif bagi generasi muda Indonesia.

Deskripsi Usaha : CV. Mandira Heritage Group merupakan perusahaan kreatif yang bergerak di bidang media edukasi berbasis warisan budaya. Perusahaan ini berdiri dengan semangat untuk menjembatani generasi muda dengan kekayaan sejarah bangsa melalui produk-produk edukatif interaktif yang menggabungkan unsur budaya, teknologi, dan pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Mandira Heritage memiliki tujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia sejak usia dini. Melalui kegiatan bermain yang menyenangkan, anak-anak diajak mengenal nilai sejarah, arsitektur, serta kearifan lokal yang terkandung dalam cagar budaya Indonesia. Produk-produk yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai mainan, tetapi juga sebagai media pembelajaran kontekstual yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4 tentang pendidikan berkualitas dan poin 11 tentang pelestarian identitas budaya dalam masyarakat. Setiap produk yang dikembangkan oleh Mandira Heritage Group memiliki misi memperkenalkan local genius Indonesia melalui pendekatan modern dan interaktif. Produk unggulannya antara lain Mandira Bricks, Mandira Puzzle, Bimba Brush, dan JAKI (Jagad Kicik). Mandira Bricks merupakan permainan konstruksi mini berbahan dasar gipsum yang meniru batuan penyusun candi dan mengadopsi sistem konstruksi tradisional, di mana anak-anak dapat belajar memahami struktur arsitektur bangunan bersejarah secara langsung. Mandira Puzzle merupakan permainan bongkar pasang bertema cagar budaya yang dilengkapi fitur Augmented Reality (AR), sehingga pengguna dapat melihat bentuk 3D dari bangunan setelah puzzle tersusun sempurna. Selanjutnya, Bimba Brush hadir sebagai kit mewarnai relief candi yang diadaptasi dari panel cerita fabel di Candi Sojiwan untuk melatih motorik halus sekaligus mengenalkan nilai moral dan budaya. Sementara itu, JAKI atau Jagad Kicik merupakan puzzle tiga dimensi berbentuk diorama yang menggambarkan ruang museum atau situs warisan budaya seperti Sumbu Filosofi Yogyakarta dan Museum Nasional. Produk ini terintegrasi dengan platform digital interaktif yang menghadirkan pengalaman virtual 360° terhadap objek budaya tersebut. Melalui pendekatan “belajar sambil bermain”, Mandira Heritage berupaya mengubah cara anak-anak mengenal sejarah dan museum. Mainan tidak hanya menjadi sarana hiburan, melainkan juga alat interpretasi budaya yang relevan dengan gaya belajar generasi modern. Penggunaan teknologi digital seperti AR, videografis edukatif, dan situs interaktif menjadikan setiap permainan sebagai media pembelajaran yang hidup, menarik, dan menyenangkan. Dengan demikian, Mandira Heritage berperan sebagai jembatan antara masa lalu dan masa kini, serta menjadi agen pelestarian budaya melalui inovasi edukatif yang mudah diakses oleh masyarakat luas. Selain memiliki dampak edukatif dan kultural, Mandira Heritage Group juga berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi lokal. Proses produksi melibatkan tenaga kerja kreatif seperti desainer, pengrajin, dan ilustrator lokal yang memahami nilai budaya di balik setiap produk. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap SDGs poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta poin 9 tentang inovasi dan infrastruktur berkelanjutan. Mandira juga menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin antara bidang arkeologi, seni, dan teknologi untuk menghasilkan produk yang orisinal, kontekstual, dan bernilai edukatif tinggi. Dari sisi strategi bisnis, Mandira Heritage memposisikan diri sebagai pelopor mainan edukatif berbasis warisan budaya di Indonesia. Target pasarnya mencakup anak-anak dan remaja usia sekolah dari generasi Z dan Alpha yang memiliki tingkat literasi digital tinggi. Pemasaran dilakukan melalui dua pendekatan utama, yaitu offline engagement seperti pameran, kolaborasi dengan museum, dan kegiatan edukatif; serta online marketing melalui marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, serta kampanye media sosial di Instagram dan TikTok. Pendekatan ganda ini memperkuat emotional branding dan menciptakan kedekatan emosional dengan pelanggan berdasarkan nilai edukatif, pengalaman interaktif, serta rasa bangga terhadap budaya lokal. Dengan menggabungkan budaya, edukasi, dan teknologi dalam satu pengalaman bermain yang inspiratif, CV. Mandira Heritage Group berkomitmen menjadi pionir dalam pengembangan media edukasi warisan budaya Indonesia. Melalui produk-produknya, Mandira tidak hanya memperkenalkan sejarah dengan cara yang menyenangkan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kearifan lokal dan kebanggaan nasional kepada generasi muda sebagai pewaris budaya bangsa di masa depan.

Penutup : Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan, pemanfaatan, dan pelestarian cagar budaya, CV. Mandira Heritage Group memahami pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya bangsa. CV. Mandira Heritage Group telah membuktikan komitmen ini melalui peluncuran produk-produk edukatif seperti Mandira Puzzle dan Mandira Brick, yang telah berhasil mendapat respons positif dari pasar karena mampu menjembatani nilai sejarah dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak–anak. Melanjutkan kesuksesan tersebut, CV. Mandira Heritage Group kini menghadirkan inovasi baru melalui produk Mandira Brick edisi terbaru, Bimba Brush (permainan media mewarnai relief berbahan gypsum) dan JAKI (diorama puzzle 3D). Produk-produk ini tidak hanya bertujuan sebagai mainan belaka, namun juga sebagai media pembelajaran sejarah yang diharapkan dapat meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya. Media pembelajaran berbasis mainan ini juga efektif dalam meningkatkan motorik halus, serta rasa ingin tahu anak terhadap kekayaan budaya Indonesia. Produk-produk CV. Mandira Heritage Group dikembangkan dengan pendekatan berbasis kurikulum dan nilai-nilai SDGs, khususnya di bidang pendidikan berkualitas (SDG 4), pertumbuhan ekonomi inklusif (SDG 8), serta inovasi dan infrastruktur (SDG 9). Hal tersebut dikarenakan produk-produk ini didesain untuk menjangkau pasar pendidikan formal dan informal, termasuk keluarga, sekolah, dan komunitas edukasi budaya. Harapan kedepannya, CV. Mandira Heritage Group dapat semakin berperan strategis dalam membangun generasi cinta budaya melalui pendekatan kreatif dan edukatif yang berdampak jangka panjang guna tumbuh kembang anak—anak dalam memahami identitas bangsanya dan memberikan para guru media ajar yang efektif serta masyarakat semakin terlibat dalam pelestarian budaya melalui media yang relevan dan inklusif.