Nama Bisnis : Magcel oleh oleh khas Waluran Berbasis Karas Tulang
Kategori Usaha : Makanan dan Minuman
Tahapan Usaha : Tahapan Bertumbuh
Merek/ Nama Produk : MAGCEL
Nama Komunitas : UMMUR (Inkubator Bisnis dan Pengembangan Kewirausahaan UMMI)
NIB : 1506240015699
Tahun NIB :
Nama Institusi : Universitas Muhammadiyah Sukabumi
Platform Penjualan : Instagram, TikTok, Whatsapp Bussines, Shopee
Akun Media Sosial : @magceliciouswaluran
Situs Bisnis :
Lokasi Bisnis : KP. KEBON DANAS
Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/5hGGKvBuPj4F1wcV7?g_st=ac
Latar Belakang : Tanaman memiliki peran penting dalam kehidupan manusia karena menjadi sumber pangan, sandang, dan obat-obatan (Harefa, 2020). Sekitar 90% populasi dunia masih menggunakan tanaman sebagai dasar pengobatan tradisional, dan 25% obat modern berasal dari senyawa aktif tanaman (Savitri, 2016). Banyak tanaman berkhasiat terbukti memiliki efek farmakologis seperti meningkatkan stamina, memperkuat daya tahan tubuh, serta menstimulasi hormon dopamin yang berperan dalam suasana hati (Nurrani, 2015). Di Indonesia, potensi tanaman obat sangat besar, namun belum termanfaatkan secara optimal. Seiring perkembangan ilmu pangan, tanaman obat kini banyak diolah menjadi pangan fungsional yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan (Saparinto & Susiana, 2024). Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang menekankan pentingnya diversifikasi pangan lokal bergizi seimbang (Widowati & Nurfitriani, 2023). Pemanfaatan tanaman berkhasiat secara berkelanjutan tidak hanya memperkuat kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi desa melalui inovasi berbasis kearifan lokal (Annisha & Husna, 2024). Desa Waluran, yang berada di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu dan telah diakui UNESCO, merupakan contoh nyata pengelolaan potensi lokal dalam pengembangan ekoeduwisata (Nurfaizi et al., 2022). Salah satu kekayaan hayatinya adalah tanaman karas tulang (Chloranthus elatior), yang secara turun-temurun dipercaya masyarakat Baduy mampu meningkatkan stamina. Meskipun potensinya besar, pemanfaatannya sebelumnya masih terbatas, umumnya hanya dijadikan daun kering untuk teh (Ratnasari et al., 2024). Melalui program PPK Ormawa Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Sukabumi (2022–2024), masyarakat bersama mahasiswa mulai mengembangkan karas tulang secara berkelanjutan melalui edukasi, konservasi, dan kewirausahaan (Hayati & Auliah, 2024). Dari sinilah lahir Magcel, sebuah inovasi pangan lokal berbasis daun karas tulang yang berkhasiat sebagai penambah stamina. Berbagai penelitian menunjukkan potensi farmakologis karas tulang, antara lain sebagai antidiabetes (Syahputri & Haryoto, 2024), penenang dan anti-kecemasan (Katha et al., 2024), serta sumber senyawa aktif baru untuk pengobatan penyakit kronis (Xiong, 2013; Liu et al., 2014). Penelitian lokal juga membuktikan aktivitas antioksidan tinggi dan efek peningkat stamina tanpa toksisitas yang berarti. Berdasarkan temuan ini, Magcel mengembangkan berbagai produk olahan yang sehat dan aman dikonsumsi. Produk pertama yang diluncurkan adalah Brownies Kering Magcel rasa coklat dengan topping almond dan chocochip. Berdasarkan hasil survei pasar dan peningkatan permintaan, produk ini kemudian dikembangkan menjadi Brownies Kering Matcha topping keju dan almond, serta Brownies Kering Stroberi topping keju dan almond. Ketiga varian tersebut kini menjadi produk unggulan Magcel yang banyak diminati karena cita rasa unik dan manfaat peningkat stamina dari ekstrak daun karas tulang. Selain brownies, Magcel juga berkolaborasi dengan masyarakat Desa Waluran dalam pengembangan Teh Karas Tulang. Sebelumnya, teh ini telah dijual secara tradisional oleh warga dalam kemasan sederhana. Melalui pendampingan Magcel, teh tersebut kini dikemas lebih menarik dan higienis dalam bentuk sachet sekali seduh dengan kemasan dus isi 6. Dalam kerja sama ini, masyarakat tetap menjadi produsen utama, sementara Magcel berperan membantu peningkatan kualitas kemasan serta memperluas jangkauan pemasaran agar produk lebih dikenal konsumen luas. Saat ini, tim juga tengah melakukan uji pengembangan varian rasa seperti lemon, melati, dan jahe, dengan tetap menjaga efektivitas senyawa aktif daun karas tulang. Adapun produk Sus Kering Karas Tulang masih berada pada tahap trial and error serta validasi pasar untuk menyesuaikan cita rasa dengan preferensi konsumen. Inovasi Magcel tidak hanya berfokus pada gizi dan kesehatan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat Desa Waluran. Melalui pelatihan budidaya dan produksi, warga terlibat langsung dalam penyediaan bahan baku, sehingga pendapatan petani meningkat. Hal ini mendukung Asta Cita 3, 4, dan 5 tentang pembangunan berkeadilan, kelestarian lingkungan, serta kemajuan budaya berbasis kearifan lokal. Selain itu, Magcel turut berkontribusi terhadap pencapaian SDGs 1, 3, 8, dan 15, dengan mengoptimalkan potensi desa menjadi produk inovatif bernilai ekonomi tinggi. Kini Magcel telah dikenal luas, baik di lingkungan Universitas Muhammadiyah Sukabumi maupun di toko-toko di Kota Sukabumi, bahkan telah menjangkau konsumen luar daerah seperti Pontianak, riau, dan samarinda, selain itu juga sudah menjangkau konsumen luar negeri seperti Malaysia. Peningkatan permintaan yang signifikan menjadi bukti bahwa produk lokal berbasis tanaman herbal dapat diterima pasar modern tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai keberlanjutan.
Deskripsi Usaha : Magcel merupakan usaha sosial berbasis potensi lokal Desa Waluran, Sukabumi, yang berfokus pada pengembangan produk pangan sehat penambah stamina berbahan dasar daun karas tulang (Chloranthus elatior). Tanaman herbal ini secara turun-temurun digunakan masyarakat Baduy untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh. Berangkat dari kearifan lokal tersebut, Magcel hadir untuk mengolah karas tulang menjadi produk pangan fungsional yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat desa. Produk unggulan Magcel adalah Brownies Kering Magcel, yang pertama kali diluncurkan dalam varian coklat dengan topping almond dan chocochip. Berdasarkan survei pasar dan minat konsumen, Magcel kemudian mengembangkan dua varian baru, yaitu Brownies Kering Matcha topping keju dan almond serta Brownies Kering Stroberi topping keju dan almond. Ketiga varian ini menjadi favorit karena cita rasanya yang khas dan manfaat peningkat stamina berkat kandungan flavonoid dan alkaloid dari daun karas tulang. Selain brownies, Magcel juga berkolaborasi dengan masyarakat Desa Waluran dalam pengembangan Teh Karas Tulang. Sebelumnya, teh ini dijual secara tradisional dengan kemasan sederhana. Melalui pendampingan Magcel, teh tersebut kini dikemas dalam bentuk sachet sekali seduh dalam dus isi 6 yang lebih praktis dan higienis. Dalam kolaborasi ini, masyarakat tetap menjadi produsen utama, sedangkan Magcel membantu peningkatan kualitas kemasan dan memperluas jangkauan pemasaran. Saat ini, tim Magcel juga tengah mengembangkan varian rasa lemon, melati, dan jahe, namun tetap melalui uji efektivitas agar tidak menurunkan khasiat utama teh karas tulang. Selain itu, produk Sus Kering Karas Tulang masih dalam tahap trial and error dan validasi pasar untuk memastikan cita rasa sesuai preferensi konsumen. Dalam perjalanan usahanya, tim Magcel aktif mengikuti berbagai kompetisi kewirausahaan, pelatihan, webinar, workshop, dan bazar bisnis, baik di tingkat kampus maupun nasional. Berbagai pengalaman tersebut meningkatkan kapasitas tim dalam manajemen bisnis, pemasaran, inovasi produk, hingga pengelolaan keuangan. Prestasi Magcel juga diakui melalui kemenangan dalam beberapa lomba kewirausahaan mahasiswa, yang menjadi bukti kualitas produk dan kekuatan konsep bisnis yang dikembangkan. Seiring meningkatnya kepercayaan publik, Magcel telah menarik minat investor yang menawarkan kerja sama pengembangan usaha. Untuk itu, tim terus melakukan perbaikan sistem bisnis, mulai dari manajemen produksi, pemasaran digital, hingga strategi distribusi agar dapat memenuhi standar investasi yang profesional. Sistem dan strategi bisnis Magcel kini terus dikembangkan secara berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan usaha, peningkatan kualitas produk, dan kesiapan menghadapi pasar yang lebih luas. Magcel terus berkomitmen untuk berkembang bukan hanya sebagai usaha kuliner inovatif, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang membawa dampak nyata bagi masyarakat Desa Waluran. Melalui setiap langkah pengembangan produk, Magcel berjuang untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat lokal dengan membuka peluang kerja baru, meningkatkan nilai jual hasil alam, serta mendorong kemandirian ekonomi desa. Lebih dari sekadar bisnis, Magcel hadir dengan tujuan mulia untuk memberdayakan masyarakat, memperkenalkan kearifan dan budaya Indonesia melalui produk pangan fungsional berbasis tanaman lokal, serta menghadirkan manfaat yang luas bagi kesehatan dan perekonomian bangsa. Dengan semangat keberlanjutan dan inovasi, Magcel ingin menjadi contoh nyata bahwa potensi desa, ketika dikelola dengan bijak dan kreatif, dapat menjadi kekuatan besar untuk membangun Indonesia yang sehat, mandiri, dan berdaya saing global.
Penutup : Magcel terus berkomitmen untuk menjadi pelopor inovasi pangan sehat berbasis potensi lokal yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui semangat kolaborasi, pemberdayaan, dan keberlanjutan, Magcel tidak hanya berfokus pada pengembangan produk berkualitas, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Waluran. Dengan dukungan tim yang solid, mitra strategis, dan semangat untuk terus tumbuh, Magcel yakin dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia dalam membangun usaha yang bernilai sosial, ekonomi, dan budaya tinggi.
