Nama Bisnis : Lumans Bliss Teh Calming Mood Warisan Sulawesi Utara
Kategori Usaha : Manufaktur dan Teknologi Terapan
Tahapan Usaha : Tahapan Awal
Merek/ Nama Produk : Lumans Bliss
Nama Komunitas : KERIS "Kerajinan Industri Sulawesi Utara"
NIB : 0806250018536
Tahun NIB : 2025
Nama Institusi : Universitas Sam Ratulangi
Platform Penjualan : Instagram, Facebook, WhatsApp, dan TikTok
Akun Media Sosial : @lumansbliss
Situs Bisnis : https://linktr.ee/lumansbliss
Lokasi Bisnis : Jl. Bethesda, Sea II, Kec. Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia – Kode Pos 95662.
Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/GTC2iow22kwUMqfTA
Latar Belakang : Tahapan Usaha : Tahap Usaha Awal Dalam dinamika gaya hidup masa kini, masyarakat—terutama kalangan muda—semakin akrab dengan konsumsi minuman instan yang tinggi gula dan bahan tambahan kimia. Sayangnya, kebiasaan ini justru berdampak negatif terhadap kesehatan jangka panjang. Di sisi lain, potensi besar dari rempah lokal seperti pala dan cengkeh khas Sulawesi Utara justru belum tergarap maksimal, terutama dalam bentuk minuman modern yang praktis dan relevan dengan selera generasi sekarang. Menjawab tantangan ini, Lumans Bliss lahir sebagai inovasi yang menyatukan nilai kesehatan, kearifan lokal, dan pengalaman minum teh yang menyenangkan. Kami merancang produk teh celup herbal berbasis pala dan cengkeh yang tidak hanya alami dan menenangkan, tetapi juga dikemas dalam bentuk eksklusif yang mudah dikonsumsi. Setiap kantong teh dilengkapi dengan tali ber-QR code yang bisa dipindai untuk mengakses musik ambiens khas Sulawesi Utara—seperti suara alam pegunungan, angin, dan instrumen tradisional Minahasa dalam aransemen modern—menciptakan suasana minum teh yang lebih imersif, rileks, dan bermakna secara emosional maupun kultural. Untuk memastikan kelayakan pasar, kami telah melakukan uji coba awal dengan melibatkan >100 responden dari kalangan mahasiswa, pekerja, dan komunitas lokal. Hasil survei menunjukkan bahwa >80% responden tertarik mencoba teh herbal yang berbahan dasar lokal, terutama jika dikemas menarik dan menghadirkan manfaat relaksasi. Fitur QR code terbukti disambut sebagai inovasi yang menghadirkan pengalaman minum teh yang lebih interaktif dan berjiwa muda. Kami juga telah menyiapkan identitas visual merek yang kuat—mulai dari nama, logo, narasi, hingga media sosial—dengan pendekatan visual yang estetik dan storytelling yang berfokus pada edukasi gaya hidup sehat berbasis budaya. Melalui dukungan dari Program P2MW, kami menargetkan: Produksi perdana sebanyak 800 kotak teh celup herbal siap edar selama 5 bulan; Pengadaan alat produksi seperti mesin dehidrator, sealer, grinder, dan mesin wrap; Pengembangan microsite interaktif untuk mengelola dan memperbarui konten QR code secara berkala; Kemitraan berkelanjutan dengan petani rempah lokal di Sulawesi Utara; Penguatan peran generasi muda dalam pelestarian budaya lokal dan promosi kesehatan melalui inovasi produk yang kreatif dan berdampak. Dengan fondasi kuat antara tradisi dan teknologi, Lumans Bliss hadir bukan hanya sebagai produk konsumsi, tetapi sebagai gerakan wirausaha sosial yang menyuarakan pentingnya hidup sehat, cinta budaya, dan pemberdayaan komunitas lokal. Kategori Usaha : Manufaktur dan Teknologi Terapan Usaha Lumans Bliss dikategorikan dalam bidang Manufaktur dan Teknologi Terapan karena menggabungkan proses pengolahan rempah-rempah lokal menjadi produk teh celup herbal, dengan dukungan teknologi digital sederhana yang memperkaya nilai dan pengalaman produk. Melalui pendekatan ini, Lumans Bliss tidak hanya menghadirkan produk minuman fungsional, tetapi juga mengintegrasikan budaya lokal dan inovasi teknologi sebagai satu kesatuan yang utuh. Sebagai usaha yang berbasis manufaktur dan teknologi terapan, kami telah mengembangkan sistem produksi sederhana yang menggabungkan proses tradisional dan modern secara efisien. Pengolahan rempah dilakukan melalui pengeringan dan penggilingan menggunakan peralatan kecil yang higienis. Kemasan menggunakan karton food-grade berdesain estetis dan ramah lingkungan. QR code dicetak dengan printer thermal mini dan disematkan pada setiap tali teh celup, terhubung langsung ke drive cloud yang menyimpan konten musik ambiens. 1. Manufaktur Skala Kecil (Small-Scale Manufacturing) Lumans Bliss menjalankan proses produksi secara mandiri dan higienis dalam skala rumah produksi, meliputi: Pengeringan dan penggilingan rempah lokal (pala dan cengkeh) dengan teknik sederhana yang memanfaatkan mesin dehidrator dan grinder yang praktis. Pengisian bahan ke dalam kantong teh celup secara manual dengan penyegelan menggunakan mesin sealer. Pengemasan dalam kotak teh food grade dengan desain yang kreatif dan fungsional. Proses ini termasuk dalam light manufacturing, karena tidak melibatkan mesin besar, namun tetap menghasilkan produk siap jual dengan nilai tambah tinggi. 2. Teknologi Terapan (Applied Technology) Aspek teknologi diterapkan melalui penggunaan QR code pada tali kantong teh, yang dapat dipindai untuk mengakses konten digital seperti: Musik ambiens bertema budaya lokal. Rencana pengembangan platform digital berbasis microsite. Penggunaan teknologi ini menjadikan Lumans Bliss tidak hanya menjual produk fisik, tetapi juga menghadirkan pengalaman digital yang personal, budaya, dan terapeutik—membuatnya masuk dalam ranah produk berbasis teknologi terapan humanis. 3. Industri Kreatif dan Budaya (Pendukung Kategori) Sebagai pelengkap, Lumans Bliss juga memiliki dimensi industri kreatif dan budaya melalui: Desain kemasan bernilai estetika tinggi dan khas lokal. Penyajian musik budaya yang menyuarakan kearifan lokal. Strategi branding yang menyentuh sisi emosional dan identitas daerah. Dengan demikian, Lumans Bliss berada di irisan antara: Produksi Herbal Skala Kecil (Manufaktur) Inovasi Digital Sederhana (Teknologi Terapan) Kreativitas dan Budaya (Industri Kreatif) Paduan inilah yang menjadikan usaha ini tidak hanya relevan secara ekonomi, tetapi juga berdampak secara sosial dan kultural. Kondisi Usaha Lumans Bliss merupakan usaha rintisan mahasiswa yang saat ini berada pada tahap awal pengembangan. Bidang usaha ini bergerak dalam kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan, dengan fokus utama pada produksi teh celup herbal berbasis rempah lokal khas Sulawesi Utara, yaitu pala dan cengkeh—dua bahan alami yang dikenal memiliki efek menenangkan dan manfaat kesehatan yang baik. Produk Teh Mood Calming warisan Sulawesi Utara yang dikenali sebagai Lumans Bliss memiliki filosofi dalam namanya, dimana nama produk kami terdiri atas dua kata yang memiliki makna simbolis dan mendalam. Lumans berasal dari bahasa daerah Minahasa (Sulawesi Utara), “lumans” bisa ditafsirkan sebagai bentuk kata yang berakar dari "luma", yang dalam beberapa dialek Minahasa berarti rumah, tempat tinggal, atau bahkan kampung/asal. Bliss berasal dari bahasa Inggris, “bliss” yang memiliki arti kebahagiaan yang mendalam; rasa tenteram; ketenangan batin yang sempurna. Sehingga, Lumans Bliss dapat memiliki makna sebagai “Kebahagiaan yang berasal dari kampung” yakni sebagai produk teh lokal warisan Sulawesi Utara. Ciri khas utama dari produk Lumans Bliss adalah kemasannya yang eksklusif. Alih-alih menggunakan sachet biasa, produk ini dikemas dalam kotak teh celup premium, dilengkapi dengan QR code pada tali kantong teh. Ketika dipindai, QR code ini akan mengarahkan konsumen ke konten digital seperti musik ambiens dan narasi budaya Sulawesi Utara, menciptakan pengalaman minum teh yang bukan hanya menyehatkan, tetapi juga menenangkan dan menyentuh sisi emosional serta kebanggaan terhadap budaya lokal. Gagasan mendirikan Lumans Bliss berangkat dari keprihatinan akan kurangnya inovasi dalam pengolahan rempah-rempah lokal yang melimpah. Selama ini, rempah-rempah seperti pala dan cengkeh belum banyak dimanfaatkan secara optimal menjadi produk bernilai tambah tinggi. Lumans Bliss hadir sebagai solusi dengan pendekatan teknologi terapan berskala kecil, untuk menghasilkan produk herbal siap jual yang estetis, modern, dan bermakna. Capaian Kegiatan Usaha Sejauh Ini: Melakukan riset terhadap kualitas dan potensi rempah-rempah lokal sebagai bahan baku utama. Mendesain dan membuat prototipe produk teh celup melalui proses produksi manual, mulai dari pengeringan, penggilingan, hingga pengemasan. Mengembangkan sistem QR code pada tali kantong teh, dicetak menggunakan printer thermal, dan terhubung ke konten digital berbasis audio streaming. Melakukan uji coba produk dalam skala kecil serta mengumpulkan umpan balik dari konsumen awal. Mendesain kemasan eksklusif yang memenuhi standar food grade dan mencerminkan identitas merek. Tantangan yang Dihadapi: Kapasitas produksi dan ruang penyimpanan yang masih terbatas. Belum adanya platform digital terintegrasi yang secara optimal mendukung fungsi QR code. Kebutuhan peningkatan kapasitas SDM dalam hal keterampilan manufaktur kecil dan pengelolaan teknologi digital. Meskipun masih dalam tahap awal, Lumans Bliss memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi usaha berbasis teknologi terapan yang berkelanjutan. Usaha ini tidak hanya menghadirkan inovasi produk lokal yang bernilai jual tinggi, tetapi juga berperan dalam pelestarian budaya dan pemberdayaan sumber daya daerah. Lokasi Produksi & Penjualan: Tempat Produksi dan Pengembangan Usaha: Jl. Bethesda, Sea II, Kec. Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia – Kode Pos 95662. Tempat Pemasaran dan Penjualan Langsung: Rm. Fadillah, Jl. Yos Sudarso, Paal Dua, Kec. Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara, Indonesia – Kode Pos 95127. Sistem pemasaran saat ini dilakukan secara langsung dan melalui pemesanan daring menggunakan platform digital dan media sosial, guna menjangkau konsumen dengan lebih luas dan efisien. Struktur Organisasi Usaha Lumans Bliss terdiri dari 5 jabatan yang telah disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anggota yakni CEO oleh Edward G. A. Tatambihe, CFO oleh Fadillah S. Adam, CMO oleh Michelia I. Sonambela, COO oleh Ellohim M. Kuron, dan DEO oleh Reinhard G.M. Runkat. Adapun deskripsi mengenai masing-masing jabatan di bawah ini: CEO (Chief Executive Officer): Dijabat oleh Edward G. A. Tatambihe yang merupakan pemimpin dan perwakilan sebuah usaha. Perannya merancang visi misi bisnis, menyusun, menguraikan dan mengevaluasi strategi bisnis serta anggota tim. CFO (Chief Financial Officer): Dijabat oleh Fadillah S. Adam yang bertanggung jawab membentuk strategi penggalangan dana, merumuskan dokumen dan laporan keuangan dengan akurat. CMO (Chief Marketing Officer): Dijabat oleh Michelia I. Sonambela yang bertanggung jawab atas semua aspek pemasaran (promosi), meliputi riset pasar, dan strategi untuk menjaga citra suatu usaha. COO (Chief Operating Officer): Dijabat oleh Ellohim M. Kuron yang bertanggung jawab terhadap segala hal yang berkaitan dengan operasional usaha, seperti melakukan pemantauan terkait bagaimana strategi datang dari CEO sekaligus mengawasi penerapan serta perkembangan operasional suatu usaha. DEO (Design Executive Officer): Dijabat oleh Reinhard G.M. Runkat yang bertanggung jawab terhadap desain produk, kemasan dan semacamnya, juga atas bagaimana desain dapat membantu pelanggan dan menciptakan produk yang disukai. Sejarah Sejak ribuan tahun lalu, teh telah menjadi bagian dari perjalanan panjang peradaban manusia, tidak hanya sebagai minuman sehari-hari, tetapi juga sebagai sarana penyembuhan dan penenang jiwa. Berawal dari legenda Tiongkok kuno pada tahun 2737 SM, Kaisar Shen Nong secara tidak sengaja menemukan teh ketika daun dari pohon teh jatuh ke dalam air rebusan miliknya. Setelah mencicipinya, ia merasakan efek menyegarkan sekaligus menenangkan—itulah awal mula teh dikenali sebagai minuman yang membawa ketenangan tubuh dan pikiran. Ketika teh mulai menyebar ke Eropa pada abad ke-17, fungsinya sebagai penenang tetap dipertahankan. Di Inggris, teh sore (afternoon tea) menjadi tradisi untuk memperlambat ritme kehidupan yang sibuk, menyediakan waktu sejenak untuk merenung dan berbincang. Bahkan hingga saat ini, minum teh kerap dikaitkan dengan momen istirahat, keintiman, dan pemulihan dari stres harian. Di Indonesia, teh diperkenalkan oleh Belanda pada abad ke-17, dan sejak saat itu, kebiasaan minum teh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama di Jawa dan Sumatera. Namun, masyarakat di berbagai daerah juga mengembangkan minuman herbal berbasis rempah lokal sebagai bentuk perawatan kesehatan alami. Di Sulawesi Utara misalnya, pala dan cengkeh yang tumbuh subur tidak hanya digunakan sebagai bumbu masak atau pengawet, tetapi juga sebagai ramuan tradisional untuk meredakan kecemasan, menenangkan pernapasan, dan meningkatkan kualitas tidur. Seiring waktu, dunia mengenal lebih banyak varian teh herbal yang diformulasikan khusus untuk mengatasi gangguan tidur, seperti insomnia. Chamomile dan lavender menjadi populer, namun rempah tropis Indonesia seperti pala dan cengkeh memiliki sejarah lebih tua dalam pengobatan tradisional. Di Indonesia—khususnya Sulawesi Utara—pala dan cengkeh telah digunakan turun-temurun sebagai ramuan alami untuk menghangatkan tubuh, menenangkan pernapasan, dan membantu mengatasi kesulitan tidur. Kombinasi keduanya menghasilkan aroma dan sensasi yang lembut, hangat, serta menenangkan secara alami. Melalui produk Lumans Bliss, kami melanjutkan warisan dan tradisi ini dengan mengangkat khasiat pala dan cengkeh dalam bentuk teh celup herbal modern. Teh bukan sekadar minuman, melainkan medium ketenangan yang menyatukan tradisi dan inovasi. Dengan kandungan rempah yang diformulasi untuk membantu meredakan gejala insomnia ringan, Lumans Bliss dilengkapi pula dengan fitur QR code inovatif pada setiap kantong teh—yang jika dipindai akan mengarahkan ke audio ambiens menenangkan. Suara alam ini dirancang khusus untuk mendampingi proses relaksasi dan membantu pengguna mencapai tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas. Dengan memadukan pala dan cengkeh—dua rempah unggulan dari daerah Sulawesi—kami mengemas ketenangan tradisional Indonesia dalam bentuk teh celup herbal yang praktis dan berkelas. Setiap seduhan Lumans Bliss adalah bagian dari warisan panjang minuman penenang khas nusantara, yang kini dihadirkan kembali untuk generasi masa kini. Lokasi Usaha Produksi dan pengembangan usaha dilakukan di: Jl. Bethesda, Sea II, Kec. Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia, Kode Pos 95662 https://maps.app.goo.gl/GTC2iow22kwUMqfTA Pemasaran dan penjualan langsung usaha dilakukan di: Jl. Yos Sudarso, Paal Dua, Kec. Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara, Indonesia, Kode Pos 95127 Rm. Fadillah
Deskripsi Usaha : Dalam menjalankan usaha ini, kami hadir dengan keunikan yang memikat dan kualitas yang unggul, seraya membawa visi besar yang berakar pada teknologi terapan dan pelestarian kearifan lokal. Visi kami ialah: “Mewujudkan harmoni antara kesehatan, teknologi, dan budaya melalui produk minuman herbal berbasis rempah Sulawesi Utara, sebagai pelopor inovasi manufaktur yang menyehatkan dan relevan dengan gaya hidup modern.” Namun, usaha kami tidak semata-mata berorientasi pada profit. Misi utama kami adalah: “Menghadirkan teh herbal alami dan menenangkan—berbasis pala dan cengkeh lokal—yang diracik dengan pendekatan manufaktur inovatif untuk mengatasi gangguan tidur seperti insomnia, serta memperkaya pengalaman konsumen melalui fitur digital yang menghubungkan mereka dengan suasana tenang khas lokal.” Kami hadir untuk memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Dengan menjalin kemitraan langsung dan adil bersama petani rempah lokal, kami berupaya meningkatkan kesejahteraan mereka sekaligus memperkuat perekonomian komunitas. Sistem produksi kami dirancang menggunakan pendekatan efisien dan ramah lingkungan, memanfaatkan bahan alami tanpa campuran kimia berbahaya, serta menjaga kualitas dengan kontrol manufaktur terstandar. Dalam realita kehidupan modern, stres, kelelahan mental, dan insomnia telah menjadi tantangan umum bagi banyak orang, khususnya generasi muda. Lumans Bliss menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan teh herbal yang tidak hanya menenangkan secara alami, tetapi juga dilengkapi fitur unggulan berupa QR code interaktif di setiap kemasan. Fitur ini memberikan akses langsung ke musik ambiens lokal yang menenangkan, menciptakan pengalaman minum teh yang imersif dan membantu tubuh serta pikiran mencapai relaksasi maksimal. QR code ini bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dari misi kami untuk menggabungkan teknologi dan budaya lokal dalam satu produk yang utuh dan bernilai. Produk ini kami kembangkan berdasarkan survei terhadap >100 responden, mayoritas mengalami kesulitan tidur secara rutin. Sebanyak 85% responden menyatakan minat tinggi terhadap produk teh herbal yang memberikan relaksasi, dan lebih dari 70% bersedia membeli jika produk dikemas menarik serta memanfaatkan bahan alami lokal seperti pala dan cengkeh. Sebagian besar menyukai harga terjangkau di kisaran Rp10.000–Rp20.000, dan sebagian besar lainnya memilih kisaran harga Rp20.000-Rp30.000. Temuan ini memperkuat validasi pasar bahwa Lumans Bliss menjawab kebutuhan riil konsumen modern yang mengutamakan fungsi, estetika, dan keselarasan dengan alam. Selain rasa dan fungsi, kami memperhatikan desain kemasan yang modern dan minimalis, kemudahan dalam penyajian, serta pengalaman sensorik melalui aroma, rasa, dan suara—semua terintegrasi dalam satu produk dengan nilai tambah tinggi. Sistem produksi kami juga minim limbah dan menggunakan bahan ramah lingkungan sebagai wujud tanggung jawab terhadap kelestarian bumi. Komitmen kami terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tercermin dalam langkah nyata berikut: SDG 3: Good Health and Well-being (Kesehatan yang Baik) Lumans Bliss secara langsung berkontribusi pada Target 3.4, yaitu ”mengurangi sepertiga kematian dini akibat penyakit tidak menular dan meningkatkan kesehatan mental”, dengan menyediakan teh herbal berbahan alami yang membantu meredakan stres dan mengatasi insomnia tanpa bahan kimia berbahaya. Selain itu, produk ini juga mendukung Target 3.5, yaitu “memperkuat pencegahan terhadap penyalahgunaan zat adiktif”, dengan menyediakan alternatif relaksasi sehat bagi mereka yang cenderung menggunakan alkohol atau obat untuk mengatasi stres. SDG 17: Partnership for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) Melalui pendekatan kolaboratif, Lumans Bliss berkontribusi pada Target 17.17, dengan “mendorong kemitraan lintas sektor” yang melibatkan petani rempah lokal, UMKM pengemasan, seniman musik lokal (untuk konten ambiens QR), institusi pendidikan tinggi (dalam pengembangan riset dan inovasi), serta dukungan dari pemerintah daerah. Kemitraan ini tidak hanya memperkuat jaringan ekosistem bisnis lokal, tetapi juga menjadi model pemberdayaan komunitas berbasis kearifan budaya dan inovasi teknologi. Dengan fondasi kuat pada nilai budaya, inovasi teknologi, dan semangat pemberdayaan, Lumans Bliss bukan hanya produk teh herbal, melainkan simbol kebangkitan ekonomi lokal yang sehat, berkelanjutan, dan bermakna secara sosial. Setiap tegukan tidak hanya menenangkan tubuh, tetapi juga menghubungkan konsumen dengan akar budaya dan harmoni lingkungan. Kami percaya, melalui sentuhan teknologi sederhana seperti QR code yang mengakses suasana musik lokal, Lumans Bliss menghadirkan dimensi baru dalam menikmati teh—sebuah pengalaman emosional, kultural, sekaligus fungsional. Berpegang pada filosofi Minahasa “Sitou Timou Tumou Tou” — bahwa manusia hidup untuk memanusiakan manusia — kami yakin Lumans Bliss dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat, tenang, dan penuh makna bagi generasi masa kini dan yang akan datang. Konsumen potensial Lumans Bliss diposisikan ke dalam tiga bagian utama yaitu segmentasi pasar, targeting, dan positioning. Ketiga strategi ini digunakan untuk mengenali karakteristik konsumen secara tepat serta memperkuat pendekatan pemasaran yang sesuai dengan nilai produk. Selain itu, perhitungan potensi dan pangsa pasar dilakukan untuk memahami kekuatan dan peluang usaha Lumans Bliss di tengah tren pasar kesehatan dan relaksasi berbasis teknologi. Segmentasi Pasar Geografis: Konsumen Lumans Bliss berada di seluruh penjuru Indonesia, dengan fokus utama pada kota-kota besar di Sulawesi Utara (Manado, Tomohon, Bitung). Daerah ini dipilih karena memiliki konsentrasi populasi digital-savvy dan komunitas urban mindful yang terbiasa mengintegrasikan teknologi dalam gaya hidup sehat mereka. Area ini juga merupakan pusat inovasi dan pertumbuhan sektor wellness di Indonesia. Demografis: Lumans Bliss menargetkan wanita dan pria usia 18–50 tahun, yang terdiri atas: Mahasiswa Pekerja muda Profesional karir Kelompok usia ini cenderung mengalami stres atau gangguan tidur ringan, dan mencari solusi alami serta mudah diakses untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Berdasarkan survei, 80% responden menyukai produk herbal, dan lebih dari 65% mengalami gangguan tidur ringan. Psikografis: Konsumen adalah individu yang memiliki gaya hidup modern dan mindful, peduli terhadap kesehatan mental dan fisik, serta terbiasa menggunakan: Diffuser Sleep-tracker Aplikasi journaling Produk fungsional berbasis teknologi Mereka juga memiliki nilai tinggi terhadap keberlanjutan, inovasi, dan pelestarian budaya lokal, serta menunjukkan ketertarikan pada produk yang memadukan tradisi dan teknologi. Behavior: Konsumen terbiasa membentuk rutinitas malam hari yang terstruktur, dan menggunakan teh herbal sebagai bagian dari proses relaksasi. Fitur interaktif seperti QR Code musik alam dan budaya menjadi daya tarik emosional. Mereka cenderung memilih merek yang menawarkan pengalaman holistik, bukan hanya produk. Targeting Differentiated Targeting Strategy: Lumans Bliss menghadirkan varian produk dengan kombinasi rempah lokal seperti pala dan cengkeh, dipadukan dengan teknologi seperti QR audio musik, serta desain kemasan estetis yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing segmen usia. Concentrated Targeting Strategy: Fokus utama diarahkan pada usia 18–50 tahun di wilayah perkotaan yang aktif secara digital dan sedang membangun kebiasaan relaksasi terstruktur. Custom Targeting Strategy: Lumans Bliss menyediakan pengalaman personal melalui kemasan interaktif, audio dan musik yang menenangkan suasana hati, yang memberikan sentuhan budaya lokal yang emosional dan bermakna. Positioning Lumans Bliss diposisikan sebagai teh herbal berbasis rempah lokal Sulawesi Utara dengan pendekatan teknologi relaksasi digital untuk gaya hidup mindful generasi modern. Keunikan produk ini adalah: Inovasi rempah pala & cengkeh dari Sulawesi Utara dalam format teh herbal modern. Menghadirkan relaksasi holistik dengan integrasi QR musik, kemasan modern berbudaya lokal, dan desain sensorik. Mendukung budaya lokal dan keberlanjutan melalui cerita budaya dan bahan baku alami Indonesia. Ukuran Pasar Total Addressable Market (TAM): Populasi dewasa muda di Indonesia (18–50 tahun) ± 130 juta jiwa. Mengacu pada data nasional, sekitar 70–80% mengalami gangguan tidur ringan atau stres akibat gaya hidup urban. → Estimasi TAM Lumans Bliss: ±84 juta orang. Serviceable Addressable Market (SAM): Fokus pada segmen usia 18–50 tahun di kota besar yang memiliki akses digital dan kepedulian terhadap wellness. → Estimasi SAM di wilayah fokus: ±15 juta orang. Serviceable Obtainable Market (SOM): Target jangka pendek (5 bulan pertama): Sekitar 0,001–0,002% dari SAM → 150–300 pengguna aktif. Dengan asumsi konsumsi 1 unit per bulan dan harga Rp25.000/unit, potensi pendapatan awal berkisar: Rp3.750.000 – Rp7.500.0000 per bulan, atau Rp18.750.000 – Rp37.500.000 dalam 5 bulan. Estimasi Pangsa Pasar Dihitung Target SOM = 300 pengguna dari 15 juta SAM → 0,002% pangsa pasar awal. Dengan pertumbuhan industri wellness (CAGR global ~7–8%), potensi pertumbuhan Lumans Bliss dalam 1–2 tahun dapat mencapai penetrasi 0,01–0,05% dari SAM, setara dengan 1.500–7.500 konsumen aktif, seiring dengan peningkatan kapasitas produksi dan distribusi secara bertahap. Keunggulan Diferensiasi Lumans Bliss: Integrasi digital: QR musik & ambiens, kemasan interaktif. Fokus bahan lokal: Rempah khas Sulawesi Utara (pala dan cengkeh). Pengalaman emosional: Teh sebagai bagian dari rutinitas malam dan self-care. Desain sensorik & modern: Sesuai dengan selera generasi digital-native. Data Valid & Relevan BSIP Pertanian: Mengembalikan Kejayaan Teh Indonesia Suara USU: Minat Gen Z Terhadap Budaya Lokal di Tengah Arus Globalisasi Sleep Disturbances and Depression Levels among General Indonesian Population: A National Survey Data survei internal Lumans Bliss (2025) dengan responden dari berbagai latar belakang di Sulawesi Utara. Inovasi Inovasi dari Lumans Bliss merupakan penerapan teknologi terbaru dan modern yang mempertimbangkan nilai kearifan lokal sampai tujuan beserta manfaat dari produk kami. Penggunaan bahan lokal dengan sejarah dan cerita yang kental berupa cengkih dan pala dalam bentuk produk berkemasan kekinian menjadi identitas inovasi utama Lumans Bliss. Melalui proses peracikan yang presisi, Lumans Bliss menawarkan pengalaman penuh makna dan cerita yang dapat menenangkan pikiran dan memberikan kehangatan dalam setiap seduhan teh. Sebagai bentuk inovasi yang menggabungkan tradisi dan teknologi, Lumans Bliss menghadirkan fitur QR (Quick Response) code pada bagian pegangan teh celup yang dapat dipindai untuk mengakses suara ambiens menenangkan seperti gemericik air, semilir angin pegunungan, atau nyanyian alam Nusantara bahkan musik lokal khas Sulawesi Utara. Inovasi ini dirancang untuk memperkaya pengalaman menikmati teh herbal tidak hanya dari sisi rasa dan aroma, tetapi juga dari suasana yang mendampingi. Dengan menyeduh secangkir Lumans Bliss dan mendengarkan suara alam melalui tautan audio tersebut, konsumen diajak untuk benar-benar beristirahat sejenak dari hiruk-pikuk dunia dan menikmati momen relaksasi yang utuh, menyatu dengan ketenangan yang diwariskan dari tanah air lokal Indonesia. Untuk mendukung integrasi fitur QR code yang mengakses musik ambiens, seluruh file audio akan disimpan secara aman di cloud drive berupa Google Drive. Setiap kemasan kantong teh dari Lumans Bliss akan memiliki QR code unik yang terhubung langsung ke file audio yang sesuai dengan tema dan suasana kearifan lokal yang menenangkan. Ke depannya, sistem ini akan dikembangkan lebih lanjut melalui pembuatan microsite resmi Lumans Bliss yang memuat pemutar audio terintegrasi, cerita budaya di balik bahan teh, serta elemen visual yang mendukung suasana relaksasi. Inovasi ini bertujuan memperkaya momen menikmati teh dengan pengalaman multisensorik yang menenangkan, memperkuat identitas lokal, dan menjadikan Lumans Bliss sebagai pelopor produk teh herbal yang menyatukan rasa, suasana, dan warisan budaya Indonesia. Keunikan Lumans Bliss merupakan teh herbal yang diracik dari rempah pala dan cengkeh asli Sulawesi Utara, yang secara tradisional dikenal ampuh dalam membantu menenangkan sistem saraf dan merilekskan tubuh. Kandungan senyawa alami seperti myristicin pada pala dan eugenol pada cengkeh berperan sebagai penenang ringan yang mendukung proses tidur alami tanpa efek ketergantungan. Teh ini dirancang khusus untuk membantu mengatasi keluhan insomnia dan gangguan tidur lainnya, menjadikannya solusi alami bagi siapa saja yang mengalami stres, sulit tidur, atau sering terbangun di malam hari. Dengan rutin mengkonsumsi Lumans Bliss sebelum tidur, tubuh dan pikiran lebih mudah memasuki fase relaksasi mendalam, sehingga kualitas tidur meningkat dan tubuh terasa segar saat bangun. Sebagai pelengkap pengalaman, setiap seduhan teh dilengkapi fitur QR code yang menghubungkan konsumen ke suara ambiens alam Nusantara. Suara seperti hujan lembut atau angin pegunungan menambah suasana tenang, menciptakan kondisi ideal untuk tidur yang lebih cepat dan lebih nyenyak. Berbeda dengan teh herbal maupun teh celup pada umumnya, Lumans Bliss menyajikan produk teh celup berbasis daun teh herbal dan sentuhan dari bahan lokal Sulawesi Utara berupa cengkeh dan pala yang dikemas dalam unsur modern, memberikan kombinasi yang unik dan pengalaman baru yang menenangkan dan menyenangkan dalam tiap kemasan produk Lumans Bliss. Penggunaan Bahan Lokal Lumans Bliss berkomitmen untuk menggunakan bahan baku lokal yang berasal dari kekayaan hayati Sulawesi Utara, khususnya rempah pala dan cengkeh. Pemilihan bahan ini didasarkan pada karakteristik khasnya yang tidak hanya memiliki aroma dan rasa kuat, tetapi juga menyimpan manfaat kesehatan yang relevan dengan fungsi utama produk sebagai minuman penenang dan pendukung tidur berkualitas. Kriteria utama dalam penggunaan bahan lokal meliputi keaslian sumber, kualitas pengolahan, serta kesesuaian dengan standar herbal konsumsi. Kami memastikan bahwa bahan yang digunakan berasal dari wilayah penghasil pala dan cengkeh unggulan di Sulawesi Utara, yang telah dikenal luas akan mutu rempahnya. Produk yang dipilih harus melalui proses pengolahan yang tepat agar kandungan aktif di dalamnya tetap terjaga. Bahan baku yang digunakan diperoleh melalui kemitraan langsung dengan petani lokal di Sulawesi Utara, khususnya dari wilayah penghasil rempah unggulan yang telah dikenal luas akan mutu pala dan cengkihnya. Kami memastikan bahwa setiap bahan melewati proses panen dan pengolahan yang memperhatikan keaslian sumber, kualitas, dan kelayakan konsumsi herbal agar kandungan aktifnya tetap optimal. Selain dari sisi bahan, konten audio ambiens yang melengkapi pengalaman menyeduh teh Lumans Bliss juga merupakan hasil kolaborasi dengan musisi dan perekam suara lokal dari Sulawesi Utara. Musik dan suara alam yang digunakan direkam secara autentik di lingkungan setempat, untuk menghadirkan nuansa yang benar-benar mencerminkan keindahan dan ketenangan alam Nusantara. Melalui sinergi antara petani dan seniman lokal ini, Lumans Bliss tidak hanya menjadi produk minuman, tetapi juga media pelestarian budaya dan ekonomi komunitas lokal. Strategi Pemasaran Strategi pemasaran yang digunakan oleh Lumans Bliss bertujuan untuk membangun pasar yang stabil dan menghindari kerugian penjualan dengan menyasar target konsumen yang tepat, terutama masyarakat urban kelas menengah ke atas yang peduli terhadap kesehatan mental dan fisik. Produk yang ditawarkan adalah teh rempah alami berbahan dasar pala, cengkeh, dan herbal lokal, yang dikemas secara modern dan dilengkapi dengan teknologi QR code untuk mengakses konten suara ambiens dan musik lokal yang menenangkan. Strategi pemasaran dilakukan secara produktif dan adaptif melalui media digital seperti media sosial dan marketplace, serta metode konvensional seperti promosi langsung dan partisipasi dalam pameran produk lokal.. Pemasaran Digital Di era teknologi yang semakin maju, pemasaran melalui media digital menjadi pilihan yang sangat efektif karena dapat menjangkau khalayak luas secara cepat. Beberapa metode digital yang diterapkan antara lain: Pembuatan video promosi pembuatan yang menampilkan khasiat alami teh pala dan cengkeh, visual estetis penyeduhan dengan latar suara relaksasi (ASMR). Video dipublikasikan di Instagram, TikTok, Facebook, dan WhatsApp Business, memanfaatkan fitur story, reels, dan live. Optimasi media sosial dilakukan dengan menyusun feed yang estetis, terintegrasi dengan narasi brand dan testimoni pengguna. Gunakan konten visual profesional (kamera produk, animasi, testimonial audio visual) untuk meningkatkan daya tarik produk. Pemasaran Offline Lumans Bliss juga menerapkan pemasaran offline untuk membangun kepercayaan dan menjangkau pelanggan yang belum aktif di platform digital, melalui: Partisipasi dalam pameran teknologi, inovasi daerah, dan event wellness untuk mendemonstrasikan fungsi alat secara langsung. Booth interaktif di pusat perbelanjaan atau acara komunitas yang memberikan pengalaman langsung mencoba produk. Menyediakan brosur berisi informasi produk. Saluran Distribusi Untuk memperluas jangkauan pasar, Lumans Bliss menerapkan strategi distribusi yang efisien dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Toko Retail Strategis: Akan dibuka booth di toko makan (seperti lokasi pemasaran produk, Rm Fadillah) dan akan tersebarluaskan kedepannya. Agen penjualan mandiri: Akan diberdayakan untuk menjangkau wilayah suburban dan pedesaan sebagai reseller atau dropshipper. Platform Kurir Terintegrasi: Seperti Indrive dengan layanan tracking real-time untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan. Strategi Promosi Influencer Marketing Tim Lumans Bliss berperan sebagai influencer. Tim kami secara aktif membangun personal branding yang autentik dan kredibel di media sosial dengan memproduksi konten seputar gaya hidup sehat, edukasi manfaat teh herbal pala dan cengkeh, serta penerapannya dalam rutinitas self-care sehari-hari. Konten yang dibuat mencakup review produk, unboxing, tutorial penyajian teh, hingga momen relaksasi yang dikaitkan dengan nilai budaya lokal. Strategi ini dipilih untuk menciptakan kedekatan emosional yang kuat dengan audiens, menjaga kontrol narasi brand secara utuh, serta membangun hubungan yang lebih personal dan konsisten antara produk dan konsumennya. Word of Mouth Marketing Strategi word of mouth dilakukan dengan cara: Menyediakan produk berkualitas tinggi dan layanan memuaskan agar konsumen merasa nyaman dan ingin merekomendasikannya. Memberikan pengalaman menyeluruh melalui kemasan estetis, layanan cepat, dan konten digital yang menenangkan. Mengadakan program referral agar pelanggan bisa mendapat bonus atau diskon dengan mengajak orang lain membeli. Hubungan Pelanggan (Customer Relationship) Kami menyediakan layanan pelanggan yang responsif melalui berbagai kanal seperti: Nomor hotline, WhatsApp Business, dan live chat di media sosial resmi. Customer service akan aktif menanggapi pertanyaan, keluhan, serta memberikan panduan penggunaan produk. Seluruh interaksi dicatat sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan. Kami juga berkomitmen untuk menjaga kepuasan pelanggan dengan: Survei kepuasan berkala menggunakan Google Form yang disebarkan lewat email dan media sosial. Feedback otomatis setelah pembelian untuk menilai pengalaman pelanggan. Strategi Pembayaran Untuk mendukung kemudahan transaksi, kami menyediakan beberapa metode pembayaran, antara lain: Pembayaran tunai (cash) saat pembelian langsung di booth atau toko mitra. Transfer bank (debit) melalui nomor rekening resmi usaha, dengan informasi tersedia di kasir dan invoice digital. QRIS, sebagai metode pembayaran utama untuk transaksi praktis di berbagai lokasi dan mendukung dompet digital seperti: OVO GoPay DANA ShopeePay serta semua mobile banking (BCA, BRI, Mandiri, BNI) baik di iOS maupun Android. Edward G. A. Tatambihe adalah seorang pemimpin muda yang memiliki kemampuan manajemen waktu yang luar biasa serta dedikasi tinggi terhadap tanggung jawab. Kini menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) dalam tim wirausaha, Edward dikenal sebagai sosok yang mampu menjaga ritme kerja tim tetap teratur dan efisien, bahkan di tengah tenggat waktu yang padat dan tekanan tinggi. Berbekal pengalaman aktif di berbagai organisasi, Edward telah terlatih untuk bekerja dalam dinamika tim yang kompleks dan penuh tuntutan. Ia terbiasa berada di lingkungan yang mengharuskan kerja sama lintas bidang serta koordinasi yang presisi—membentuknya menjadi pribadi yang sigap, adaptif, dan terorganisir. Dalam setiap peran yang ia jalani, Edward selalu menunjukkan komitmen penuh dan hasil kerja yang konsisten. Kedisiplinannya dalam menyusun prioritas, menyelesaikan tugas-tugas krusial, serta memastikan setiap target tim tercapai, menjadikannya sosok yang dipercaya untuk memimpin dan menjaga stabilitas operasional usaha. Ia juga terbiasa menangani berbagai jenis proyek secara paralel, yang memperkuat kemampuannya dalam menjaga kualitas di tengah beban kerja yang tinggi. Dengan latar belakang kepemimpinan yang kuat, keterampilan interpersonal yang solid, serta kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan secara efisien dan bertanggung jawab, Edward membawa semangat profesionalisme dan ketangguhan ke dalam setiap langkah yang diambil tim. Ia bukan hanya menjalankan peran sebagai CEO, tetapi juga menjadi pusat koordinasi yang menghubungkan ide, eksekusi, dan keberhasilan. Fadillah S. Adam, seorang individu yang penuh dedikasi dan ketekunan, kini memegang peran strategis sebagai Chief Financial Officer (CFO) dengan keunggulan dalam mengelola keuangan secara cermat dan efisien. Sejak usia dini, Fadillah telah akrab dengan dunia usaha melalui pengalamannya membantu orang tua di rumah makan keluarga. Keterlibatannya sejak bangku sekolah dasar memberikan pemahaman mendalam tentang tanggung jawab, kedisiplinan, dan pentingnya pengelolaan keuangan dalam menjalankan usaha. Kemampuan Fadillah dalam mengatur uang semakin diasah ketika ia menjadi bagian dari divisi dana dan konsumsi. Dalam peran tersebut, ia terbiasa menyusun anggaran, mengelola arus kas kegiatan, dan memastikan efisiensi dalam setiap pengeluaran. Ketelitian dan ketegasannya dalam menjaga stabilitas finansial membuatnya dipercaya untuk mengawasi dan mengelola aspek keuangan secara keseluruhan. Sebagai CFO, Fadillah menunjukkan komitmen tinggi terhadap transparansi dan akurasi dalam pencatatan keuangan. Ia tidak hanya menjalankan tanggung jawab administratif, tetapi juga berperan aktif dalam menyusun strategi finansial jangka panjang demi keberlangsungan dan pertumbuhan usaha. Kepekaannya terhadap detail serta sikap tanggap dalam menghadapi tantangan keuangan menjadikannya sosok yang tangguh dan dapat diandalkan. Fadillah S. Adam adalah cerminan dari seorang pemimpin muda yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi. Dengan kombinasi antara pengalaman lapangan sejak kecil dan keterampilan manajerial yang terus diasah, Fadillah mampu menjembatani visi bisnis dengan realitas keuangan, serta memastikan setiap keputusan yang diambil membawa manfaat maksimal bagi keberhasilan usaha. Michelia I. Sonambela adalah seorang profesional yang saat ini menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO) dan dikenal karena kemampuannya dalam memasarkan produk-produk berbasis teknologi dan manufaktur. Meski tidak memulai karirnya dari jalur wirausaha, Michelia memiliki keahlian kuat dalam strategi komunikasi, promosi digital, dan pengembangan merek, yang sangat penting untuk memperkenalkan produk teknologi ke pasar yang lebih luas. Ia telah berpengalaman dalam memasarkan berbagai produk inovatif, mulai dari barang kebutuhan sehari-hari dengan sentuhan teknologi hingga produk manufaktur yang menggunakan bahan lokal. Michelia handal dalam memahami kebutuhan pasar dan menyampaikannya lewat strategi pemasaran yang menarik dan berbasis data. Di tengah perkembangan era digital dan Industri 4.0, Michelia mengandalkan media sosial dan teknologi digital untuk membangun sistem pemasaran yang terhubung secara menyeluruh. Ia terbiasa membuat konten visual dan interaktif yang menarik, serta mampu menjangkau konsumen melalui berbagai saluran online seperti Instagram, TikTok, dan platform e-commerce. Sebagai CMO, Michelia tidak hanya fokus mempromosikan produk, tetapi juga menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi pelanggan. Ia percaya bahwa pemasaran yang baik harus mampu menyampaikan nilai dan manfaat teknologi secara jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat. Ia juga terus mendorong inovasi dalam cara pemasaran agar produk lebih relevan dengan gaya hidup dan kebutuhan konsumen masa kini. Dengan kemampuannya dalam menganalisis pasar, berpikir strategis, serta menguasai teknologi digital, Michelia membuktikan bahwa keberhasilan dalam memasarkan produk teknologi bukan hanya soal menjual, tapi juga membangun hubungan yang kuat antara produk dan penggunanya. Ellohim M. Kuron adalah seorang Chief Operating Officer (COO) yang dikenal karena kepemimpinannya yang tegas, disiplin tinggi, serta kemampuannya mengelola berbagai aspek operasional dengan efisiensi dan ketepatan. Berpengalaman sebagai ketua organisasi dan aktif dalam berbagai ajang pageant, Ellohim membangun reputasi sebagai pemimpin muda yang tidak hanya piawai dalam perencanaan strategis, tetapi juga unggul dalam menjaga stabilitas dan kinerja tim di tengah tekanan. Sebagai pribadi yang terbiasa bekerja dalam lingkungan kompetitif dan penuh tuntutan, Ellohim mengembangkan kepekaan tinggi terhadap detail dan ritme kerja yang terstruktur. Pengalaman organisasionalnya membentuknya menjadi sosok yang adaptif, komunikatif, dan mampu menjembatani berbagai perbedaan dalam tim—menjadikannya elemen kunci dalam menjaga operasional tetap selaras dengan visi besar tim wirausaha yang ia pimpin. Keseimbangan antara sisi profesional dan karismatiknya tercermin dari partisipasinya dalam berbagai kompetisi pageant. Pengalaman ini memperkaya kemampuannya dalam membangun citra diri, mempresentasikan gagasan dengan percaya diri, serta menyampaikan keputusan secara meyakinkan di depan publik maupun tim internal. Dengan keunggulan dalam manajemen waktu, penyusunan prioritas, serta ketelitian dalam menjalankan setiap tahap operasional, Ellohim memastikan bahwa target-target tim dapat tercapai secara konsisten. Ia terbiasa menangani banyak proyek secara simultan dan tetap menjaga kualitas serta performa pada level terbaik. Dalam perannya sebagai COO, Ellohim tidak hanya menjadi penjaga kestabilan sistem kerja, tetapi juga menjadi penggerak inovasi, pendorong produktivitas, dan jembatan komunikasi antar lini. Ia mewakili kombinasi ideal antara integritas, profesionalisme, dan ketegasan—membawa timnya untuk terus berkembang dan melampaui ekspektasi. Reinhard G. M. Runkat adalah seorang desainer kreatif yang menjabat sebagai Design Executive Officer (DEO). Dengan keahlian yang luas dalam berbagai jenis desain—mulai dari desain grafis, identitas merek, hingga desain kemasan produk—Reinhard memiliki peran penting dalam membentuk citra visual dan estetika produk-produk Lumans Bliss. Berpengalaman dalam menangani berbagai proyek desain, Reinhard dikenal karena kemampuannya menggabungkan nilai estetika dengan fungsionalitas. Ia mengedepankan desain yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga komunikatif dan selaras dengan identitas brand. Komitmennya terhadap detail dan konsistensi membuat setiap karya desain yang dihasilkannya mampu memperkuat nilai jual dan daya tarik produk. Sebagai DEO, Reinhard memimpin pengembangan visual branding Lumans Bliss, memastikan setiap elemen desain—dari logo, kemasan, hingga materi promosi digital dan cetak—memiliki tampilan profesional, khas, dan mudah dikenali oleh konsumen. Fisik (Sarana dan Prasarana Produksi) Lumans Bliss, sebagai usaha di bidang manufaktur dan teknologi terapan, memiliki sarana dan prasarana produksi yang sangat memadai dan mendukung seluruh tahapan proses, mulai dari pengolahan bahan baku hingga distribusi produk ke konsumen. Sarana fisik yang dimiliki dan dibutuhkan dijabarkan sebagai berikut: Bahan Baku Utama dan Penunjang Produksi Rempah pala dan cengkeh berkualitas tinggi dari Sulawesi Utara. Bahan tambahan alami seperti daun teh, kayu manis, atau herbal lokal lainnya untuk pengembangan varian produk. Kemasan food-grade (pouch teh, label QR code, dan box pengiriman ramah lingkungan). Peralatan Produksi Mesin herbal grinder: Untuk proses penggilingan bahan rempah dan basis teh secara efisien dengan tekstur dan hasil yang berkualitas. Alat pengering (dehydrator): Untuk memastikan bahan kering sempurna tanpa mengurangi kandungan aktifnya. Saringan stainless, timbangan digital presisi, serta sealer otomatis untuk pengemasan higienis. Fasilitas Produksi dan Penyimpanan Lokasi produksi dan gudang: Jl. Bethesda, Sea II, Kec. Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia, Kode Pos 95662. Tersedia ruang produksi bersih, rak penyimpanan bahan kering, meja stainless, serta alat kebersihan. Pengemasan dilakukan secara manual semi-industri dengan pengawasan mutu secara langsung. Peralatan Pendukung Distribusi dan Digitalisasi Kendaraan operasional roda dua dan empat untuk pengiriman produk lokal. Perangkat digital: Laptop, ponsel bisnis, kamera produk, serta koneksi internet milik tim untuk mendukung penjualan daring. Sarana tersebut secara menyeluruh mampu mendukung kapasitas produksi hingga 160 kemasan box/bulan dan disesuaikan dengan permintaan pasar. Non-Fisik (Support System dan Jejaring Usaha) Sumber daya non-fisik dalam bentuk SDM, kemitraan, dan jejaring pendukung usaha yang dimiliki Lumans Bliss terbukti sangat relevan dan mendukung keberlanjutan serta pertumbuhan usaha, termasuk dalam penguatan kualitas produk, legalitas, serta penetrasi pasar. Tim Pelaksana Usaha Produksi & R&D: Bertanggung jawab atas proses pembuatan dan inovasi produk baru. Pemasaran & Digital Media: Menyusun strategi promosi, branding, dan pengelolaan konten digital. Customer Relationship & Penjualan: Mengelola pelayanan pelanggan dan relasi komunitas. Manajemen Mutu dan Legalitas: Memastikan kepatuhan pada standar keamanan produk dan pengurusan sertifikasi. Kemitraan Strategis Komunitas Petani Rempah Sulawesi Utara Menyediakan bahan baku segar dan ramah lingkungan secara berkelanjutan. Kolaborasi ini juga mendorong pemberdayaan petani lokal melalui skema pembelian langsung (fair trade). Komunitas Budaya & Musisi Lokal Kemitraan dengan komunitas budaya dan musisi lokal Sulawesi Utara mendukung Lumans Bliss dalam menghadirkan pengalaman relaksasi yang kaya akan nilai budaya. Musisi lokal menciptakan konten audio seperti musik Kolintang dan suara alam daerah, yang diakses melalui QR code pada kemasan. Kolaborasi ini memperkuat identitas produk, sekaligus memberdayakan seniman lokal melalui pelestarian budaya dan dukungan ekonomi yang berkelanjutan. Jejaring Usaha dan Platform Penjualan Berjejaring melalui komunitas pelaku UMKM kreatif dan inovatif di Sulut. Aktif dalam kegiatan promosi online dan offline seperti bazar lokal, pameran industri kreatif, dan kampanye digital di media sosial. Data Pendukung Menurut data dari Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara, subsektor industri pengolahan makanan dan minuman mengalami pertumbuhan sebesar 4,21% pada tahun 2023, terutama didorong oleh permintaan produk berbasis herbal dan sehat. Survei internal terhadap ±150 konsumen menunjukkan bahwa 72% tertarik dengan fitur QR code yang menggabungkan teh herbal dan elemen audio relaksasi. Perhitungan Jumlah Unit Produksi : 800 Unit Harga Jual Per Unit: : Rp 25.000/unit Total Biaya : Rp 14.500.000 Biaya Tetap : Rp 7.648.000 Biaya Variabel : Rp 6.852.000 Biaya Variabel per Unit : Rp 6.852.000/800 unit = Rp 8.565 ≈ Rp 8.600 /unit BEP Unit = Biaya Tetap / [Harga Jual per Unit - Biaya Variabel per Unit] = Rp 7.648.000 / [Rp 25.000 - Rp 8.600] = Rp 7.648.000 / [Rp 16.400] = 466,34 unit ≈ 467 unit BEP Rupiah = Biaya Tetap / [1 - (Biaya Variabel per Unit / Harga Jual per Unit)] = Rp 7.648.000 / [1 - ( Rp 8.600 / Rp 25.000)] = Rp 7.648.000 / [ 1 - 0,344] = Rp 7.648.000 / 0,656 = Rp 11.658.536,58 Pay Back Period = ([Biaya Tetap + Biaya Variabel] / Keuntungan) x Lama Penjualan = (Rp 14.500.000 / Rp 5.500.000) x 5 bulan = 2,63 x 5 bulan = 13,15 bulan Revenue / Cost Ratio = Hasil Usaha / Total Biaya Penjualan = (Harga Jual Per Unit x Jumlah Unit)/ Total Biaya Penjualan = (Rp 25.000 x 800) / Rp 14.500.000 = Rp 20.000.000 / Rp 14.500.000 = 1,38
Penutup : Lumans Bliss bukan sekadar produk teh herbal, tetapi merupakan representasi dari semangat inovasi dan kepedulian terhadap kesehatan berbasis kearifan lokal. Melalui racikan rempah pala dan cengkeh khas Sulawesi Utara, serta sentuhan teknologi berupa QR code suara ambiens, kami menghadirkan pengalaman minum teh yang menenangkan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern—khususnya mereka yang mengalami gangguan tidur atau tekanan hidup sehari-hari. Dengan dukungan dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), kami meyakini bahwa Lumans Bliss dapat tumbuh menjadi produk yang tidak hanya unggul secara fungsional dan kreatif, tetapi juga berdampak sosial dan ekonomi. Melalui pengembangan berkelanjutan, pemasaran digital, dan peningkatan kualitas produksi, kami berkomitmen untuk membawa produk ini ke pasar yang lebih luas serta menjadikannya sebagai salah satu solusi alami untuk kualitas hidup yang lebih baik. Kami percaya bahwa dengan kolaborasi, kerja keras, dan bimbingan dari P2MW, Lumans Bliss akan berkembang menjadi usaha mahasiswa yang mandiri, berkelanjutan, dan membanggakan. Besar harapan kami agar proposal ini mendapat dukungan penuh untuk diwujudkan dalam bentuk usaha nyata yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
