Nama Bisnis : inslove
Kategori Usaha : Makanan dan Minuman
Tahapan Usaha : Tahapan Bertumbuh
Merek/ Nama Produk : inslove/kue babon khas lampung
Nama Komunitas : HIPMI PT dan UMKM CENTRAL 19
NIB : 0802240025527
Tahun NIB :
Nama Institusi : Institut Informatika Dan Bisnis Darmajaya
Platform Penjualan : instagram dan tiktok
Akun Media Sosial : @inslove.bakery
Situs Bisnis : : https://www.instagram.com/inslove.bakery?igsh=Z2diMzJsanduaHlt
Lokasi Bisnis : natar, dusun II sindang sari, Lampung selatan
Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/TyQUoCTdCyoWUTFK6?g_st=com.google.maps.preview.copy
Latar Belakang : Inslove merupakan usaha kuliner berbasis kue tradisional khas Lampung yang lahir dari kecintaan pendirinya terhadap dunia kuliner sejak usia muda. Awalnya bernama Inscakeandpastry, usaha ini berfokus pada produksi kue kering klasik secara rumahan. Pada tahun 2024, dilakukan rebranding menjadi “Inslove”, yang bermakna “dibuat dengan cinta,” selaras dengan slogan “Made by Heart.” Transformasi ini menjadi langkah penting untuk membangun identitas merek yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pasar. Momentum penting bagi Inslove terjadi saat berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2024, yang menjadi titik balik dalam penguatan legalitas usaha, peningkatan kapasitas produksi, dan perluasan pasar. Dana P2MW digunakan untuk membangun branding, memperluas distribusi, dan meningkatkan kualitas produk. Kini Inslove memiliki NIB, PIRT, proses sertifikasi halal, serta merek dagang resmi. Secara bertahap, Inslove tumbuh menjadi pelaku UMKM muda yang adaptif dan inklusif. Melalui keterlibatan aktif di komunitas seperti HIPMI PT dan UMKM Central 19, usaha ini memperluas jaringan, berpartisipasi dalam bazar dan business matching, hingga lolos KMI Expo 2024. Aktivitas ini membuka peluang kemitraan dengan pelaku industri dan distributor oleh-oleh, menandai perluasan pasar ke luar daerah seperti Palembang, dengan dukungan 14 reseller aktif. Produk unggulan Inslove adalah kue babon khas Lampung, yang menyumbang lebih dari 45% penjualan total. Kue ini dipilih karena memiliki nilai budaya tinggi dan disukai masyarakat. Dengan mempertahankan bahan lokal tanpa pengawet dan pengemasan higienis modern, Inslove menghadirkan kombinasi antara keaslian rasa tradisional dan tampilan modern. Pertumbuhan usaha juga sejalan dengan misi sosial Inslove dalam pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya ibu rumah tangga di Desa Sindangsari, Lampung Selatan. Melalui pelatihan dan keterlibatan langsung dalam produksi, Inslove menciptakan lapangan kerja baru dan berkontribusi terhadap pengurangan pengangguran perdesaan. Berdasarkan data BPS Lampung (2023), terdapat 326.505 UMKM di provinsi ini, dengan 99,5% merupakan usaha mikro. Inslove menempatkan diri sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor tersebut melalui inovasi, kolaborasi, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Dengan visi menjadi pelopor UMKM lokal yang berkelanjutan, Inslove tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga membawa misi sosial dan budaya. Usaha ini berkomitmen untuk berkontribusi pada Indonesia Emas 2045, melalui pemberdayaan ekonomi lokal, inovasi produk berbasis tradisi, dan pembangunan ekosistem UMKM yang inklusif, adaptif, serta bernilai tinggi bagi masyarakat.
Deskripsi Usaha : Inslove adalah usaha kuliner lokal yang berfokus pada pengembangan dan inovasi kue tradisional khas Lampung dengan cita rasa autentik dan kemasan modern. Usaha ini hadir sebagai bentuk pelestarian budaya lokal melalui produk unggulannya, yaitu kue babon khas Lampung yang dikreasikan dengan varian rasa dan konsep berkelanjutan. Sejak rebranding pada tahun 2024, Inslove berkomitmen menjadi UMKM muda yang adaptif, inovatif, dan berdampak sosial dengan melibatkan ibu rumah tangga di sekitar rumah produksi sebagai tenaga kerja utama. Melalui prinsip “Made by Heart”, setiap produk dibuat dengan cinta dan ketulusan untuk menghadirkan cita rasa tradisional yang relevan dengan selera modern. Selain menghasilkan produk berkualitas, Inslove juga memiliki visi untuk memperkuat ekonomi lokal, memperluas jaringan reseller, serta berkontribusi terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045 melalui wirausaha berbasis budaya dan keberlanjutan.
Penutup : Sebagai penutup, Inslove hadir bukan sekadar sebagai pelaku usaha kuliner, tetapi sebagai simbol semangat kewirausahaan muda yang berakar pada nilai-nilai lokal dan berorientasi pada keberlanjutan. Melalui inovasi produk, pemberdayaan masyarakat, dan komitmen terhadap kualitas, Inslove berupaya menjadi contoh nyata bahwa usaha kecil mampu memberikan dampak besar bagi lingkungan sosial dan ekonomi. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk program P2MW, menjadi fondasi penting dalam perjalanan transformasi ini. Ke depan, Inslove bertekad untuk terus tumbuh, memperluas jangkauan pasar, dan mengangkat kebanggaan kuliner Lampung ke tingkat nasional. Dengan semangat “Made by Heart”, kami percaya bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan dengan cinta dan dedikasi akan membawa perubahan besar bagi masa depan UMKM Indonesia.
