Loading...

Detail Bisnis

Hellos Healthy Local Snack

Nama Bisnis : Hellos Healthy Local Snack

Kategori Usaha : Makanan dan Minuman

Tahapan Usaha : Tahapan Bertumbuh

Merek/ Nama Produk : Hello's

Nama Komunitas :

NIB : 2506240042248

Tahun NIB :


Nama Institusi : Universitas Lambung Mangkurat

Platform Penjualan : GoFood, GrabFood, ShopeeFood

Akun Media Sosial : @hellos.snack

Situs Bisnis : https://taplink.cc/hellos.snack, https://ppdbqha2425.my.canva.site/website-hello-s-situs-web

Lokasi Bisnis : Jl.Griya Wahyu Perdana Blok B no.7 RT 005 RW 004 Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan 70713

Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/qsPZmUaLzkrPYe2h8


Latar Belakang : Hello’s (Healthy Local Snack) merupakan usaha camilan sehat yang dirintis sejak bulan Juni tahun 2024 di Kota Banjarbaru. Ide usaha ini muncul karena melihat melihat pesatnya trend kuliner yang terus berkembang serta kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar mengonsumsi camilan, bahkan sebagian besar masyarakat, termasuk mahasiswa ataupun orang tua yang memiliki kesibukan seringkali mengandalkan camilan sebagai sumber asupan karena tidak sempat membuat makanan sendiri di rumah. Berdasarkan hasil Survei dari State of Snacking 2020 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia kini lebih sering ngemil dibandingkan makan berat. Sayangnya, camilan yang sering dikonsumsi cenderung tidak memiliki kandungan gizi yang seimbang serta tinggi MSG dan terdapat bahan pengawet sehingga apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan (Dwijayanti, 2022). Oleh karena itu, pemilihan camilan yang tepat sangat penting, karena dapat menjadi sumber energi tambahan yang bermanfaat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Berdasarkan permasalahan tersebut, Hello’s hadir sebagai solusi inovatif dengan menawarkan camilan sehat yang menggunakan bahan lokal alami khas Kalimantan Selatan yaitu Kelakai (Stenochlaena palustris) yang dikenal memiliki kandungan zat besi yang tinggi sehingga dapat membantu mencegah anemia. Dalam 100 gram daun kelakai segar, kandungan zat besinya bervariasi antara 291 mg hingga 3285 mg, tergantung jenis dan cara pengolahannya (Rahayu, 2017). Zat besi berperan penting dalam mencegah anemia, terutama pada wanita usia subur yang memiliki kebutuhan zat besi harian sebesar 26 mg, sementara pria dewasa memerlukan sekitar 13 mg (AKG, 2019). Menurut penelitian Sulistyaningrum dkk. (2022), penggunaan daun kelakai sebanyak 250–350 gram, atau sekitar 50% dari berat daging ikan, memberikan hasil terbaik dalam hal rasa, aroma, dan tekstur pada produk. Jika hal ini diterapkan pada resep dimsum ayam dengan 100 gram daging dan 80-100 gram tepung, penambahan sekitar 50 gram daun kelakai sudah cukup seimbang untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian serta dapat menjaga rasa dan tekstur dimsum. Pengolahan daun kelakai menjadi dimsum dilakukan dengan cara dikukus, yang umum digunakan masyarakat Dayak dalam mengolah sayuran lokal, termasuk kelakai. Metode pengolahan makanan dengan cara dikukus ataupun direbus dinilai lebih baik dibandingkan metode penggorengan karena mampu mempertahankan kandungan mineral dan menurunkan zat anti nutrisi pada sayuran hijau (Rahayu dkk, 2022). Penelitian Savitri dkk, (2021) menunjukkan bahwa infusa daun kelakai yang dibuat pada suhu 90°C memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Suhu tersebut tidak jauh berbeda dengan proses perebusan dan pengukusan (±100°C) yang digunakan dalam pembuatan dimsum. Oleh karena itu, meskipun melalui proses pemanasan, daun kelakai yang diolah dalam bentuk dimsum masih berpotensi untuk memberikan manfaat bagi kesehatan. Selain itu, dalam proses pengembangannya, Hello’s juga mulai mencoba mengolah daun kelakai menjadi bentuk tepung agar lebih fleksibel digunakan dalam berbagai produk, yang mana tepung tersebut telah terbukti memiliki nilai gizi tinggi melalui teknik pretreatment asam (Wijinindyah A dkk., 2022).

Deskripsi Usaha : Hello’s merupakan usaha yang bergerak di bidang makanan dan minuman dengan fokus pada penjualan camilan sehat berbasis kearifan lokal Kalimantan Selatan. Produk utama yang dikembangkan adalah Dimsum Kelakai, yaitu dimsum dengan penambahan daun kelakai (Stenochlaena palustris) sebagai bahan khas daerah yang kaya akan zat besi, antioksidan, dan serat pangan. Usaha ini mulai beroperasi sejak tahun 2024 dan berlokasi di Jalan Rambai Tengah, Komplek Griya Wahyu Perdana Blok B No. 7, Banjarbaru. Pada awal berdirinya, Hello’s hanya memproduksi satu varian produk, yaitu Dimsum Original Kelakai. Namun seiring berjalannya waktu dan meningkatnya permintaan pasar, Hello’s terus berinovasi dengan menghadirkan varian baru seperti Dimsum Mentai Kelakai dan Dimsum Crunchy untuk memberikan variasi pilihan bagi konsumen. Perkembangan ini menunjukkan respon positif dari pasar dan membuka peluang bagi Hello’s untuk terus mengembangkan inovasi produk sesuai dengan visi dan misinya, yaitu menjadi pilihan utama masyarakat dalam menikmati camilan yang lezat, bergizi, dan terjangkau. Hello’s berkomitmen untuk selalu menggunakan bahan-bahan lokal alami yang kaya nutrisi dan berkualitas terbaik. Promosi produk Hello’s dilakukan secara langsung melalui kegiatan bazar kampus maupun komunitas lokal, serta melalui media sosial @hello.snack. Selain itu, untuk memperluas jangkauan pasar, produk Hello’s kini juga tersedia di berbagai platform pemesanan makanan online seperti ShopeeFood (Hello’s Snack), GoFood (Hello’s Snack), dan GrabFood (Hello’s – Makanan & Cemilan). Kehadiran di berbagai platform ini memudahkan konsumen untuk mendapatkan camilan sehat tanpa harus datang langsung ke lokasi usaha. Saat ini, Hello’s dikelola oleh tim yang terdiri dari empat orang mahasiswa dengan pembagian tugas yang terstruktur. Dalam perjalanannya, Hello’s tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki tujuan sosial untuk mengenalkan kearifan lokal Kalimantan Selatan ke berbagai daerah melalui inovasi camilan sehat. Sebagai singkatan dari Healthy Local Snack, Hello’s hadir untuk menghadirkan camilan sehat berbahan alami sekaligus memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat. Melalui pemanfaatan daun kelakai sebagai bahan utama, Hello’s berkomitmen untuk menciptakan produk yang menyehatkan, ramah lingkungan, dan memberdayakan masyarakat lokal.

Penutup : Melalui dukungan P2MW, Hello’s mampu berkembang menjadi usaha mahasiswa yang produktif dan berdaya saing. Dalam empat bulan, usaha ini mencatat omzet sebesar Rp17.805.000 dengan laba Rp8.340.192. Peningkatan ini menunjukkan bahwa produk camilan sehat berbasis bahan lokal memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Ke depan, Hello’s berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi, menambah varian produk, dan memperluas jangkauan pemasaran hingga ke tingkat nasional. Dengan inovasi yang berkelanjutan dan semangat untuk memanfaatkan potensi lokal, Hello’s bertekad menjadi camilan sehat khas Kalimantan Selatan yang dikenal luas dan memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar.