Nama Bisnis : Gumi Production
Kategori Usaha : Industri Kreatif, Seni, dan Budaya
Tahapan Usaha : Tahapan Awal
Merek/ Nama Produk : Gumi
Nama Komunitas :
NIB :
Tahun NIB :
Nama Institusi : Universitas Primakara
Platform Penjualan :
Akun Media Sosial : @gumiiproduction
Situs Bisnis :
Lokasi Bisnis : BTN BLOK B/NO. 22 BR. PENENJOAN DARMASABA, ABIANSEMAL, BADUNG, BALI
Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/trzeYnhGAjU3gEaP7
Latar Belakang : Di era digital yang semakin maju, dunia kreatif menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat dan peluang terbesar di Indonesia. Perkembangan teknologi, terutama media sosial dan platform video online, mengubah cara masyarakat mengonsumsi konten dan berinteraksi dengan merek. Data dari We Are Social & Hootsuite (2024) menunjukkan bahwa Indonesia memiliki 167 juta pengguna aktif media sosial, dengan 94,4% pengguna internet menonton video setiap hari, menandakan dominasi konten visual sebagai medium komunikasi dan pemasaran paling efektif. Sektor kreatif Indonesia, termasuk produksi video, desain grafis, dan branding digital, mencatat pertumbuhan signifikan yang didorong oleh permintaan konten kreatif dari UMKM, perusahaan, hingga organisasi komunitas. Menurut Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) 2023, kontribusi sektor kreatif terhadap PDB nasional mencapai 7,2% dan terus meningkat seiring dengan penetrasi digital yang semakin merata. Namun, meskipun potensi pasar sangat besar, masih banyak pelaku UMKM dan usaha mikro yang belum mampu memanfaatkan peluang ini secara optimal. Data Kementerian Koperasi dan UKM (2023) mengungkapkan bahwa dari 65 juta UMKM, hanya sekitar 22 juta yang sudah digitalisasi, sementara sisanya masih menghadapi berbagai kendala, seperti: Keterbatasan pemahaman tentang pentingnya branding visual dan strategi digital yang terintegrasi. Kesulitan mengakses layanan produksi konten berkualitas dengan biaya terjangkau. Kurangnya sumber daya kreatif yang mampu menghadirkan konten yang relevan dan menarik bagi audiens muda yang melek digital. Gumi Production hadir sebagai jembatan antara kebutuhan pasar yang berkembang pesat dan kemampuan produksi konten kreatif yang profesional dan inovatif. Sejak berdiri pada 2022, Gumi fokus pada pengembangan konten visual yang tidak hanya estetis tetapi juga strategis untuk membangun branding dan engagement yang efektif. Kami percaya bahwa dunia kreatif bukan hanya bisnis, tetapi juga wahana pemberdayaan generasi muda kreatif untuk berkontribusi dalam transformasi digital Indonesia. Melalui kolaborasi dengan berbagai pelaku usaha dan komunitas, Gumi telah membuktikan kemampuannya dalam menggarap proyek film edukasi, video musik, hingga pengelolaan media sosial yang berdampak. Dengan potensi pasar yang terus tumbuh dan kebutuhan akan konten berkualitas yang semakin tinggi, Gumi Production siap memperluas jangkauan dan memperkuat perannya sebagai agen perubahan di industri kreatif. Melalui proposal ini, kami ingin mengajak mitra dan stakeholder untuk bersama-sama menciptakan ekosistem digital yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang kerja dan pengembangan kapasitas bagi talenta-talenta muda kreatif Indonesia.
Deskripsi Usaha : Gumi Production lahir dari semangat besar untuk menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat, bukan semata demi keuntungan bisnis, tetapi sebagai bentuk kontribusi nyata bagi generasi muda, pelaku UMKM, pelestarian budaya, dan transformasi digital Indonesia. Tujuan pendiriannya sangat jelas: menjadi wadah kreatif yang tidak hanya memproduksi karya visual berkualitas, tetapi juga mengangkat nilai-nilai lokal yang mulai terlupakan, menjembatani kebutuhan branding usaha kecil yang belum tersentuh, dan membuka ruang tumbuh bagi talenta muda di era industri kreatif. Melalui lini utama produksi film dokumenter, Gumi Production berkomitmen untuk mendokumentasikan dan menyuarakan kearifan lokal serta kekayaan budaya Bali dan Indonesia kepada dunia. Film bukan hanya sebagai medium estetika, tetapi sebagai sarana edukasi, pelestarian, dan diplomasi budaya yang strategis di tengah arus globalisasi. Kami percaya bahwa ketika generasi muda terhubung dengan akar budayanya lewat cerita yang otentik, akan tumbuh rasa memiliki dan bangga terhadap identitas bangsanya. Dampak sosial yang kami tuju sangat terukur. Berdasarkan laporan We Are Social dan Meltwater (2024), lebih dari 126 juta masyarakat Indonesia usia produktif aktif di media sosial, menjadikan konten digital sebagai saluran paling strategis untuk menjangkau dan mengedukasi publik. Sementara itu, studi INDEF dan FEB UI yang didukung Google memproyeksikan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia akan mencapai USD 360 miliar pada 2030, dengan UMKM sebagai penggerak utama. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang kesulitan dalam membangun identitas visual dan strategi komunikasi digital yang efektif. Di sinilah Gumi hadir sebagai mitra strategis, bukan sekadar penyedia jasa untuk mendampingi mereka dalam memperkuat daya saing di era digital. Lebih jauh lagi, Gumi Production juga sejalan dengan arah kebijakan nasional. Strategi Pembangunan Digital 2025–2030 dari Kementerian Kominfo menekankan pentingnya peningkatan literasi digital dan penguatan ekosistem konten lokal. Gumi secara aktif mendukung hal ini melalui konten edukatif, storytelling berbasis data dan nilai, serta pelibatan komunitas dalam setiap proses produksi. Dengan pendekatan kolaboratif, teknologi yang adaptif, dan fondasi sosial yang kuat, Gumi Production memiliki peluang keberlanjutan usaha yang sangat tinggi. Kami percaya bahwa kreativitas yang digerakkan oleh nilai dan visi jangka panjang akan menghasilkan bukan hanya karya, tetapi juga warisan dampak yang bermakna.
Penutup : Gumi Production lahir dari semangat untuk menghadirkan karya visual yang tidak hanya indah secara tampilan, tetapi juga kuat dalam makna dan akar budayanya. Di tengah perkembangan dunia digital yang begitu cepat, kami percaya bahwa setiap UMKM, desa wisata, komunitas, dan lembaga lokal berhak tampil dengan cara yang otentik dan memikat. Di sinilah Gumi mengambil peran menjadi jembatan antara kekuatan cerita lokal dan kebutuhan komunikasi visual masa kini. Kami tidak hanya membuat konten, tetapi membangun hubungan, memperkuat identitas, dan memberi ruang bagi potensi lokal untuk tumbuh bersama. Dengan dukungan dari program hibah P2MW, Gumi Production akan memiliki peluang lebih besar untuk memperluas dampaknya, baik dari sisi peningkatan kualitas produksi, perluasan jejaring, hingga pemberdayaan talenta muda di daerah. Kami yakin, usaha ini tidak hanya bisa bertahan, tapi juga berkembang menjadi pelaku penting dalam ekosistem ekonomi kreatif di Bali dan Indonesia. Hibah ini akan menjadi langkah awal yang krusial untuk membawa Gumi Production naik kelas dari usaha lokal menjadi kekuatan kreatif yang mampu bersaing dan memberi kontribusi nyata. Karena setiap cerita layak diceritakan dengan cara yang terbaik, dan kami ada untuk mewujudkannya.
