Nama Bisnis : Greensa Inovasi Budidaya Sayur dan Ikan dalam Sistem Aquaponik Pintar Berbasis IoT untuk Pangan Sehat dan Berkelanjutan
Kategori Usaha : Budidaya
Tahapan Usaha : Tahapan Awal
Merek/ Nama Produk : Greensa
Nama Komunitas : -
NIB : 0609250019733
Tahun NIB : 2025
Nama Institusi : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi
Platform Penjualan : offline dan online (shopee)
Akun Media Sosial : @greensa.farm
Situs Bisnis : https://greensabudidaya.github.io/Informasi-Greensa-/
Lokasi Bisnis : JL. Brawijaya Kebalenan Kec. Banyuwangi
Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/mzygcDCZck7WFjFW6
Latar Belakang : Greensa merupakan sebuah usaha budidaya sayur selada berbasis aquaponik yang terintegrasi dengan sistem perikanan (ikan nila), yang dijalankan secara sirkular dan efisien. Sistem ini dilengkapi dengan teknologi Farm Management System (FMS) berbasis IoT untuk memantau kualitas air, suhu, kadar nutrisi, serta aktivitas tanaman dan ikan secara real-time. Dengan pendekatan ini, kami tidak hanya memproduksi komoditas sehat dan berkualitas tinggi, tetapi juga menerapkan konsep zero waste dan pertanian presisi (precision farming). Gagasan awal pendirian usaha ini (Greensa) berangkat dari diskusi kami dengan salah satu dosen Fakultas Pertanian tentang Teknologi Farm Management System. Melalui pemahaman terhadap potensi integrasi antara sistem kontrol berbasis sensor IoT dan model pertanian urban yang efisien, kami tertarik untuk mengimplementasikan riset tersebut dalam bentuk bisnis. Inisiatif ini juga menjadi bentuk konkret hilirisasi riset kampus agar tidak hanya berhenti di ruang akademik, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi secara nyata. Greensa termasuk usaha dalam kategori budidaya dan berada pada tahap awal (prototype). Fokus utama usaha kami adalah budidaya sayur dan ikan nila air tawar berbasis aquaponik dalam sistem produksi terpadu dengan teknologi IoT. Melalui pendekatan ini, kami berharap dapat menghasilkan dua komoditas unggulan sekaligus, yaitu sayur selada segar tanpa pestisida dan ikan nila yang sehat, sebagai alternatif pangan yang berkelanjutan. Usaha ini di JL. Brawijaya, Kebalenan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi Prov. Jawa Timur. Wilayah ini dipilih karena memiliki akses air yang memadai, lingkungan yang kondusif untuk budidaya pertanian dan perikanan, serta dekat dengan pasar lokal yang potensial sebagai target distribusi awal. Adapun struktur organisasi Greensa, sebagai berikut: Guntur Riyan Kusuma Putra : Manajer Muhammad Yusriel Hidayat : Produksi/Teknologi Fira Imelia : Keuangan Windi Ratna Kusumawardani : Pemasaran
Deskripsi Usaha : Greensa tidak hanya ditujukan sebagai upaya pencapaian profit semata, tetapi lahir dari semangat untuk menciptakan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan masa depan pertanian di Indonesia. Adapun tujuan mulia didirikannya usaha Greensa sebagai berikut: 1. Memberdayakan Masyarakat sekitar Usaha ini bertujuan membuka peluang kerja baru dan pelibatan masyarakat sekitar lokasi usaha (Kebalenan) khususnya pemuda sebanyak 3 orang di tahun pertama, selanjutnya di tahun kedua kami memberdayakan pengangguran sebanyak 5 orang. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi terhadap tingginya angka pengangguran di pedesaan. Menurut BPS Banyuwangi 2024 dalam (Kabupaten Banyuwangi dalam Angka 2025), tingkat pengangguran terbuka masih berada di angka 4,03%. Padahal, sektor pertanian masih menyerap lebih dari 35% tenaga kerja di pedesaan. 2. Menyediakan Akses Pangan Sehat dan Ramah Lingkungan Greensa menghadirkan produk pangan segar dan organik berupa sayur selada dan ikan air tawar tanpa pestisida maupun bahan kimia. Tujuannya untuk memperluas akses masyarakat terhadap konsumsi pangan sehat, aman, dan berkualitas. Riskesdas (2022) mencatat bahwa hanya 7,6% penduduk dewasa Indonesia mengonsumsi buah dan sayur sesuai anjuran WHO. Produksi lokal yang terjangkau dapat mendorong pola konsumsi sehat. 3. Mengusung Model Pertanian Berkelanjutan Dengan mengusung sistem aquaponik berbasis IoT, Greensa mampu menjalankan produksi secara efisien dengan hemat air, minim limbah, dan tidak mencemari lingkungan. Usaha ini mencerminkan praktik pertanian masa depan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim. FAO (2020) menyebutkan bahwa sistem aquaponik dapat menghemat lebih dari 90% air dibanding metode pertanian konvensional. 4. Menumbuhkan Wirausaha Muda di Sektor Pertanian Usaha ini dirancang sebagai tempat belajar praktik langsung bagi mahasiswa yang ingin merintis usaha sejak awal, dengan pendekatan berbasis riset dan teknologi. Diharapkan, Greensa dapat menjadi model bisnis pertanian modern di kalangan generasi muda. 5. Mendukung Tujuan SDGs · SDGs 1: Greensa membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat sekitar lokasi usaha, sehingga secara langsung membantu mengurangi kemiskinan, terutama di daerah pedesaan. · SDGs 2: Greensa membantu meningkatkan produktivitas pangan dan efisiensi distribusi hasil pertanian, serta mendukung ketahanan pangan nasional. · SDGs 8: Menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian sekaligus mendukung kewirausahaan desa berbasis pertanian cerdas. Selain itu Greensa juga mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi hijau yang produktif, inovatif, dan inklusif. · SDGs 12: Dengan mengedepankan praktik pertanian organik, minim limbah, serta distribusi hasil pertanian secara efisien dan adil, Greensa mendorong model produksi yang ramah lingkungan dan konsumsi yang lebih berkesadaran. · SDGs 13: Greensa memperkenalkan praktik pertanian ramah iklim seperti pertanian tanpa bakar, pengelolaan karbon tanah, dan penggunaan energi terbarukan di proses produksi.
Penutup : Dengan hadirnya usaha ini, kami berharap dapat memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan masyarakat akan pangan sehat yang berkelanjutan. Melalui sistem aquaponik berbasis teknologi IoT, Greensa menghadirkan produk sayur selada dan ikan nila air tawar yang tidak hanya bebas bahan kimia, tetapi juga diproduksi secara ramah lingkungan dan efisien. Kami juga ingin mendorong hilirisasi riset kampus agar dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata, sekaligus menjadi wadah pemberdayaan pemuda dan masyarakat lokal. Harapan kami, Greensa tidak hanya menjadi sebuah unit usaha, tetapi juga simbol kemajuan pertanian modern yang adaptif, edukatif, dan berdaya saing tinggi. Kami sangat mengharapkan dukungan dari tim P2MW untuk membantu mewujudkan Greensa menjadi sebuah inovasi usaha yang berdampak luas, bermanfaat bagi lingkungan, dan berkontribusi positif terhadap ketahanan pangan lokal.
