Loading...

Detail Bisnis

GreBlox sebagai Produsen Material Ramah Lingkungan Berbahan Da...

Nama Bisnis : GreBlox sebagai Produsen Material Ramah Lingkungan Berbahan Dasar Limbah Cangkang Kerang Hijau

Kategori Usaha : Manufaktur dan Teknologi Terapan

Tahapan Usaha : Tahapan Awal

Merek/ Nama Produk : GreBlox

Nama Komunitas : Forum Kewirausahaan Pemuda

NIB : 3008230076456

Tahun NIB : 2023


Nama Institusi : Politeknik Negeri Jakarta

Platform Penjualan : https://linktr.ee/GreeBlox

Akun Media Sosial : @greblox_pnj

Situs Bisnis : https://p2mwgrebloxpnj.my.canva.site/p2mwgrebloxpnj

Lokasi Bisnis : Kampung Nelayan Muara Angke

Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/stiEVzzbZjnSXFRp8


Latar Belakang : Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 2/3 wilayahnya berupa lautan. Kekayaan laut ini menjadi tumpuan ekonomi masyarakat pesisir, salah satunya melalui hasil tangkapan kerang hijau. Namun dibalik potensi tersebut, tersimpan masalah besar yang belum tertangani secara optimal, yaitu limbah cangkang kerang hijau. Limbah ini terus menumpuk dari aktivitas pengupasan dan belum memiliki sistem pengelolaan yang terintegrasi. Selain itu, permasalahan limbah juga telah menjadi kasus nasional serta permasalahan kesehatan yang belum dapat ditemukan solusinya hingga sekarang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Presiden Republik Indonesia pada tanggal 7 Mei 2008 telah mengesahkan dan memberlakukan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Limbah (JayaPostNews, 2019). Limbah yang tidak terkelola berdampak langsung pada kenyamanan lingkungan, estetika wilayah, dan kesehatan manusia. Permasalahan limbah ini juga terjadi secara nyata di Kampung Nelayan Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara. Kecamatan Penjaringan sendiri memiliki luas wilayah 395,43 hektar dan terbagi menjadi 22 rukun warga (RW) serta 240 rukun tetangga (RT) (BPS, 2022). Berdasarkan hasil observasi lapangan yang dilakukan oleh tim kami pada 25 April 2024 bersama Ketua RW.022, Bapak Bani Sadar dan Ketua PKK Ibu Meli Nukamela, diketahui bahwa terdapat 77 anggota PKK di wilayah tersebut, mayoritas bekerja sebagai pengupas kerang dan nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil laut. Gambar 1. Aktivitas Keseharian Pekerja Pengupas Kerang Hijau Setiap harinya, para nelayan kerang hijau Kampung Nelayan Muara Angke menghasilkan 500 Kg kerang hijau, setelah dikerjakan oleh pengupas kerang untuk mengolah sekitar satu drum (±20 kg) kerang hijau, dengan penghasilan sebesar Rp 30.000,- per drum. Dimana daging kerangnya diambil kulit cangkang kerang hijau dibuang begitu saja. Namun, dari aktivitas ini, limbah cangkang kerang terus menumpuk, menciptakan persoalan baru di tengah pemukiman. Gambar 2. Tumpukan Limbah Cangkang Kerang Hijau Selain penumpukan limbah, kondisi jalan di Muara Angke juga sangat memprihatinkan terdapat banyak lubang, rusak, dan tak jarang tergenang air. Ketika air laut pasang, banjir ROB kerap merendam jalan, memperparah kerusakan dan menyulitkan aktivitas warga. Situasi ini menjadi inspirasi utama lahirnya produk Greblox, sebuah inovasi paving block berbahan dasar limbah cangkang kerang hijau yang dirancang khusus untuk lingkungan rawan banjir. Grablox hadir sebagai solusi waste to wealth mengubah limbah menjadi produk fungsional dan bernilai ekonomis. Berdasarkan hasil uji laboratorium, produk ini memiliki daya serap air sebesar 8,59% dan kuat tekan hingga 9,74 MPa, menjadikannya tidak hanya setara dengan paving block konvensional, tetapi juga lebih adaptif terhadap wilayah yang sering tergenang seperti Muara Angke. Dengan harga jual mulai dari Rp 2.000,- per biji, Grablox terjangkau dan bernilai tinggi, serta membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat melalui pelibatan langsung dalam proses produksi. Produk ini dipasarkan melalui strategi digital marketing dan menyasar pembangunan infrastruktur ringan seperti taman, trotoar, serta fasilitas publik. Kolaborasi dengan PKK, Karang Taruna, Bank Sampah Bahari, Pemerintah Kota Jakarta Utara, dan Kementrian terkait memperkuat upaya keberlanjutan bisnis ini. Greblox mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi), poin 11 (Permukiman Berkelanjutan), dan poin 12 (Produksi & Konsumsi Bertanggung Jawab). Dengan fondasi sosial-lingkungan yang kuat, Grablox diyakini mampu menjadi pionir usaha ramah lingkungan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah pesisir lainnya di Indonesia.

Deskripsi Usaha : DESKRIPSI USAHA 2.1 Tujuan Mulia (Noble Purpose) “Membangun kewirausahaan mahasiswa berbasis lingkungan dengan memanfaatkan limbah cangkang kerang hijau menjadi produk bernilai ekonomis, sekaligus menciptakan dampak sosial dan ekologi yang berkelanjutan”. Permasalahan lingkungan akibat penumpukan limbah cangkang kerang hijau, khususnya di kawasan pesisir seperti Kampung Nelayan Muara Angke, telah lama menjadi isu yang belum tertangani secara optimal. Banyak masyarakat yang belum menyadari potensi pengolahan limbah sebagai bahan baku produk yang bermanfaat. Di sisi lain, mahasiswa sering kali dianggap sebagai pihak yang hanya berkutat di ranah akademik tanpa kontribusi nyata terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. Melalui usaha GreBlox ini, kami sebagai mahasiswa menghadirkan inovasi berbasis kewirausahaan sosial dengan mengubah limbah cangkang kerang hijau menjadi eco-paving block yang memiliki fungsi konstruktif sekaligus ramah lingkungan. Usaha ini tidak hanya menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menjadi agen perubahan dengan menciptakan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Kami ingin mengubah stigma bahwa limbah adalah sampah tak berguna. Dengan pendekatan inovatif dan berbasis riset, GreBlox hadir sebagai solusi konkrit atas masalah lingkungan sekaligus peluang ekonomi baru—baik bagi kami sebagai wirausaha muda maupun bagi komunitas pesisir yang terdampak langsung oleh limbah tersebut. 2.2 Konsumen Potensial 2.2.1 Karakteristik calon konsumen potensial 1. Segmentasi Pelanggan Produk eco-paving block menyasar berbagai segmen pasar pembangunan infrastruktur ringan seperti trotoar, taman, dan fasilitas publik di daerah perkotaan. Strategi segmentasi dilakukan dengan membidik instansi pemerintah, komunitas masyarakat, hingga sektor swasta yang peduli lingkungan. Kami memposisikan produk ini sebagai paving block ramah lingkungan dengan nilai inovatif dan ekonomis. Analisis pasar menunjukkan minimnya kompetitor yang menggunakan bahan baku limbah laut, membuka peluang pasar yang luas dan potensial bagi usaha kami. 2. Target Usaha Strategi targeting usaha GreBlox difokuskan untuk menjangkau berbagai segmen pasar dengan pendekatan kombinasi strategi targeting sebagai berikut: a. Undifferentiated Targeting Strategy Kami menerapkan pendekatan ini dengan menjadi produsen sekaligus distributor utama produk eco-paving block. Produk ini dipasarkan secara luas tanpa membedakan jenis pelanggan, karena memiliki manfaat universal untuk berbagai sektor, seperti infrastruktur publik, kawasan perumahan, fasilitas umum, dan taman. Strategi ini juga mencakup perekrutan reseller dan dropshipper dari kalangan mahasiswa, komunitas peduli lingkungan, hingga pelaku UMKM konstruksi, untuk memperluas jangkauan distribusi dan mempercepat penetrasi pasar. a. Differentiated Targeting Strategy Kami juga menyediakan produk eco-paving block dalam berbagai Spesifikasi, ukuran, dan warna, menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen—baik untuk keperluan estetika taman, pelataran rumah ibadah, jalan setapak, maupun kebutuhan proyek sosial komunitas. Penyesuaian desain memungkinkan kami merespons permintaan pasar yang lebih spesifik, termasuk proyek infrastruktur hijau pemerintah daerah, CSR perusahaan, atau proyek lingkungan berbasis komunitas. c. Concentrated targeting strategy Kami menerapkan strategi targeting terfokus dengan menyasar segmen pasar khusus yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, keberlanjutan, dan pembangunan berbasis masyarakat, seperti: 1. Pemerintah daerah yang menjalankan program revitalisasi lingkungan dan pembangunan infrastruktur hijau. 2. Komunitas penggerak lingkungan, seperti bank sampah, kelompok pemuda (karang taruna), dan atau organisasi sosial yang fokus pada pengelolaan limbah. 3. Pengembang properti ramah lingkungan, taman komunitas, dan atau pengelola fasilitas publik skala lokal. Dalam strategi ini, kami tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui pendekatan personal. Misalnya, melalui konsultasi desain pelataran/taman menggunakan eco-paving block, penyesuaian warna atau spesifikasi sesuai kebutuhan lokasi, hingga kerja sama proyek sosial berbasis komunitas. Strategi ini memungkinkan kami menumbuhkan loyalitas pelanggan, menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan, dan memperkuat posisi usaha di pasar niche ramah lingkungan. 3. Positioning Usaha Paving block merupakan material yang sangat dibutuhkan dalam berbagai proyek infrastruktur ringan seperti pelataran, jalan setapak, taman, dan fasilitas umum. Namun, seiring meningkatnya kesadaran lingkungan, masyarakat kini tidak hanya mencari produk yang kuat dan fungsional, tetapi juga yang memiliki nilai ekologis dan sosial. GreBlox diposisikan sebagai paving block ramah lingkungan yang unik dan bernilai lebih, karena dihasilkan dari limbah cangkang kerang hijau—limbah organik yang selama ini menjadi permasalahan lingkungan di kawasan pesisir. Dengan tekstur dan warna khas hasil dari material alaminya, GreBlox memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan produk paving konvensional. Kami menempatkan GreBlox sebagai simbol inovasi mahasiswa yang peduli terhadap lingkungan dan sosial, sekaligus produk berkualitas yang terjangkau untuk kebutuhan pembangunan skala kecil hingga menengah. Melalui pendekatan ini, kami ingin dikenal bukan hanya sebagai penyedia produk konstruksi, tetapi sebagai penggerak solusi green business berbasis kewirausahaan muda. 2.2.2 Problem atau Masalah Calon Konsumen Potensial Masalah yang akan dihadapi oleh calon konsumen potensial produk GreBlox antara lain: 1. Minimnya ketersediaan produk paving block yang ramah lingkungan dan terjangkau Konsumen, khususnya dari sektor publik dan komunitas lingkungan, seringkali kesulitan menemukan alternatif produk paving yang tidak hanya kuat, tetapi juga ramah lingkungan dan sesuai dengan nilai keberlanjutan. 2. Kurangnya edukasi tentang manfaat penggunaan paving block berbasis limbah Banyak calon konsumen belum memahami bahwa limbah cangkang kerang hijau bisa diolah menjadi produk konstruksi fungsional dan berkualitas, sehingga masih ragu terhadap kualitas dan durabilitasnya. 3. Pilihan desain dan ukuran yang terbatas pada produk paving konvensional Sebagian konsumen ingin menyesuaikan warna, bentuk, atau desain paving dengan kebutuhan estetika lokasi, namun produk di pasaran sering kali tidak menyediakan opsi kustomisasi. 4. Persepsi bahwa produk daur ulang memiliki kualitas lebih rendah Produk berbasis limbah sering dianggap kurang kuat atau tidak tahan lama dibandingkan produk berbahan material konvensional seperti beton murni, meskipun telah melalui uji teknis. 5. Kurangnya pelayanan purna jual dan keterbukaan informasi teknis produk Konsumen menginginkan transparansi terkait spesifikasi teknis, daya tahan, dan proses produksi. Tanpa informasi yang jelas, kepercayaan terhadap produk baru seperti eco-paving block bisa rendah. 2.3 Produk 2.3.1 Keunikan dan diferensiasi produk Keunikan dan diferensiasi produk GreBlox terletak pada bahan baku utamanya yang berasal dari limbah cangkang kerang hijau, sebuah limbah organik yang sebelumnya belum termanfaatkan secara optimal dan justru menjadi sumber pencemaran di kawasan pesisir. Dengan pendekatan inovatif berbasis keberlanjutan, GreBlox hadir sebagai produk konstruksi ramah lingkungan yang tidak hanya berfungsi sebagai material pelataran dan trotoar, tetapi juga memiliki nilai sosial dan ekologis yang tinggi. Dari segi fungsi, GreBlox memiliki kualitas teknis yang sudah teruji, dengan daya serap air sebesar 8,59% dan kuat tekan mencapai 9,74 MPa, menjadikannya cocok untuk kebutuhan area publik dengan beban ringan hingga sedang seperti taman, pelataran masjid, dan jalan setapak. Dari sisi desain, GreBlox tersedia dalam berbagai ukuran dan warna yang bisa disesuaikan, memberikan nilai estetika tambahan yang tidak ditemukan pada produk paving konvensional. Paduan antara tampilan alami dari limbah kerang dan teknik pencetakan yang modern membuat produk ini tampil beda dan bernilai jual tinggi. Produk ini tidak hanya menjawab kebutuhan konstruksi yang fungsional, tetapi juga menjadi pilihan gaya hidup sadar lingkungan (eco-conscious) bagi konsumen individu, komunitas, maupun instansi pemerintah. Kami juga terus mengembangkan inovasi baru seperti model eco-paving block custom dan potensi kolaborasi dengan desainer lanskap atau arsitek untuk memperluas aplikasi produk. Dengan segala keunikannya, GreBlox bukan sekadar material bangunan, tetapi juga simbol perubahan: dari limbah menjadi solusi, dari mahasiswa menjadi penggerak ekonomi hijau. Produk ini berpotensi besar untuk dijadikan pilihan utama dalam pembangunan berkelanjutan, dan juga sebagai souvenir edukatif atau produk CSR dalam berbagai acara kampus dan komunitas lingkungan. Berikut merupakan harga produk yang ditawarkan oleh GreBlox: Tabel 1. Daftar Harga Pokok GreBlox Produk Harga Jual Paving block reguler 6 cm 1500 Paving block warna reguler 6 cm 1800 Paving block reguler 8 cm 1800 Paving block warna reguler 8 cm 2100 Paving block corso 2300 Paving block segi enam 2000 Roster 9500 2.3.2 Permasalahan dan Kebutuhan Konsumen Kebutuhan akan material konstruksi yang ramah lingkungan, kuat, dan ekonomis semakin meningkat, seiring dengan berkembangnya gerakan peduli lingkungan dan penerapan konsep green building. Namun demikian, konsumen di sektor publik maupun privat masih menghadapi berbagai permasalahan yang belum sepenuhnya terjawab oleh produk paving block konvensional. Permasalahan yang dihadapi calon konsumen antara lain: 1. Kurangnya pilihan produk konstruksi yang memanfaatkan limbah secara produktif. Banyak proyek pembangunan belum memiliki akses ke bahan bangunan inovatif yang mendukung pengelolaan limbah dan keberlanjutan lingkungan. 2. Kurangnya variasi desain dan ukuran paving block yang fleksibel untuk kebutuhan proyek spesifik. Konsumen menginginkan penyesuaian desain untuk area taman, trotoar, atau pelataran dengan karakteristik tertentu. 3. Harga produk ramah lingkungan yang dianggap mahal dan eksklusif. Produk daur ulang kerap dipersepsikan sebagai produk niche yang tidak ekonomis untuk proyek skala kecil-menengah. 4. Rendahnya edukasi dan kepercayaan terhadap kualitas produk berbahan limbah. Masih ada keraguan dari pasar terhadap daya tahan dan kualitas produk yang berbahan dasar limbah laut, seperti cangkang kerang. Kurangnya layanan jual dan informasi teknis produk. Konsumen membutuhkan kejelasan terkait garansi, spesifikasi teknis, serta dukungan pasca pembelian. Solusi yang ditawarkan oleh usaha GreBlox untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah: 1. Produk GreBlox menggunakan limbah cangkang kerang hijau sebagai bahan baku utama, menjadikannya sebagai solusi konstruksi yang ekologis sekaligus fungsional. 2. Menyediakan layanan custom ukuran, bentuk, dan warna, sesuai permintaan konsumen untuk proyek-proyek unik dan berskala kecil- menengah. 3. Menawarkan produk dengan harga kompetitif tanpa mengurangi kualitas— mengusung konsep “murah tapi berdampak” bagi pembangunan berkelanjutan. 4. Produk kami telah melalui uji daya tekan dan daya serap air, sehingga konsumen dapat memperoleh data teknis yang jelas sebagai jaminan kualitas. 5. Memberikan layanan responsif dan garansi produk, serta informasi pemasangan, perawatan, dan pemanfaatan melalui media sosial dan edukasi langsung di lapangan. Dengan solusi tersebut, GreBlox menjawab kebutuhan pasar akan paving block yang tidak hanya kuat dan estetik, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan dan sosial.a 2.4.1. Sumber Daya Manusia (SDM) Gambar 3. Struktur Kepengurusan GreBlox 2.4.2 Sumber Daya Fisik dan Non Fisik 1. Sumber Daya Fisik Sumber daya fisik merupakan elemen penting dalam mendukung proses produksi dan operasional usaha GreBlox. Berikut adalah sumber daya fisik yang saat ini dimiliki oleh tim: a. Bahan Baku • Cangkang kerang hijau kering (hasil limbah dari pesisir Muara Angke) • Semen • Pasir halus • Air besih • Pewarna natural (untuk variasi estetika paving block) • Plastik dan bahan bekas lainnya untuk eksperimen produk campuran b. Alat Produksi dan Pendukung • Mesin pencacah limbah cangkang • Alat cetak paving block manual • Saringan agregat • Ember adukan dan sekor • Timbangan bahan • Cetakan variasi ukuran dan bentuk paving • Ruang produksi sederhana (semi outdoor c. Peralatan Pemasaran Katalog produk digital dan fisik • Paket banner dan display untuk pameran lingkungan atau bazar • Peralatan photoshoot sederhana (kamera HP, background, lighting ring) • Sampel paving block untuk display dan promosi. d. Distribusi • Kardus pengemasan kuat (berlapis) • Bubble wrap untuk pelindung produk • Stiker logo dan label produk • Label pengiriman dan panduan pemasangan • Motor logistik dan kendaraan tim (pinjam pakai) 2. Sumber Daya Non Fisik Sumber daya non fisik memegang peranan penting dalam mendukung kelangsungan dan pengembangan usaha GreBlox. Berikut adalah komponen sumber daya non fisik yang kami miliki: a. Struktur Usaha Mahasiswa (Badan Usaha) Struktur organisasi GreBlox dibangun oleh mahasiswa sebagai bentuk unit usaha yang terorganisir dan memiliki visi sosial-lingkungan. Badan usaha ini memiliki struktur yang terdiri dari tim manajerial, produksi, pemasaran, dan keuangan. Setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas untuk menjaga efisiensi operasional dan kesinambungan usaha. Visi kami adalah menciptakan solusi lingkungan berbasis limbah dan memberdayakan masyarakat melalui produk inovatif yang berkelanjutan. b. Sumber Daya Manusia (Anggota Tim Mahasiswa) Tim usaha GreBlox terdiri dari 5 mahasiswa dari lintas jurusan di Politeknik Negeri Jakarta: • Ketua tim – Koordinasi umum dan pengambilan keputusan strategis • Manajer Produksi – Mengawasi proses produksi paving block berbasis limbah • Manajer Keuangan – Mengelola pencatatan dan pengalokasian • Manajer Pemasaran – Menjalankan strategi promosi online dan ofline • Manajer Riset & Produk – Melakukan pengembangan produk berbasis hasil uji teknis Masing-masing anggota memiliki keahlian sesuai bidangnya dan telah mengikuti pelatihan kewirausahaan, produksi, serta pemasaran digital. c. Mitra Usaha Kami bekerja sama dengan berbagai mitra strategis untuk menunjang kegiatan usaha: • Bank Sampah Bahari & Karang Taruna RW 022 Muara Angke – Sebagai penyedia bahan baku limbah kerang dan mitra pemberdayaan masyarakat. • Politeknik Negeri Jakarta – Sebagai mitra akademik dalam riset dan pengembangan produk. • Pemerintah Kota Jakarta Utara – Mendukung penyuluhan lingkungan dan implementasi proyek paving block di fasilitas umum. • Mitra logistik (seperti ojek online dan kurir lokal) – Untuk pengiriman produk skala kecil dan distribusi promosi. d. Media Pemasaran Online Untuk memperluas jangkauan pemasaran, GreBlox telah memanfaatkan berbagai media digital, antara lain: • Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook (@grebloxp2mw_pnj) – Untuk edukasi, promosi, dan branding. • Media Berita – Untuk publikasi dan liputan media. • WhatsApp Business & Google Business Profile – Untuk layanan pelanggan dan pemesanan. Media sosial digunakan sebagai sarana interaksi, membangun kesadaran merek, serta edukasi tentang pentingnya pengolahan limbah. e. Database Pelanggan & Testimoni Kami telah mulai membangun database pelanggan dari berbagai kegiatan promosi dan penjualan, baik secara online maupun ofline. Testimoni pelanggan digunakan untuk meningkatkan kredibilitas produk, sekaligus menjadi bahan evaluasi dan inovasi berkelanjutan. Pengumpulan data ini juga membantu kami dalam menentukan strategi pemasaran dan pengembangan produk berbasis kebutuhan konsumen. 2.4.3 Strategi Pemasaran Produk Strategi pemasaran produk GreBlox diterapkan melalui dua pendekatan utama, yaitu pemasaran langsung (direct marketing) dan pemasaran tidak langsung (online marketing). Kedua strategi ini saling melengkapi untuk menjangkau target konsumen secara efektif, baik dalam lingkup lokal maupun digital. 1. Pemasaran Langsung (Direct Marketing) Pemasaran langsung dilakukan oleh tim mahasiswa dengan terjun langsung ke lapangan untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen secara personal. Kegiatan ini mencakup: • Presentasi dan demonstrasi produk kepada pengurus RT/RW, kelurahan, dan komunitas lingkungan. • Partisipasi dalam pameran kewirausahaan, acara kampus, dan bazar lingkungan sebagai sarana memperluas jejaring. • Distribusi brosur, katalog fisik, dan contoh produk kepada pihak-pihak yang berpotensi menggunakan paving block (misalnya sekolah, masjid, atau taman kota). Tujuan dari pemasaran ini adalah membangun kepercayaan dan menciptakan pengalaman langsung dengan produk GreBlox. 2. Pemasaran Tidak Langsung (Online Marketing) Untuk menjangkau audiens yang lebih luas, kami memanfaatkan platform digital dan media sosial sebagai kanal pemasaran tidak langsung. Strategi yang digunakan antara lain: • Promosi melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook. Konten berupa edukasi lingkungan, dokumentasi proses produksi, testimoni pengguna, dan kampanye sosial. • Pemanfaatan WhatsApp Business dan Google Business Profile sebagai kanal layanan konsumen dan komunikasi dengan mitra atau pelanggan. Pemasaran digital ini bertujuan untuk membentuk persepsi positif terhadap produk GreBlox, menyentuh aspek emosional konsumen (peduli lingkungan & lokal pride), serta mendorong tindakan pembelian secara tidak langsung melalui konten yang edukatif dan inspiratif. 3. Target Penjualan Tabel 2. Target Penjualan Produk GreBlox Produk Ju ni Jul i Agus tus Septe mber Okto ber Novem ber Target Penjualan Paving block reguler 6 cm 100 200 300 400 460 540 2000 Paving block warna reguler 6 cm 50 100 150 200 230 270 1000 Paving block reguler 8 cm 100 200 300 400 460 540 2000 Paving block warna reguler 8 cm 50 100 150 200 230 270 1000 Paving block corso 50 100 150 200 230 270 1000 Paving block segi enam 50 100 150 200 230 270 1000 Roster 25 50 75 100 115 135 500 Total Penjualan 8500 Gambar 4. Grafik Target Penjualan

Penutup : PENUTUP Kesimpulan GreBlox merupakan unit usaha kewirausahaan mahasiswa yang bergerak di bidang manufaktur produk konstruksi ramah lingkungan, dengan fokus pada pemanfaatan limbah cangkang kerang hijau menjadi produk eco-paving block. GreBlox menjadi solusi atas permasalahan penumpukan limbah cangkang kerang hijau sekaligus menjawab kebutuhan pasar akan material konstruksi yang ramah lingkungan, kuat, dan ekonomis. GreBlox memiliki prospek yang baik karena produknya telah teruji (daya serap air 8,59% dan kuat tekan 9,74 MPa), memiliki keunikan bahan baku, serta harga yang kompetitif. Produk eco-paving block dari GreBlox terbukti memiliki daya saing yang tinggi, baik dari segi kualitas teknis (kuat tekan dan daya serap air) maupun nilai estetika dan keberlanjutan, yang membuatnya relevan untuk digunakan dalam pembangunan infrastruktur ringan seperti taman, pelataran rumah ibadah, dan jalan lingkungan. GreBlox tidak hanya menawarkan solusi inovatif dalam pengelolaan limbah, tetapi juga menjadi bentuk nyata peran mahasiswa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui kolaborasi aktif dengan komunitas dan pemerintah setempat. Dengan strategi pemasaran yang menggabungkan pendekatan langsung dan digital, serta dukungan dari berbagai mitra, GreBlox memiliki prospek usaha yang berkelanjutan, berdampak sosial, dan layak dikembangkan lebih lanjut di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Harapan Kami berharap pihak penyelenggara Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dapat memberikan kesempatan pendanaan dan pendampingan lebih lanjut bagi pengembangan usaha GreBlox, sehingga potensi inovasi lingkungan ini dapat direalisasikan secara lebih luas dan masif. Kami juga berharap agar kegiatan P2MW dapat terus mendorong mahasiswa untuk berinovasi dalam menciptakan solusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan, khususnya melalui pendekatan kewirausahaan berbasis digital dan berkelanjutan. Dengan dukungan penuh dari program ini, kami yakin bahwa mahasiswa Indonesia mampu menjadi motor penggerak perubahan, sekaligus menciptakan usaha yang tahan terhadap tantangan zaman, termasuk di era Revolusi Industri 4.0 dan transisi menuju ekonomi hijau.