Loading...

Detail Bisnis

Gaia Loop Transformasi Limbah Botol Plastik menjadi Kreasi Fas...

Nama Bisnis : Gaia Loop Transformasi Limbah Botol Plastik menjadi Kreasi Fashion yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Kategori Usaha : Industri Kreatif, Seni, dan Budaya

Tahapan Usaha : Tahapan Awal

Merek/ Nama Produk : Gaia Loop

Nama Komunitas : Inkubator Bisnis IDB Bali

NIB : 0409250000059

Tahun NIB : 2025


Nama Institusi : Institut Desain dan Bisnis Bali

Platform Penjualan : Dalam memasarkan produk Gaia Loop, penulis akan memanfaatkan strategi pemasaran secara langsung (offline) dan juga strategi pemasaran digital. Gaia Loop memanfaatkan strategi dan platform penjualan melalui Instagram, Tiktok Shop, E-Commerce, Partisipasi d

Akun Media Sosial : @gaialoop.craft

Situs Bisnis :

Lokasi Bisnis : Jalan Raya Pantai Pererenan, Gg. Arjuna, No.3, Mengwi, Badung, Bali

Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/P4CzusQtw1AtvADU8


Latar Belakang : Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah produksi sampah plastik terbesar di dunia. Peningkatan pariwisata di Bali dapat menyebabkan volume limbah plastik, khususnya botol plastik menumpuk dengan cepat. Masalah yang paling krusial yaitu rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah serta minimnya inovasi dalam merubah sampah plastik menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomis. Sehingga, limbah plastik menjadi beban lingkungan dan dapat menjadi sebuah peluang yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sesuai dengan riset dari dosen dan mahasiswa Institut Desain dan Bisnis Bali yaitu Ni Komang Prasiani, Ni Made Emmi Nutrisia Dewi, I Nyoman Adi Tiaga, Ni Putu Emilika Budi Lestari, Irfan Cahyono, I Wayan Randy Satria Prathama dengan judul “Pengembangan Ide Desain Aksesoris Dan Tas Melalui Pemberdayaan Pengolahan Limbah Kain Perca dan Plastik”, bahwa plastik dan kain perca merupakan dua jenis limbah yang memerlukan perhatian khusus karena sifatnya sulit untuk terurai dan sering kali tidak terkelola dengan baik. Padahal, plastik dan kain perca berpotensi besar untuk diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk menangani permasalahan limbah ini adalah dengan melibatkan masyarakat melalui program pemberdayaan. Pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan limbah tidak hanya membantu mengurangi limbah bagi lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat lokal melalui produksi barang-barang kerajinan tangan seperti aksesoris dan tas. Menurut world atlas, Indonesia menjadi negara ke-4 pengguna botol plastik terbanyak di Dunia. Tercatat penggunaan botol plastik di Indonesia mencapai 4,28 miliar. Umumnya plastik dimusnahkan dengan cara dibakar agar tidak terlihat dari pandangan. Padahal, jika membakar plastik dengan tidak sempurna (di bawah 800oC) dapat membentuk dioksin, yaitu senyawa yang dapat memicu kanker, hepatitis, pembengkakan hati dan gangguan sistem saraf. Permasalahan ini diperparah dengan kurangnya alternatif produk fashion yang ramah lingkungan dan juga menarik bagi konsumen, terutama generasi muda yang kurang sadar terkait pentingnya sustainability tetapi tertarik dengan produk yang stylish dan juga berkualitas. Berbagai pakar dan bisnis di seluruh dunia setuju kalau Milenial dan Gen-Z mulai memilih produk yang minim dampak terhadap lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk pelaku industri kreatif untuk menciptakan produk tidak hanya ramah lingkungan, tetapi sesuai dengan tren dan menarik secara visual. Sesuai dengan riset dari dosen dan mahasiswa Institut Desain dan Bisnis Bali yaitu Ni Komang Prasiani, Ni Made Emmi Nutrisia Dewi, I Nyoman Adi Tiaga, Ni Putu Emilika Budi Lestari, Irfan Cahyono, I Wayan Randy Satria Prathama dengan judul “Pengembangan Ide Desain Aksesoris Dan Tas Melalui Pemberdayaan Pengolahan Limbah Kain Perca dan Plastik”, bahwa selain memanfaatkan teknik-teknik pengolahan material, ide desain juga dapat dikembangkan dengan memperhatikan tren fashion dan kebutuhan pasar. Pemilihan warna yang harmonis dan desain yang fungsional akan menambah daya tarik produk. Dengan pendekatan ini, Gaia Loop memenuhi permintaan pelanggan yang peduli terhadap lingkungan sekaligus ingin tampil berbeda dan memiliki makna melalui fashion. Keresahan mengenai jumlah sampah botol plastik yang semakin meningkat, mendorong tim untuk mengolah sampah botol plastik menjadi kreasi produk fashion handmade yang unik, kreatif, dan juga ramah lingkungan. Seiring dengan berkembangnya gagasan, maka lahirlah sebuah nama “Gaia Loop” sebagai identitas usaha penulis. Nama “Gaia Loop” ini sendiri berasal dari dua kata yaitu “Gaia” yang berarti dewi perwujudan dari bumi dalam mitologi Yunani. Sedangkan kata “Loop” berarti siklus atau perputaran, merepresentasikan ekonomi sirkular yaitu sistem industri yang bersifat restoratif dan regeneratif dengan suatu desain yang menggantikan konsep 'akhir hidup' produk ke arah penggunaan energi yang terbarukan, menghilangkan penggunaan bahan kimia beracun, serta bertujuan untuk penghapusan limbah melalui desain unggul bahan, produk, sistem, dan model bisnis. Nama ini mencerminkan dari visi penulis untuk menciptakan usaha yang tidak hanya kreatif dan unik, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian bumi. Keunikan dan nilai kebaruan Gaia Loop terletak pada pendekatan multidimensi yang menggabungkan desain inovatif, produksi sirkular, pemberdayaan komunitas mahasiswa, dan mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs). Desain inovatif dengan merancang produk fashion dari botol plastik bukan hanya sekadar fungsi daur ulang, melainkan menonjolkan estetika dan tren gaya hidup ramah lingkungan (eco-chic). Melalui desain yang menarik dan juga proses produksi yang ramah lingkungan, Gaia Loop tidak hanya mengurangi limbah plastik, tetapi juga menghadirkan produk yang fashion dengan konsep daur ulang yang dapat diterima di pasaran. Hal ini dibuktikan dari meningkatnya minat masyarakat khususnya generasi muda, terhadap produk yang tidak hanya unik dan estetik, tetapi juga memiliki nilai keberlanjutan. Respon positif dari konsumen menunjukkan bahwa produk daur ulang bukan hanya sebagai idealisme lingkungan, tetapi memiliki potensi yang komersial dan daya tarik pasar yang kuat. Gaia Loop secara langsung mendorong perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi jejak ekologis dari industri. Setiap produk yang diproduksi membawa pesan berkelanjutan, sekaligus dapat membuktikan bahwa sampah botol plastik dapat diolah menjadi sesuatu yang fashionable dan juga bernilai ekonomi. ● STRUKTUR ORGANISASI 1. I Gusti Ayu Darlia Utami sebagai Ketua 2. Ni Kadek Parmitha Candra Devi sebagai Anggota 3. Ni Wayan Sintya Natalia sebagai Anggota 4. Ni Made Nara Devintha Suteja sebagai Anggota

Deskripsi Usaha : Usaha ini lahir dari keprihatinan terhadap maraknya limbah botol plastik di Bali yang tidak dapat tertangani dengan baik. Sebagai wilayah pariwisata yang indah, Bali justru menghadapi ancaman yang serius dari sampah plastik yang mencemari lingkungan seperti mencemari pantai, laut, dan lingkungan sekitar. Melihat minimnya pengolahan limbah plastik menjadi produk yang bernilai, maka Gaia Loop bergerak untuk menciptakan sebuah solusi yang kreatif dan juga berdampak terhadap lingkungan. Dengan memperhatikan teknik pengolahan material yang ramah lingkungan, mengikuti tren desain saat ini yang diminati, dan menempatkan pentingnya pariwisata yang berkelanjutan, tim tidak hanya menciptakan produk yang estetik dan unik tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan serta menjaga keindahan alam Bali sebagai salah satu destinasi wisata unggulan. Melalui program P2MW ini, Gaia Loop bertujuan untuk menciptakan kreasi produk fashion ramah lingkungan yang memadukan nilai estetika, fungsi, keberlanjutan, dan membuka peluang bisnis kreatif. Selain tujuan tersebut adapun tujuan lainnya adalah untuk mengurangi volume limbah di lingkungan sekitar dengan mendaur ulang botol plastik menjadi produk fashion handmade yang menarik dan bernilai jual, yaitu anting, gelang, dan tas yang unik dan bernilai jual tinggi. Pada kegiatan ini tim juga berusaha meningkatkan kesadaran dan keterlibatan mahasiswa dalam isu lingkungan melalui wirausaha berkelanjutan berbasis daur ulang, dan menumbuhkan ecopreneur di kalangan mahasiswa yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis sirkular. Bersama tujuan luhur dan semangat untuk memberi dampak seluas-luasnya, Gaia Loop berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi lingkungan sekaligus menciptakan sebuah perluang sosial melalui kreativitas.

Penutup : Kesadaran akan pentingnya dalam pelestarian lingkungan sangat dibutuhkan di semua kalangan masyarakat, khususnya di Bali yang dikenal sebagai daerah pariwisata dunia, yang dimana Bali masih menghadapi tantangan besar terkait dengan limbah botol plastik. Berangkat dari kepedulian tersebut, penulis mendirikan Gaia Loop, sebuah usaha kreatif yang berfokus pada pemanfaatan limbah botol plastik dari tutup botol hingga badan botol untuk diolah menjadi produk fashion yaitu anting-anting, gelang, dan tas yang unik, tetap stylish, dan ramah lingkungan. Melalui Gaia Loop, penulis tidak hanya ingin menciptakan produk yang bernilai ekonomi, tetapi juga menghadirkan sebuah solusi yang kreatif mengenai permasalahan botol plastik, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan terlibat dalam gerakan daur ulang. Usaha ini memiliki potensi untuk dapat berkembang dan juga melibatkan masyarakat di sekitar, melalui workshop dan program pengumpulan botol plastik. Penulis berharap melalui proposal ini Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dapat menjadi titik awal berkembangnya Gaia Loop menjadi sebuah usaha yang berkelanjutan dan tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan, tetapi memberikan kontribusi sosial dan juga ekonomi bagi masyarakat. Besar harapan penulis proposal ini dapat diterima dengan baik, dan Gaia Loop tetap bisa tumbuh menjadi pelopor dalam pengolahan limbah plastik menjadi sebuah produk yang kreatif dan berguna.