Loading...

Detail Bisnis

ES HERBALICIOUS INOVASI KULINER ES KRIM JAMU UNTUK MENJAGA TRA...

Nama Bisnis : ES HERBALICIOUS INOVASI KULINER ES KRIM JAMU UNTUK MENJAGA TRADISI DAN KESEHATAN

Kategori Usaha : Makanan dan Minuman

Tahapan Usaha : Tahapan Awal

Merek/ Nama Produk : ES HERBALICIOUS

Nama Komunitas :

NIB : 3007250095245

Tahun NIB : 2025


Nama Institusi : Universitas Tidar

Platform Penjualan :

Akun Media Sosial : https://linktr.ee/es.herbalicious__

Situs Bisnis : https://linktr.ee/es.herbalicious__

Lokasi Bisnis : Krajan RT 10/RW 04, Desa Bandarsedayu, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang

Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/vvaDiuW3zJSQgJkJ6?g_st=ac


Latar Belakang : Kesehatan merupakan salah satu bagian dari hak dasar bagi manusia untuk hidup, yang mana hak dasar ini dijadikan sebagai hak asasi manusia yang dilindungi oleh negara. Hak dasar inilah yang menjadi bagian terpenting bagi kehidupan manusia. Sehat menurut World Health Organization (WHO) adalah suatu keadaan dimana tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan, tetapi juga adanya keseimbangan makhluk antara fungsi fisik, mental, dan sosial. Sehingga dari pengertian tersebut, terdapat tiga aspek penilaian kesehatan, yaitu fisik, psikologi, dan sosial (Jacob & Sandjaya, 2024). Sekarang ini, isu kesehatan yang santer didengar adalah isu kesehatan mengenai diabetes. Diabetes menyerang tidak hanya pada usia lanjut yang sudah tidak memiliki metabolisme yang baik, namun juga pada usia muda. Banyak pemuda yang sudah memiliki metabolisme yang buruk sehingga terserang diabetes. Hal ini disebabkan oleh gangguan metabolisme yang menyebabkan tubuh kesulitan menyimpan dan melepaskan energi dari makanan. Penderita diabetes melitus di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2019 terdata jumlah penderita mencapai 10,5 juta, sedangkan pada tahun 2021 mengalami peningkatan menjadi 19,5 juta jiwa.(IDF,2021). Pada tahun 2024 mengalami kenaikan jumlah penderita diabetes melitus yaitu mencapai 20,4 juta jiwa.(IDF, 2025) Data ini menunjukkan bahwa temuan kasus diabetes di Indonesia terus mengalami peningkatan. Diabetes merupakan suatu kondisi saat kadar glukosa darah (gula darah) melebihi normal, yaitu kadar gula darah sewaktu lebih dari atau sama dengan 200 mg/dl, dan kadar gula darah puasa lebih dari atau sama dengan 126 mg/dl. Diabetes terbagi menjadi dua tipe, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun yang menyerang sel penghasil insulin. Sementara itu, diabetes tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin yang tidak lagi sensitif. Diabetes merupakan suatu kondisi saat kadar glukosa darah (gula darah) melebihi normal, yaitu kadar gula darah sewaktu lebih dari atau sama dengan 200 mg/dl, dan kadar gula darah puasa lebih dari atau sama dengan 126 mg/dl. Diabetes terbagi menjadi dua tipe, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun yang menyerang sel penghasil insulin. Sementara itu, diabetes tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin yang tidak lagi sensitif. Diabetes disebabkan oleh gangguan metabolisme yang buruk sehingga berpengaruh pada sensitivitas insulin. Gangguan insulin ini dapat diperbaiki dengan meningkatkan metabolisme dalam tubuh. Perubahan gaya hidup perlu dilakukan untuk menjaga metabolisme agar tetap baik. Metabolisme dalam tubuh dapat ditingkatkan dengan bantuan suplemen tambahan seperti mengonsumsi jamu. Penelitian menunjukkan bahwa kurkumin dapat dijadikan sebagai antidiabetes dan dapat dijadikan sebagai pengobatan alternatif untuk diabetes tipe 1 dan 2.(Malik et al., 2021). Kurkumin merupakan salah satu senyawa yang terkandung dalam kunyit. Jamu merupakan minuman tradisional asli Indonesia dengan bahan yang berasal dari alam. Jamu telah ada di Indonesia sejak lama dan telah menjadi bagian dari budaya orang (Pramadipta, 2018, hlm. 11). Jamu sudah dikembangkan di Indonesia sejak 16 Masehi di pulau Jawa pada zaman Kesultanan Mataram. Keanekaragam hayati yang dimiliki Nusantara kali itu menjadikan masyarakatnya menyadari akan khasiat dari tanaman tersebut, sehingga masyarakat mengembangkan jamu menjadi dua jenis yaitu jamu gendong dan jamu produksi, tergantung pada proses pembuatan dan skala pembuatan serta penyajiannya. (Nurbaidah, 2022). Jenis jamu yang banyak dikenal oleh masyarakat adalah jamu beras kencur dan jamu kunir asem. Jamu berasal dari bahan alami dari bagian tumbuhan yang dicampur yang disebut sebagai rempon. Dengan bahan alami yang digunakan sebagai bahan dasar beras kencur yaitu rimpang dari kencur dan beras putih. Kencur merupakan family dari “Zingiberaceae”. Senyawa yang dimiliki kencur memiliki banyak manfaat. Dengan banyaknya manfaat tersebut jamu sering digunakan sebagai obat herbal. Senyawa yang terdapat pada kencur antara lain, pati (4,14 %), mineral (13,73 %), dan minyak atsiri (0,02 %) yang berupa asam metil kanil, dan penta dekaan, asam sinamik, borneol, kamphene, dan alkaloid (Herbie, 2015). Bahan dari jamu beras kencur lainnya adalah beras putih yang memiliki bahasa latin dari “oryza sativa”. Kandungan dari beras yang paling utama adalah karbohidrat yang tinggi mencapai 78,9 g/100 g. Pati memiliki kandungan karbohidrat yang besar. Kandungan dari pati beras terdiri dari dua polimer glukosa yaitu amilosa dan amilopektin (Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI, 1981). Selain beras kencur, jamu yang paling eksis di kalangan masyarakat adalah jamu kunir asem. Jamu kunir asem merupakan jamu yang berbahan dasar jamu kunyit (curcuma longa) dan asam jawa (tamarindus indica) . Kunyit memiliki senyawa aktif yaitu kurkumin yang bersifat antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Asam jawa memiliki kandungan vitamin C serta senyawa organik yang meningkatkan daya tahan tubuh. Jamu tradisonal ini memiliki rasa asam dan sedikit getir dari kunyit. Meskipun baik dikonsumsi, jamu memiliki batas konsumsi. Sesuai dengan anjuran konsumsi, jamu kunyit asam sebaiknya tidak dikonsumsi lebih dari 500mg per harinya (Dok Grid, 2024). Es krim yang mulanya dikenalkan oleh bangsa Belanda, dikembangkan dengan berbagai varian rasa. Sehingga diminati oleh berbagai kalangan usia mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Es krim dijadikan sebagai makanan penutup yang memberikan sensasi manis, tekstur lembut, dan dingin yang menyegarkan bagi penikmatnya. Bahan utama dalam pembuatan es krim adalah susu, gula dan krim. Sebagai tambahan diberi gula, emulsifier, stabilizer dan perasa (Chan 2008, Ni Nyoman S.S, 2023). Es krim merupakan jenis makanan beku sebagai hasil dari proses pengadukan dan pembekuan campuran susu dan bahan lainnya.(Devi, 2024) Rasa yang tertuang diinovasikan seiring perkembangan zaman menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmatnya. Sehingga dalam inovasi, produk olahan ini akan menarik apabila dijadikan sebagai sumber makanan yang menyehatkan dan lebih bermanfaat untuk menjaga tradisi Indonesia. Inovasi dari pengolahan es krim dengan varian jamu merupakan salah satu alternatif yang dapat ditawarkan. Es krim yang memiliki rasa manis, dingin, dan lembut dapat mengatasi rasa jamu yang cenderung kurang cocok untuk lidah generasi masa kini. Adanya isu sosial mengenai kesehatan yang terus digaungkan dari baiknya manfaat jamu. Sehingga inovasi pembuatan es krim varian jamu ini jika dikembangakan dapat menarik perhatian konsumen. Selain rasa yang enak, manfaat yang ditawarkan untuk es krim jamu adalah untuk kesehatan dan juga menjaga tradisi sebagai bangsa Indonesia. Es Herbalicious hadir sebagai alternatif bagi pecinta camilan. Es Herbalicious bukan hanya camilan lezat tetapi juga menyehatkan. Selama ini es krim identik dengan kandungan gula yang tinggi. Kandungan gula tersebut sangat berisiko bagi penderita diabetes atau yang rawan terhadap penyakit diabetes. Es Herbalicious menawarkan pendekatan berbeda dengan menghadirkan es krim yang menggunakan bahan dasar jamu dan mengurangi kadar gula, sehingga lebih ramah bagi kesehatan. Diagram 1. Hasil Survei Pasar Es Herbalicious Gambar 1 menyajikan data survei pasar herbalicious yang diperoleh dari peminat es krim di kabupaten Magelang dengan rentang usia 12 hingga 55 tahun sejumlah 34 responden dan jumlah responden paling banyak berusia 20 tahun. Persentase responden yang menyukai es krim yaitu 94,1% dan menyukai jamu sejumlah 76,5%. Perpaduan inilah yang menjadikan peluang bisnis karena keunikan yang ditawarkan serta manfaat bagi kesehatan dengan menjaga tradisi warisan budaya nusantara. Es Herbalicious merupakan usaha kuliner berbasis minuman sehat dalam bentuk es krim jamu dengan dua varian rasa utama, yaitu beras kencur dan kunir asem. Usaha ini bergerak di kategori usaha mikro dan saat ini berada pada tahap usaha awal, dengan fokus pada pengenalan produk lokal pada generasi masa kini. Usaha ini didirikan di Krajan RT 10/ RW 04, Desa Bandarsedayu, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang dengan tujuan utama menyediakan alternatif konsumsi jamu yang lebih menarik dan disukai berbagai kalangan, terutama generasi muda. Dengan memadukan cita rasa tradisional dan bentuk sajian modern, Es Herbalicious hadir sebagai inovasi yang tetap menjaga khasiat dan kearifan lokal. Es Herbalicious bukan hanya camilan lezat tetapi juga menyehatkan. Selama ini es krim identik dengan kandungan gula yang tinggi. Kandungan gula tersebut sangat berisiko bagi penderita diabetes atau yang rawan terhadap penyakit diabetes. Es Herbalicious menawarkan pendekatan berbeda dengan menghadirkan es krim yang menggunakan bahan dasar jamu dan mengurangi kadar gula, sehingga lebih ramah bagi kesehatan. Es Herbalicious memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti membantu pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, memberikan efek antiinflamasi, dan juga antidiabetes. Melalui perpaduan inovasi rasa modern dan khasiat jamu tradisional, Es Herbalicious menjadi alternatif es krim yang sehat dan tetap digemari berbagai kalangan terutama generasi masa kini yang tidak terlalu menyukai jamu. Struktur organisasi usaha Es Herbalicious ini terdiri atas CEO yang dijabat oleh Rahma Zahrotul A’yuni, CPO yang dijabat oleh Naura Nurul Fajri, CMO Latifah Elfina Alwi, dan CFO yang dijabat oleh Nadiyah Widadyani Abida. Sejarah usaha ini berawal dari ide kreatif untuk mengolah jamu menjadi lebih menarik tanpa menghilangkan nilai kesehatannya. Melihat peluang pasar yang besar pada tren gaya hidup sehat dan produk tradisional kekinian.

Deskripsi Usaha : Nama Usaha: Es Herbalicious Jenis Usaha: Kuliner – Es krim berbahan dasar jamu (minuman herbal tradisional). Lokasi: Krajan RT 10/RW 04, Desa Bandarsedayu, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Konsep dan Tujuan: Es Herbalicious merupakan inovasi kuliner yang memadukan cita rasa es krim modern dengan khasiat jamu tradisional Indonesia. Produk ini diciptakan untuk menjaga warisan budaya, meningkatkan kesehatan, serta memperkenalkan jamu dalam bentuk yang lebih menarik dan disukai oleh generasi muda. Tujuan utamanya adalah menyediakan alternatif konsumsi jamu yang lezat, sehat, dan praktis, sekaligus membuka peluang wirausaha bagi mahasiswa dan masyarakat. Produk dan Varian Varian rasa utama: Kunyit Asam (kunyit + asam jawa) Beras Kencur (beras + kencur) Terbuat dari bahan alami tanpa pengawet atau pewarna buatan. Harga jual terjangkau: Rp5.000 per cup. Dikemas dalam paper cup ramah lingkungan. Keunggulan dan Inovasi Unique Selling Point (USP): Kombinasi unik antara jamu dan es krim. Menggunakan bahan lokal alami yang kaya manfaat (antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes). Ramah lingkungan (kemasan kertas & sendok kayu). Mendukung gaya hidup sehat dengan kadar gula rendah. Menawarkan rasa modern tanpa menghilangkan nilai tradisional jamu. Terinspirasi dari hasil riset perguruan tinggi tentang tanaman obat keluarga (TOGA). Konsumen dan Target Pasar Segmen utama: anak-anak, remaja, mahasiswa, dan dewasa muda (usia 13–27 tahun). Lokasi utama pemasaran: Kota dan Kabupaten Magelang. Konsumen menyukai produk sehat, alami, dan kekinian. Berdasarkan survei: 94% responden suka es krim 76% suka jamu 91% tertarik mencoba es krim jamu Strategi Pemasaran Media digital: Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business. Promosi langsung: bazar kampus, expo UMKM, dan event kuliner. Strategi harga penetrasi (murah di awal untuk menarik pelanggan). Diskon, bundling, dan program giveaway untuk menarik pembeli. Struktur Organisasi CEO: Rahma Zahrotul A’yuni CPO: Naura Nurul Fajri CMO: Latifah Elfina Alwi CFO: Nadiyah Widadyani Abida Sumber Daya Fisik: alat produksi sederhana (blender, mixer, freezer). Non-fisik: jejaring mitra dengan petani lokal, pelatihan kewirausahaan, dan strategi digital marketing. Total modal awal: ± Rp10.500.000,00 (untuk riset, produksi, promosi, dan perizinan).

Penutup : Es Herbalicious hadir sebagai inovasi kuliner yang menggabungkan tradisi dan kesehatan melalui es krim berbahan dasar jamu. Dengan memadukan cita rasa khas jamu seperti kunyit asam dan beras kencur ke dalam bentuk es krim yang lebih modern dan disukai banyak kalangan, produk ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap konsumsi jamu. Selain itu, Es Herbalicious juga menawarkan manfaat kesehatan dari bahan-bahan alami tanpatambahan pengawet atau pemanis buatan. Melalui strategi pemasaran yang efektif, target pasar yang luas, serta dukungan inovasi berkelanjutan, Es Herbalicious berpotensi menjadi produk yang diminati oleh berbagai segmen masyarakat, dari anak-anak hingga dewasa. Dengan demikian, usaha ini tidak hanya berkontribusi dalam melestarikan budaya jamu sebagai warisan bangsa, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal. Penulis berharap bahwa Es Herbalicious dapat berkembang dan terus berinovasi untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi konsumen serta mendukung gaya hidup sehat dengan cara yang menyenangkan dan mudah diakses. Terima kasih atas dukungan dan kesempatan untuk mewujudkan inovasi ini menjadi kenyataan.