Loading...

Detail Bisnis

Elpis Camilan dari Ikan Depik Spesies Endemik Danau Laut Tawar

Nama Bisnis : Elpis Camilan dari Ikan Depik Spesies Endemik Danau Laut Tawar

Kategori Usaha : Makanan dan Minuman

Tahapan Usaha : Tahapan Awal

Merek/ Nama Produk : Elpis

Nama Komunitas : Mamakembar, Dapur Ujung Lekas

NIB : 1205250025346

Tahun NIB : 2025


Nama Institusi : Universitas Syiah Kuala

Platform Penjualan : Instagram, WhatsApp

Akun Media Sosial : @elpis.bites

Situs Bisnis :

Lokasi Bisnis : Jalan Tengku Kaoy No .8, Ilie, Kec. Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Aceh

Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/1XkFspuAX2MEasew7?g_st=com.google.maps.preview.copy


Latar Belakang : Elpis merupakan usaha baru di bidang makanan dan minuman yang mengolah ikan Depik (Rasbora tawarensis) spesies endemik Danau Laut Tawar, Aceh Tengah menjadi camilan basreng (bakso goreng) bernilai gizi tinggi. Usaha ini lahir dari kepedulian terhadap rendahnya konsumsi ikan pada remaja serta belum maksimalnya pemanfaatan ikan Depik oleh masyarakat lokal, padahal ikan ini memiliki kandungan protein, omega-3, dan mineral penting yang sangat potensial untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Melalui inovasi ini, Elpis berupaya menghadirkan alternatif pangan sehat, bergizi, dan menarik bagi generasi muda sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Selain itu, Elpis juga membawa misi sosial dalam bentuk pemberdayaan nelayan pesisir, pelestarian ekosistem Danau Laut Tawar, serta dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.

Deskripsi Usaha : Elpis bergerak di kategori makanan berbasis ikan lokal dengan produk utama Basreng Ikan Depik yang kaya protein, omega-3, dan mikronutrien penting. Produk ini diolah dengan teknik pengeringan alami dan teknologi spinner agar lebih renyah dan rendah minyak. Usaha ini dijalankan oleh tim mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang terdiri dari lima orang dengan peran CEO, CFO, CMO, COO, dan CIO di bawah bimbingan Dr. Evi Ramadhani, S.Si., M.Si. Pemasaran dilakukan secara offline (toko oleh-oleh, kafe, bazar, festival) dan online (Instagram, dan Whatsapp). Strategi pemasaran berfokus pada edukasi gizi, branding lokal, dan promosi digital. Dengan harga Rp30.000 per 150 gram, Elpis menargetkan remaja, dewasa muda dan keluarga muda yang peduli terhadap gaya hidup sehat dan produk daerah.

Penutup : Elpis bukan sekadar produk camilan, tetapi juga gerakan sosial berbasis kearifan lokal. Dengan mengangkat ikan Depik sebagai bahan utama, Elpis berkontribusi pada ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Inovasi ini mencerminkan sinergi antara pengetahuan akademik, riset ilmiah, dan potensi lokal Aceh Tengah. Ke depan, Elpis diharapkan dapat menjadi ikon pangan lokal inovatif yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, serta menjadi contoh nyata wirausaha muda yang membawa dampak ekonomi dan sosial berkelanjutan.