Loading...

Detail Bisnis

ECOMAGG Economic Maggot Pakan Ternak Bernutrisi Lengkap

Nama Bisnis : ECOMAGG Economic Maggot Pakan Ternak Bernutrisi Lengkap

Kategori Usaha : Budidaya

Tahapan Usaha : Tahapan Awal

Merek/ Nama Produk : ECOMAGG (Economic Maggot)

Nama Komunitas :

NIB : 3105250035541

Tahun NIB : 2025


Nama Institusi : Universitas Sebelas Maret

Platform Penjualan : Instagram, TikTok, WhatsApp, Shopee

Akun Media Sosial : (Instagram: @ecomagg_), (TikTok: @ecomagg.official), (WhatsApp: 083155705364), (Shopee: shopee.co.id/ecomagg)

Situs Bisnis : https://linktr.ee/Ecomagg

Lokasi Bisnis : Jalan Insinyur Sutami Nomor 36A, Kentingan, Desa/Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, 57126

Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/6H687foMUuzRkxnX9?g_st=aw


Latar Belakang : Permasalahan pengelolaan limbah organik di lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS), khususnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), seringkali belum tertangani dengan baik. Hal ini berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, memicu hama, serta mencemari lingkungan sekitar, sehingga menjadi tantangan utama yang perlu segera diatasi. Berdasarkan data Biro Akademik dan Kemahasiswaan UNS (April 2024), FKIP tercatat sebagai fakultas dengan jumlah mahasiswa terbanyak yaitu 11.040 mahasiswa. Kondisi ini berdampak pada volume limbah lebih banyak dibandingkan fakultas lain, terutama kantin mahasiswa FKIP yang paling banyak di UNS sebanyak 11 kantin. Limbah organik dari kantin FKIP diambil setiap sore hari dengan jumlah rata-rata sekitar 20–25 kg per hari. Limbah organik tersebut belum dikelola dengan maksimal. Selain itu, mahalnya harga pakan ternak seperti pakan ayam dan pelet ikan menjadi kendala bagi peternak lokal, yang dapat berdampak pada tingginya biaya produksi maupun kebutuhan pangan ternak dan budidaya. Seperti di kota Surakarta terdapat banyak peternak dan pembudidaya yang menghadapi tingginya biaya pakan ternak ayam dan ikan, yang menjadi kendala utama. Harga pakan ayam di Surakarta mencapai Rp15.000 per kilogram, sementara pelet ikan bisa mencapai Rp25.000 per kilogram. Kebutuhan akan pakan ternak yang tinggi dan bernutrisi seringkali terkendala oleh harganya yang mahal. Oleh karena itu, diperlukan solusi inovatif yang mampu menjawab kedua permasalahan tersebut secara berkelanjutan. Berdasarkan permasalahan tersebut, kami berinisiatif menciptakan ECOMAGG sebagai solusi inovatif berupa pakan alternatif ternak yang bernutrisi tinggi dengan harga terjangkau. ECOMAGG adalah usaha yang bergerak di bidang budidaya maggot Black Soldiers Fly (BSF), yaitu larva serangga yang mampu menguraikan sampah organik menjadi pakan ternak bernutrisi tinggi dan pupuk organik. Usaha ini didirikan melalui program SEMESTA Wirausaha Merdeka UNS tahun 2024 dengan tujuan memanfaatkan potensi ekonomi berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot menjadi salah satu solusi efektif dan aplikatif. Maggot BSF mampu menguraikan limbah organik dengan cepat, mengurangi volumenya hingga (35%–45%), sekaligus menghasilkan larva dengan kandungan protein tinggi (40%–50%) dan lemak (29%–32%) yang sangat potensial sebagai pakan alternatif ternak dan ikan. Selain itu, kotoran budidaya maggot (kasgot) dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik tanaman (Putra & Ariesmayana, 2020). Adapun hasil penelitian dari Bokau et al. (2018) menunjukkan bahwa saat menggunakan maggot sebagai pakan pada ikan air tawar dapat membantu ikan tumbuh dengan baik dan mengurangi penggunaan pakan buatan 30% untuk pembesaran dan hingga 100% untuk pemeliharaan induk. Penelitian lain yang dilakukan Febrian (2024) budidaya maggot dapat membantu peternak dengan menawarkan alternatif pakan ternak yang lebih murah. Maggot dapat menjadi alternatif yang bagus untuk kombinasi pakan ternak ayam dan ikan karena nutrisinya yang tinggi, ketersediaannya yang luas dan mudah digunakan. Penelitian lain dari Handayani et al. (2021) budidaya maggot dapat mengatasi permasalahan utama yaitu limbah sampah organik dalam waktu singkat, sumber protein tinggi, meningkatkan permintaan pakan ternak, dengan menghasilkan pakan yang sehat dan berkualitas baik serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu, sisa dari hasil budidaya berupa kasgot dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang kaya unsur hara dan aman bagi lingkungan (Nur’aini, 2024). Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa pemanfaatan maggot dalam skala kecil hingga mampu mengurangi biaya operasional peternakan sekaligus menghasilkan keuntungan dari hasil olahan limbah (Febrian et al., 2024). ECOMAGG termasuk kategori usaha mikro di sektor peternakan dan pertanian yang berkelanjutan. Dari perjalanannya usaha ECOMAGG telah menjalankan proses produksi di rumah budidaya yang berukuran 3x3 m dengan memanfaatkan limbah organik. Produk yang dihasilkan meliputi maggot kering, pelet ikan dan pakan ayam. Pemasaran produk ECOMAGG ditargetkan kepada peternak ayam dan pembudidaya ikan di wilayah Kota Surakarta dan sekitarnya. Selain menghasilkan maggot, usaha ini juga menghasilkan kasgot (kotoran maggot) sebagai pupuk organik. Selain itu, ECOMAGG juga berinisiatif untuk memberikan edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui workshop di Taman Budaya Jawa Tengah, Kampung Kentingan, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta agar masyarakat lebih peduli pada lingkungan serta mampu mengelola sampah organik. Selanjutnya, tim ECOMAGG akan memperluas lahan budidaya menjadi 10x7 m serta membangun rumah maggot bertingkat untuk meningkatkan hasil produksi. Struktur organisasi usaha ECOMAGG terdiri dari lima orang dengan pembagian tugasnya antara lain, satu orang bertanggung jawab di bidang manajemen produksi dan operasional, satu orang mengelola keuangan dan administrasi, satu orang bertugas di bidang pemasaran dan promosi serta dua orang berfokus pada riset dan pengembangan produk. Dengan pembagian struktur tersebut, tim ECOMAGG mampu bekerja sama dalam menjalankan usaha sekaligus berinovasi berdasarkan pada kebutuhan pasar. ECOMAGG lahir dari banyaknya tumpukan limbah organik di lingkungan kampus FKIP UNS yang belum dikelola dengan baik. Melalui usaha ini, tim ECOMAGG akan memulai budidaya maggot dengan perlengkapan yang memadai. Dari proses budidaya maggot, tim ECOMAGG mengetahui terdapat potensi besar yang dapat digali dari usaha yang tidak hanya menyelesaikan masalah limbah tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial. Kedepannya, ECOMAGG menargetkan peningkatan hasil produksi dan jaringan mitra untuk mewujudkan usaha yang mandiri dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kami ingin melanjutkan kegiatan Program SEMESTA Wirausaha Merdeka tahun 2024 ke Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahun 2025 dengan mengusung tema yang sama untuk mengembangkan usaha lebih lanjut. Melalui program ini, kami akan mengumpulkan limbah organik dari kantin FKIP UNS sebagai pakan maggot, sekaligus mengatasi permasalahan sampah di lingkungan kampus. Kami berharap dengan melanjutkan program yang sudah ada, kami dapat kembali memanfaatkan kesempatan yang didapat untuk melakukan program ini kembali dengan lebih maksimal.

Deskripsi Usaha : ECOMAGG adalah usaha rintisan yang bergerak dalam kategori budidaya yang berfokus pada solusi pengolahan limbah organik dan penyediaan pakan ternak bernutrisi tinggi. 1. Masalah yang Diatasi dan Solusi (Visi & Misi) ECOMAGG mengatasi dua permasalahan utama: a. Pengelolaan Limbah Organik: Tingginya volume limbah organik, khususnya 20–25 kg per hari dari 11 kantin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), yang belum terkelola optimal. b. Biaya Pakan Ternak: Mahalnya harga pakan ternak bernutrisi tinggi yang berdampak pada biaya produksi peternak. Solusi yang ditawarkan ECOMAGG adalah melalui budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) yang mampu mengurai limbah organik (proses biokonversi) dan menghasilkan pakan ternak bernutrisi tinggi. Visi ECOMAGG adalah "Transforming Waste Into Sustainable Livestock Feed," dengan misi utama: a. Menyediakan pakan ternak alternatif yang bernutrisi tinggi dan lebih terjangkau. b. Mewujudkan pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan (sistem zero waste). c. Memproduksi produk sampingan bernilai ekonomi (pupuk organik). 2. Produk dan Nilai Jual (Value Proposition) ECOMAGG memiliki empat lini produk utama yang dihasilkan dari budidaya maggot: a. Maggot Kering. b. Pakan Ayam. c. Pelet Ikan. d. Pupuk Kasgot (pupuk organik dari kotoran maggot). Proposisi Nilai Utama (Keunggulan Bersaing): a. Pakan Bernutrisi Tinggi: Maggot kering Ecomagg memiliki kandungan protein tinggi (mencapai 40–50%) sebagai pengganti pakan konvensional. b. Hemat Biaya: Pakan ECOMAGG dijual lebih terjangkau (misalnya, pakan ayam hanya Rp12.000 per kg, jauh di bawah kompetitor yang mencapai Rp13.000–Rp16.000 per kg) untuk menekan biaya operasional peternak. c. Solusi Lingkungan: Mendukung sistem zero waste dengan mengelola limbah organik dari kantin FKIP UNS. d. Hasil Teruji: Uji coba produk menunjukkan hasil positif, seperti peningkatan frekuensi bertelur ayam (dari 3 menjadi 4 butir per hari) dan berat telur, serta peningkatan pertumbuhan lele. 3. Pasar dan Ekspansi Pada fase awal, ECOMAGG berfokus pada pasar spesifik di area kampus UNS. Setelah mendapatkan pendanaan P2MW, ECOMAGG melakukan ekspansi signifikan dan menargetkan seluruh Kota Surakarta (Pasar SAM). Segmen Pelanggan Utama (Geografis): a. Peternak ayam di Kelurahan Jebres. b. Pembudidaya ikan (terutama lele) di Kelurahan Joglo. c. Kelompok Tani di Kelurahan Mojosongo (untuk produk Pupuk Kasgot). Strategi Pemasaran: a. Pemasaran dilakukan melalui strategi "Pemasaran Berbasis Bukti & Testimoni. b. Dilakukan melalui saluran langsung (penjualan ke peternak/toko pakan) dan media sosial (Instagram: @ecomagg_ dan TikTok: @ecomagg.official), WhatsApp: 083155705364, dan e-commerce (Shopee: shopee.co.id/ecomagg). c. Aktivitas kunci termasuk Kemitraan B2B (dengan kantin FKIP UNS sebagai pemasok limbah), Sampling & Trial Product, dan Demonstrasi Produk di kandang/kolam. 4. Legalitas dan Pengembangan a. Legalitas: ECOMAGG telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang sah. b. Uji Mutu: ECOMAGG telah melakukan uji laboratorium (uji proksimat) bekerja sama dengan Fakultas Peternakan UGM untuk memvalidasi mutu dan kandungan nutrisi produknya. c. Skala Usaha: Berkat pendanaan P2MW, ECOMAGG telah mengembangkan produk (menambah Pupuk Kasgot), memperkuat strategi pemasaran, memperluas jangkauan konsumen, dan meningkatkan kapasitas produksi melalui perluasan lahan budidaya di TPS3R, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Penutup : Maka dengan demikian, laporan ini kami ajukan. Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Dikristek) – Kemendikbudristek atas kesempatan dan pendanaan yang telah diberikan kepada kami dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Dukungan ini telah menjadi pendorong utama bagi ECOMAGG untuk merealisasikan rencana bisnis dan mencapai pertumbuhan yang signifikan.