Nama Bisnis : Detral Biodegradable Detergent 3 in 1 dari Ekstrak Saponin Daun Waru Berteknologi Enzim Lipase dan Protease
Kategori Usaha : Manufaktur dan Teknologi Terapan
Tahapan Usaha : Tahapan Bertumbuh
Merek/ Nama Produk : Detral
Nama Komunitas :
NIB : 2106240076749
Tahun NIB :
Nama Institusi : Universitas Hasanuddin
Platform Penjualan : Shopee
Akun Media Sosial : @detral.inaja
Situs Bisnis : https://detral.biz.id
Lokasi Bisnis : Kompleks Perumahan Gubernur Graga Sayang, Blok B 11 Antang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/5pxw3qdeTAdr3JQu7?g_st=aw
Latar Belakang : Pada sektor industri, produk detergen memiliki potensi bisnis yang besar karena merupakan produk pembersih yang umum digunakan oleh masyarakat (Mardiah dkk., 2021). Tingkat konsumsi detergen di Indonesia terus mengalami peningkatan dengan rata-rata pemakaian tiap rumah tangga mencapai 50 gram hari (Tang dan Dirawan, 2023). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2024), Indonesia memiliki populasi penduduk sekitar 279 juta jiwa dengan 71 juta rumah tangga. Jika setiap rumah tangga menggunakan sebanyak 50 gram detergen per hari, maka limbah detergen yang dihasilkan per tahun diperkirakan akan mencapai 1,28 juta ton. Volume limbah sebesar ini menjadi ancaman yang krusial karena detergen konvensional mengandung rantai kimia yang sulit didegradasi oleh mikroorganisme sehingga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan makhluk hidup (Nurdianti dkk., 2024). Detergen mengandung bahan aktif berupa surfaktan yang berfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan air pada saat proses pencucian sehingga kotoran yang tidak larut dalam air seperti minyak dan lemak dapat terangkat. Alkil Benzena Sulfonat (ABS) dan Linear Alkilbenzena Sulfonat (LAS) merupakan jenis surfaktan yang terdapat dalam detergen konvensional yang sukar diurai oleh mikroorganisme (nonbiodegradable) (Nurrosyidah dkk., 2023). Kandungan bahan tersebut dapat mengganggu disfungsi oksigen dari udara ke perairan, menurunkan tingkat kualitas air, membunuh biota laut, eutrofikasi, dan merusak struktur tanah (Mariah dkk., 2023, dan Pan, 2024). Selain itu, juga dapat mengancam kesehatan manusia karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mengganggu pernafasan (Srimurni dkk., 2023). Oleh karena itu, diperlukan upaya alternatif untuk menggantikan surfaktan yang aman bagi lingkungan dan manusia. Salah satu alternatif yaitu dengan memanfaatkan bahan alami yaitu daun waru. Ketentuan utama bahan alami pengganti surfaktan tersebut harus mengandung saponin yang bisa menghasilkan busa (Banjarnahor, 2024). Berangkat dari permasalahan tersebut, maka Tim P2MW Universitas Hasanuddin menciptakan produk detergen ramah lingkungan dengan judul “Detral: Biodegradable Detergent 3 in 1 dari Ekstrak Saponin Daun Waru Berkteknologi Enzim Lipase dan Protease”. Daun waru memiliki kandungan saponin yang cukup tinggi sebanyak 12,9 mg/g yang dapat menghasilkan busa dan mengangkat kotoran pada pakian (Pangestu, 2019). Pemilihan daun waru sebagai bahan baku utama juga didasarkan pada ketersediannya yang melimpah di daerah tropis, khususnya di kota Makassar karena dapat tumbuh di daerah yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut atau daerah pesisir (Aulya dkk., 2020). Komposisi Detral juga didukung oleh penggunaan teknologi enzimatis, yang memanfaatkan enzim lipase dan protease sebagai komponen biodetergen (Vera dkk., 2023). Enzim lipase berperan dalam menghidrolisis ikatan ester pada lemak dan minyak menjadi molekul yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah larut dalam air dan efektif dalam menghilangkan noda lemak. Sementara itu, enzim protease berfungsi memecah protein menjadi molekul lebih sederhana, yang membantu menghidrolisis noda protein seperti darah, keringat, dan lendir (Kusna, 2022). Selain teknologi enzimatis, Detral juga mengandung Metil Ester Sulfonat (MES), senyawa anionik yang berasal dari oleokimia kelapa sawit (Nining dkk., 2024). Dengan komposisi ini, Detral tidak hanya efektif dalam membersihkan pakaian tetapi juga ramah lingkungan dan aman bagi makhluk hidup. Usaha Detral termasuk ke dalam kategori manufaktur dan teknologi terapan karena melakukan transformasi bahan baku alami seperti daun waru menjadi detergen melalui proses ekstraksi, formulasi enzim, dan pengolahan berbasis teknologi. Inovasi produk terletak pada penggunaan bahan biodegradable pengganti surfaktan sintesis, kombinasi teknologi enzimatis, dan keunggulan 3 in 1 (bacteriostatic, deep cleaning, dan deodorization) yang berbeda dari detergen konvensional. Selain itu, Detral menerapkan manajemen produksi berkelanjutan dan strategi pemasaran berbasis eco-friendly. Usaha Detral berawal dari inisiasi pada bulan April 2024 melalui pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan berhasil meraih prestasi Medali Emas pada ajang Pekan Mahasiswa Nasional (PIMNAS) pada bulan Oktober 2024. Melalui kompetisi akademik ini, Detral memperoleh validasi awal baik dari segi teknis maupun potensi bisnis, yang kemudian menjadi fondasi pengembangan usaha lebih lanjut. Lokasi usaha Detral bertempat di Kompleks Perumahan Gubernur Graga Sayang, Blok B 11 Antang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Deskripsi Usaha : Pada sektor industri, produk detergen memiliki potensi bisnis yang besar karena merupakan produk pembersih yang umum digunakan oleh masyarakat (Mardiah dkk., 2021). Tingkat konsumsi detergen di Indonesia terus mengalami peningkatan dengan rata-rata pemakaian tiap rumah tangga mencapai 50 gram hari (Tang dan Dirawan, 2023). Peningkatan penggunaan detergen konvensional dapat memberikan dampak negatif karena mengandung surfaktan Alkil Benzena Sulfonat dan Linear Alkil Sulfonat yang rantai kimianya sulit didegradasi oleh mikroorganisme (Nurdianti dkk., 2024). ). Kandungan bahan tersebut dapat mengganggu disfungsi oksigen dari udara ke perairan, menurunkan tingkat kualitas air, membunuh biota laut, eutrofikasi, dan merusak struktur tanah (Mariah dkk., 2023, dan Pan, 2024). Selain itu, juga dapat mengancam kesehatan manusia karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mengganggu pernafasan (Srimurni dkk., 2023). Oleh karena itu, diperlukan upaya alternatif untuk menggantikan surfaktan yang aman bagi lingkungan dan manusia. Salah satu alternatif yaitu dengan memanfaatkan bahan alami yaitu daun waru. Berangkat dari permasalahan tersebut, maka Tim P2MW Universitas Hasanuddin menciptakan produk detergen ramah lingkungan dengan judul “Detral: Biodegradable Detergent 3 in 1 dari Ekstrak Saponin Daun Waru Berkteknologi Enzim Lipase dan Protease”. Usaha Detral yang berawal dari inovasi detergen ramah lingkungan, kini mengembangkan varian baru yaitu sabun cuci piring ramah lingkungan. Usaha Detral berawal dari inisiasi pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sejak Juni 2024 hingga saat ini. Adapun tujuan mulia (noble purpose) yang dirasakan masyarakat diantaranya yaitu: a) Peningkatan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan daun waru yang sebelumnya tidak dioptimalkan, menjadi surfaktan yang memiliki nilai ekonomis dan menjadi sumber pendapatkan bagi masyarakat sekitar, b) Hadirnya produk Detral dapat mencegah pencemaran lingkungan, karena didalamnya terkandung surfaktan alami, c) meningkatnya kesadaran masyarakat terkait green lifestyle dan meningkatnya environmental awarness, dan d) produk Detral juga berkontribusi terhadap SDG 6 SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) degan bahan tanpa akumulasi zat kimia beracun di perairan dan menjaga kualitas air tanah.
Penutup : Dengan hadirnya Detral sebagai produk detergen dan sabun cuci piring berbahan alami daun waru yang ramah lingkungan, diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam mengurangi dampak negatif detergen konvensional terhadap kesehatan dan lingkungan. Keberhasilan dalam meraih omzet awal usaha, kemajuan legalitas, serta perluasan jaringan pemasaran menunjukkan bahwa Detral memiliki prospek bisnis yang menjanjikan dan berkelanjutan ke depannya. Teimakasih banyak kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang telah memberikan dukungan dalam bentuk pendanaan dalam usaha ini, dan juga Universitas Hasanuddin yang telah memberikan wadah dan ruang untuk bertumbuh.
