Loading...

Detail Bisnis

Paket Wisata Tematik dan Budaya Lokal di Desa Ngoro oro

Nama Bisnis : Paket Wisata Tematik dan Budaya Lokal di Desa Ngoro oro

Kategori Usaha : Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan

Tahapan Usaha : Tahapan Awal

Merek/ Nama Produk : Catur Daya Wisata tour

Nama Komunitas : Entrepreneurs Club UNU Yogyakarta

NIB : 280925000746

Tahun NIB : 2025


Nama Institusi : Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Platform Penjualan : Traveloka dan Klook

Akun Media Sosial : @caturdayawisata ,https://www.instagram.com/caturdayawisata?igsh=MnV2ZnMyMWl5dTUw

Situs Bisnis : https://caturdayawisata.wixsite.com/my-site-1

Lokasi Bisnis : https://maps.app.goo.gl/6dMn5BS1aadtZcxn8?g_st=com.google.maps.preview.copy

Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/6dMn5BS1aadtZcxn8?g_st=com.google.maps.preview.copy


Latar Belakang : Latar Belakang Dari Ngoro Oro untuk Indonesia: Wisata Tematik yang Tumbuh dari Budaya Catur Daya Wisata (paket perjalanan wisata bertema dan budaya di desa Ngoro Oro) lahir dari pengamatan kami terhadap kenaikan permintaan dalam sektor pariwisata alam dan budaya belakangan ini. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyebutkan bahwa 60% pengunjung lebih memilih destinasi yang berkaitan dengan alam. Selain itu, sebanyak 54% wisatawan lokal lebih memilih tempat yang memberikan pengalaman budaya setempat (Jakpat 2023). Di sisi lain, proyeksi pertumbuhan untuk pariwisata di pedesaan Indonesia diprediksi akan meningkat sebesar 25%-30% atau sekitar 1.500.000 hingga 2.000.000 wisatawan pada tahun 2025, sejalan dengan tren meningkatnya kombinasi wisata alam dan budaya. Fenomena serupa juga terlihat dalam kecenderungan masyarakat yang semakin hobi melakukan aktivitas alam seperti trekking, hiking, bertani, dan menanam padi. Menyikapi kesempatan ini, Catur Daya Wisata hadir sebagai jawaban untuk menyediakan paket wisata yang bertema alam dan berbudaya.

Deskripsi Usaha : Deskripsi Usaha Tujuan Mulia Dari Tanah Ngoro-Oro, Untuk Dunia: Cerita Dibalik Lahirnya LokaTrip Saya dilahirkan dan dibesarkan di Ngoro-Oro, sebuah desa kecil yang terletak di perbukitan bagian timur Yogyakarta. Sejak usia dini, saya sudah terbiasa menyaksikan kabut pagi menutupi lembah, mendengar aliran air dari air terjun Jurug Gede, dan melihat para ibu yang sedang membatik di teras rumah mereka. Namun, seiring waktu berjalan, saya menyadari bahwa kekayaan alam dan budaya yang ada di desa saya belum sepenuhnya membawa kesejahteraan yang seharusnya bagi penduduknya. Sebagai generasi muda yang diberi kesempatan mengejar pendidikan tinggi dan menjelajahi dunia digital, saya merasa terdorong untuk melakukan lebih banyak. Saya tidak ingin desa ini hanya menjadi tempat yang saya tinggalkan, melainkan menjadi tempat yang saya tingkatkan. Maka, Catur Daya Wisata pun lahir, sebuah inisiatif wisata bertema alam dan budaya yang bertujuan untuk menampilkan potensi desa kami ke publik yang lebih luas. Catur Daya Wisata bukan sekadar usaha pariwisata. Ini adalah suatu gerakan untuk menghidupkan kembali semangat masyarakat desa dengan memanfaatkan potensi yang mereka miliki. Kami menggali cerita lokal, menyajikannya dalam bentuk konten digital, dan menjalin hubungan dengan para wisatawan yang mencari pengalaman otentik. Dengan Catur Daya Wisata, kami ingin: Menciptakan peluang ekonomi baru bagi penduduk melalui pelatihan dan partisipasi mereka dalam paket wisata seperti kuliner, homestay, kelas membatik, dan trekking. Melestarikan budaya setempat dan menjadikannya sebagai daya tarik yang membanggakan, bukan sekadar warisan yang terlupakan. Memacu transformasi digital di desa kami, agar masyarakat tidak hanya melihat perubahan, tetapi juga mengambil peran penting di dalamnya. Mewujudkan desa yang berfokus pada pariwisata berkelanjutan, sesuai dengan visi pembangunan jangka menengah desa kami.Mengembangkan Desa Wisata Berkelanjutan Catur Daya Wisata meningkatkan usaha untuk mengembangkan Desa Ngoro-Oro sebagai destinasi wisata yang berfokus pada prinsip keberlanjutan, dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan desa sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Saya yakin, membangun desa itu tak hanya soal infrastruktur, melainkan tentang membuka harapan. Dan Catur Daya Wisata merupakan harapan tersebut lahir dari desa, dibangun oleh komunitas setempat, dan untuk masa depan desa kami. Saya ingin suatu hari nanti, generasi muda di desa saya tidak perlu pergi jauh untuk mencari peluang. Mereka dapat tinggal, berkembang, dan merasa bangga karena di desa mereka sendiri, mereka memiliki masa depan.

Penutup : Catur Daya Wisata muncul sebagai terobosan kreatif dalam memanfaatkan potensi pariwisata berlandaskan budaya lokal di Desa Ngoro-Oro. Dengan mengintegrasikan teknologi digital bersama kearifan lokal, Catur Daya Wisata bertujuan untuk menyuguhkan pengalaman berwisata yang nyata dan tak terlupakan bagi pengunjung, seraya memberdayakan masyarakat setempat. Melalui studi pesaing, penentuan posisi di pasar, pengembangan produk yang revolusioner, rencana pemasaran yang efisien, serta optimalisasi penggunaan sumber daya baik yang nyata maupun tidak nyata, Catur Daya Wisata memiliki basis yang kokoh untuk berkembang dan memberikan kontribusi di sektor pariwisata Indonesia. Kami menyadari bahwa kesuksesan Catur Daya Wisata tidak hanya bergantung pada strategi bisnis yang mantap, tetapi juga pada dukungan serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat lokal, pemerintah daerah, dan mitra strategis lainnya. Untuk itu, kami terbuka untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan demi merealisasikan visi bersama dalam memajukan pariwisata berbasis alam, budaya dan teknologi. Dengan semangat inovasi dan dedikasi terhadap pemberdayaan lokal, Catur Daya Wisata siap untuk menjadi pionir dalam perubahan pariwisata desa yang