Nama Bisnis : Pengembangan Briqly sebagai Bio Energi untuk Mendorong Business Sustainability in Economic Circular Context
Kategori Usaha : Manufaktur dan Teknologi Terapan
Tahapan Usaha : Tahapan Bertumbuh
Merek/ Nama Produk : BRIQLY
Nama Komunitas :
NIB : 3005250042207
Tahun NIB : 2025
Nama Institusi : Universitas Nusantara PGRI Kediri
Platform Penjualan : shopee.co.id/briket_briqly
Akun Media Sosial : @briqly.briket
Situs Bisnis : https://briq-ly.infinityfreeapp.com/
Lokasi Bisnis : Desa/Kelurahan Cendono, Kec. Kandat, Kab. Kediri, Provinsi Jawa Timur
Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/ZmZPq1QkSqoD6fGt5
Latar Belakang : Dalam menghadapi tantangan global terkait krisis energi berbasis fosil serta meningkatnya kebutuhan akan solusi energi yang lebih ramah lingkungan, hadirnya Briqly sebagai sebuah inisiatif kewirausahaan sosial menjadi angin segar dalam upaya menciptakan energi alternatif yang berkelanjutan. Briqly didirikan Dusun Cendonosari, Desa Cendono, Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri, Jawa Timur, sebuah daerah yang memiliki potensi besar dalam pemanfaatan limbah batok kelapa yang selama ini belum dimaksimalkan. Limbah batok kelapa yang melimpah merupakan hasil samping dari aktivitas rumah tangga dan industri olahan kelapa di daerah tersebut, namun belum banyak yang melihatnya sebagai sumber daya berharga. Berangkat dari keprihatinan terhadap ketergantungan energi pada bahan bakar fosil serta kurangnya pemanfaatan limbah pertanian lokal, Briqly hadir membawa semangat perubahan dengan mengembangkan produk briket batok kelapa sebagai sumber energi bersih, terbarukan, dan berdampak sosial positif. Menurut penelitian Mu’izzuddin dkk. (2020), limbah tempurung kelapa yang dibiarkan menumpuk dan dibuang sembarangan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Hal ini disebabkan oleh teksturnya yang keras sehingga sulit diurai oleh mikroorganisme, sehingga berpotensi mencemari tanah dan lingkungan sekitar. Menanggapi permasalahan tersebut, Rizwan dkk. (2024) dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa menyebutkan bahwa pemanfaatan limbah tempurung kelapa menjadi briket merupakan salah satu solusi inovatif yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Gagasan pendirian Briqly berakar dari visi untuk menciptakan inovasi energi terbarukan yang tidak hanya mengurangi jejak karbon, tetapi juga memperkuat perekonomian lokal melalui pemberdayaan masyarakat. Dengan pendekatan ekonomi sirkular, Briqly menitik beratkan pada prinsip pemanfaatan limbah, efisiensi sumber daya, dan perputaran nilai di dalam sistem produksi dan distribusi energi. Pada tahap awal pendirian, tim penggagas Briqly melakukan serangkaian riset mendalam dan studi kelayakan teknis serta lingkungan untuk memastikan bahwa batok kelapa memiliki potensi sebagai bahan baku utama dalam pembuatan briket. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa batok kelapa memiliki nilai kalor yang cukup tinggi, rendah emisi, serta ketersediaannya yang berkelanjutan, menjadikannya pilihan ideal sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Briqly mengembangkan sistem manufaktur yang sederhana namun efisien, mencakup beberapa tahapan utama yaitu proses karbonisasi batok kelapa, penghancuran arang menjadi serbuk halus, pencampuran dengan perekat alami seperti tepung kanji atau tapioka, pencetakan menjadi bentuk briket yang seragam, hingga tahap pengeringan menggunakan energi matahari atau sistem pengering termodifikasi. Seluruh proses ini dirancang untuk meminimalisasi limbah tambahan dan emisi, serta dapat dioperasikan oleh masyarakat lokal setelah mengikuti pelatihan singkat. Dengan demikian, teknologi yang digunakan tidak hanya mengutamakan keberlanjutan, tetapi juga mengandung nilai edukatif dan inklusif dalam konteks pemberdayaan komunitas. Dalam perjalanannya selama tahun pertama, Briqly telah mengalami perkembangan yang signifikan. Produksi yang semula berskala kecil kini telah meningkat menjadi kapasitas menengah, dengan cakupan distribusi yang meluas ke sektor rumah tangga, UMKM, dan pelaku industri kecil di wilayah Kediri dan sekitarnya. Peningkatan kapasitas ini didorong oleh tingginya minat masyarakat terhadap sumber energi yang lebih bersih serta harga produk yang bersaing dengan bahan bakar konvensional. Selain itu, Briqly juga memperkuat jejaring ekonomi lokal melalui sistem pengumpulan bahan baku yang melibatkan masyarakat, sehingga tidak hanya meningkatkan efisiensi rantai pasok, tetapi juga menguatkan komitmen terhadap prinsip resource looping yang menjadi salah satu fondasi utama ekonomi sirkular. Struktur organisasi Briqly dirancang secara adaptif dan kolaboratif, terdiri dari lima divisi utama yang mencakup posisi Chief Executive Officer (CEO), Kepala Produksi, Manajer Pemasaran dan Distribusi, Manajer Keuangan, serta Manajer Operasional. Setiap divisi berperan strategis dalam pengembangan usaha, dengan pendekatan kepemimpinan yang inklusif dan berbasis data. Model pengambilan keputusan di dalam organisasi mengutamakan transparansi, partisipasi, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam mengelola produksi, distribusi, dan pemasaran. Budaya organisasi yang dibangun juga mendorong inovasi dari bawah ke atas, di mana setiap anggota tim didorong untuk menyampaikan ide dan solusi dalam upaya peningkatan efisiensi dan dampak sosial dari usaha. Briqly aktif mengikuti berbagai program inkubasi bisnis, pelatihan kewirausahaan hijau, serta kompetisi inovasi energi berkelanjutan di tingkat regional maupun nasional. Partisipasi dalam program-program tersebut tidak hanya menambah jejaring usaha dan wawasan strategis, tetapi juga membuka peluang pendanaan dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk investor sosial, pemerintah daerah, dan LSM yang bergerak di bidang lingkungan hidup. Pengakuan terhadap model bisnis Briqly sebagai pionir energi alternatif dari daerah semakin memperkuat posisinya dalam ekosistem inovasi hijau Indonesia. Lokasi usaha yang strategis di Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, memberikan keuntungan logistik yang signifikan. Akses yang mudah ke pusat-pusat produksi kelapa serta kedekatan dengan koperasi desa dan pelaku UMKM lokal menjadikan distribusi dan kolaborasi semakin efektif. Kolaborasi dengan koperasi dan UMKM ini menciptakan ekosistem usaha yang inklusif, di mana nilai tambah dari produk tidak hanya dinikmati oleh perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat setempat. Briqly berkomitmen untuk terus menjaga prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek usahanya, mulai dari desain produk yang tahan lama dan mudah terurai, sistem produksi yang rendah emisi, hingga model bisnis yang adil dan partisipatif. Dengan segala pencapaian dan potensi yang dimiliki, Briqly hadir bukan sekadar sebagai produsen energi alternatif, tetapi sebagai agen perubahan sosial dan lingkungan yang memadukan inovasi, pemberdayaan, dan keberlanjutan dalam satu kesatuan model bisnis. Inisiatif ini menunjukkan bahwa solusi energi bersih dapat lahir dari daerah, dikelola secara lokal, dan memiliki dampak global jika dikelola dengan visi yang kuat serta strategi yang matang.
Deskripsi Usaha : Usaha briket arang tempurung kelapa Briqly didirikan bukan hanya untuk mengejar keuntungan, tetapi juga untuk memberikan solusi berkelanjutan terhadap permasalahan lingkungan, khususnya pengelolaan limbah tempurung kelapa yang banyak dihasilkan oleh para penjual kelapa di wilayah Kediri. Selain itu, pengolahan tempurung kelapa menjadi briket juga menciptakan nilai ekonomis yang dapat mendukung keberlanjutan usaha masyarakat. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, kami berupaya mengolah limbah tersebut menjadi briket arang berkualitas tinggi yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis, sehingga dapat memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat. Briket yang kami hasilkan merupakan energi alternatif pengganti arang kayu, dengan karakteristik pembakaran yang lebih tahan lama, panas stabil, dan asap yang lebih sedikit. Produk ini sekaligus menjadi media edukasi kepada masyarakat mengenai potensi besar tempurung kelapa sebagai sumber energi terbarukan. Kami juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan produk ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Dari sisi sosial dan ekonomi, usaha ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas UMKM kuliner, seperti pedagang sate, angkringan, penyetan bakar, nasi goreng arang, dan berbagai pelaku usaha lainnya yang menggunakan arang dalam proses pengolahan makanan. Dengan kemasan yang praktis dan mudah dibawa, briket kami memberikan kenyamanan dan fleksibilitas dalam penggunaan. Lebih dari itu, briket arang tempurung kelapa memiliki peluang besar di kalangan UMKM kategori makanan dan minuman (Food and Baverage) sebagai alternatif bahan bakar yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan dibandingkan gas elpiji. Transisi dari LPG ke briket bukan sekadar langkah penghematan biaya, tetapi juga merupakan investasi strategis untuk mendukung keberlanjutan (sustainability) dan daya saing (competitiveness) UMKM Food and Baverage. Dengan biaya energi yang lebih hemat, kualitas masakan yang lebih autentik, serta kontribusi terhadap lingkungan yang lebih bersih, briket tempurung kelapa hadir sebagai solusi yang mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Terakhir, usaha ini juga membuka peluang kerja konkret bagi masyarakat sekitar, khususnya bagi para pemuda dan pekerja serabutan, yang dapat terlibat langsung dalam berbagai tahap kegiatan usaha. Pada tahap produksi, tenaga kerja dibutuhkan untuk pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi bahan baku briket. Selanjutnya, pada tahap pengemasan, dibutuhkan keterampilan dalam pengepakan produk agar siap dipasarkan dengan standar kualitas yang baik. Di tahap distribusi, peluang kerja muncul dalam aktivitas pemasaran, pengelolaan logistik, dan pengiriman produk ke pasar lokal. Dengan demikian, Briqly hadir sebagai solusi yang menyatukan keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan penciptaan lapangan kerja dalam satu inovasi produk berbasis potensi lokal yang nyata.
Penutup : BRIQLY hadir sebagai sebuah inovasi yang tidak hanya menjawab tantangan krisis energi dan pengelolaan limbah, tetapi juga membuka jalan bagi terciptanya ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan di Kediri dan sekitarnya. Melalui pengembangan briket arang dari limbah tempurung kelapa, kami telah membuktikan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal dapat menghasilkan produk bernilai tinggi yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan keunggulan produk berupa efisiensi pembakaran yang tinggi, minimnya asap, serta kemampuan memberikan cita rasa khas pada makanan, BRIQLY menawarkan solusi energi alternatif yang relevan dengan kebutuhan pasar dan tren keberlanjutan global. Kami yakin bahwa dalam perjalanannya, BRIQLY akan mampu mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan, mulai dari transformasi limbah menjadi produk bernilai ekonomis, penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal, hingga pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil dan arang kayu konvensional. Melalui pendekatan bisnis yang mengedepankan prinsip-prinsip Business Sustainability in Economic Circular Context, BRIQLY berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengoptimalkan kapasitas produksi serta jangkauan pasarnya di tingkat domestik. Strategi penetrasi pasar yang berorientasi pada pendidikan konsumen dan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan akan menjadi kunci keberhasilan usaha ini dalam mencapai target Serviceable Obtainable Market (SOM) yang telah ditetapkan. Kedepannya, BRIQLY memiliki harapan besar untuk tidak hanya menjadi pionir di bidang energi terbarukan berbasis limbah organik, tetapi juga katalisator perubahan pola pikir masyarakat terhadap limbah dan energi alternatif. Kami berharap dapat menginspirasi semakin banyak inisiatif serupa yang berbasis potensi lokal, sehingga tercipta jaringan usaha berkelanjutan yang saling mendukung dan memperkuat ekonomi daerah. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2025, BRIQLY optimis dapat berkembang menjadi model bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan yang signifikan, selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang menjadi agenda global saat ini.
