Nama Bisnis : Inovasi limbah ampas tebu sebagai briket ramah lingkungan untuk energi terbarukan
Kategori Usaha : Manufaktur dan Teknologi Terapan
Tahapan Usaha : Tahapan Awal
Merek/ Nama Produk : BriBu
Nama Komunitas : @umkmcentersolo, @sahaba_umkm (instagram)
NIB : 1109250022991
Tahun NIB : 2025
Nama Institusi : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Platform Penjualan : Instagram
Akun Media Sosial : @bribu_id
Situs Bisnis : https://www.instagram.com/bribu_id
Lokasi Bisnis : Jobayan RT 01/01 Menuran,Baki
Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/s8qAmmpnjnd8GpXD6
Latar Belakang : Indonesia adalah salah satu negara dengan sumber energi terbarukan terkemuka di dunia. Pemerintah Indonesia telah menekankan pentingnya energi biomassa yang biodegradable dan ramah lingkungan (Nurdiansyah et al., 2024). Potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang cukup besar diantaranya, mini/micro hydro sebesar 450 MW, Biomass 50 GW, energi surya 4,80 kWh/m2/hari, energi angin 3-6 m/det dan energi nuklir 3 GW. Semakin hari cadangan bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi dan gas alam yang semakin menipis dan lagi masalah harga yang semakin mahal. Maka dari itu untuk memenuhi keperluan energi di masa yang akan datang, maka diperlukan usaha untuk mencari energi alternatif bahan bakar lainnya, salah satunya dengan memanfaatkan energy biomassa yang dapat diperbaharui (Yulianto & Kurniawan, 2024). Kebutuhan sumber energi semakin meningkat seiring dengan meningkatnya konsumsi energi oleh masyarakat. Upaya dalam menemukan sumber energi terus dilakukan termasuk sumber energi baru terbarukan. Manfaat pembuatan briket dapat mengurangi sampah yang menyebabkan pencemaran lingkungan (Sugiharto & Firdaus, 2021). Salah satu bahan alternatif yang digunakan untuk membuat briket adalah ampas tebu. Tebu merupakan tanaman yang digunakan sebagai bahan baku utama memproduksi gula. Menurut data penelitian (Hidayati Noor & Arifia, 2022) menunjukkan bahwa jumlah perkebunan tebu di Indonesia memiliki luas area sebesar 429.959 Ha dengan hasil produksi sebesar 2.170.948 Ton dan akan menghasilkan limbah yaitu ampas tebu. Ampas tebu tersebut dapat digunakan untuk bahan bakar, kompos, pakan ternak, hingga bahan baku briket. Ampas tebu, salah satu biomassa yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan briket (Mufti et al., 2024). Briket dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif dalam industri, sehingga dapat diaplikasikan untuk mengurangi bahan bakar fosil (Maulinda et al., 2020). Briket merupakan salah satu solusi kreatif dalam mengatasi permasalahan lingkungan, terutama dalam pengelolaan limbah organic salah satunya yaitu ampas tebu (Bastomi et al., 2023). Ketersediaan energi dan bahan bakar minyak yang saat ini kurang, menunjukkan perlunya beralih ke bahan bakar alternatif salah satunya briket. Penggunaan briket sebagai bahan bakar memiliki banyak keuntungan, antara lain lebih efisien dalam pembakaran, menghasilkan sedikit asap, dan memiliki nilai kalor yang tinggi. Selain itu, briket juga lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar fosil karena emisi karbonnya yang lebih rendah (Arifin et al., 2024). Briket ampas tebu merupakan hasil olahan dari limbah tebu yang dihasilkan setelah proses penggilingan tebu untuk memproduksi gula atau minuman sari tebu. Usaha briket ini memanfaatkan limbah yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Proses pembuatan briket ampas tebu perlu tambahan perekat, bertujuan merekatkan serbuk arang jadi bentuk padat. Perekat yang sering digunakan adalah perekat organik dan anorganik. Perekat anorganik, contohnya semen, natrium silikat dan lempung, relatif dianggap kurang baik digunakan. Hal ini dikarenakan menyisakan abu yang lebih banyak, yakni pada saat proses pembakaran (Mufti et al., 2024). Berdasarkan literatur jurnal dan penelitian yang telah ada sebelumnya, dan beberapa permasalahan di atas, kami mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta berinovasi untuk membuat briket dengan bahan baku alternatif berupa limbah tebu. Hal tersebut menjadi latar belakang dibuatnya Proposal Program Pembinaan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan judul “Inovasi limbah ampas tebu sebagai briket ramah lingkungan untuk energi terbarukan.”
Deskripsi Usaha : Briket dengan bahan dasar ampas tebu merupakan bentuk inovasi di bidang energi alternatif yang memanfaatkan limbah organik dari pengolahan tebu. Ampas tebu diolah menjadi suatu bahan bakar yang memiliki manfaat, daya jual yang tinggi, serta menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Limbah ampas tebu yang tidak dikelola dengan baik serta penggunaan bahan bakar konvensional secara terus menerus, padahal keberadaannya terbatas dan tidak terbarukan menjadi faktor utama dari produksi briket berbahan dasar ampas tebu. Harga bahan bakar konvensional yang tinggi serta kurang ramah lingkungan juga menjadi faktor pendukung dari produksi briket ampas tebu. Dengan mengolah ampas tebu menjadi briket, dapat mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang semakin langka. Dengan memanfaatkan briket ampas tebu, permasalahan terkait limbah, energi, dan dampak lingkungan dapat diatasi dengan cara yang lebih efisien dan berkelanjutan. Briket ini memberikan solusi yang ramah lingkungan, lebih murah, dan dapat membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta dampak polusi yang ditimbulkan oleh bahan bakar konvensional, yang berdasarkan SDG’s (Sustainable Development Goals) terdapat pada nomor berikut: Briket dengan bahan dasar ampas tebu merupakan bentuk inovasi di bidang energi alternatif yang memanfaatkan limbah organik dari pengolahan tebu. Ampas tebu diolah menjadi suatu bahan bakar yang memiliki manfaat, daya jual yang tinggi, serta menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Limbah ampas tebu yang tidak dikelola dengan baik serta penggunaan bahan bakar konvensional secara terus menerus, padahal keberadaannya terbatas dan tidak terbarukan menjadi faktor utama dari produksi briket berbahan dasar ampas tebu. Harga bahan bakar konvensional yang tinggi serta kurang ramah lingkungan juga menjadi faktor pendukung dari produksi briket ampas tebu. Dengan mengolah ampas tebu menjadi briket, dapat mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang semakin langka. Dengan memanfaatkan briket ampas tebu, permasalahan terkait limbah, energi, dan dampak lingkungan dapat diatasi dengan cara yang lebih efisien dan berkelanjutan. Briket ini memberikan solusi yang ramah lingkungan, lebih murah, dan dapat membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta dampak polusi yang ditimbulkan oleh bahan bakar konvensional, yang berdasarkan SDG’s (Sustainable Development Goals) terdapat pada nomor berikut: Briket dengan bahan dasar ampas tebu merupakan bentuk inovasi di bidang energi alternatif yang memanfaatkan limbah organik dari pengolahan tebu. Ampas tebu diolah menjadi suatu bahan bakar yang memiliki manfaat, daya jual yang tinggi, serta menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Limbah ampas tebu yang tidak dikelola dengan baik serta penggunaan bahan bakar konvensional secara terus menerus, padahal keberadaannya terbatas dan tidak terbarukan menjadi faktor utama dari produksi briket berbahan dasar ampas tebu. Harga bahan bakar konvensional yang tinggi serta kurang ramah lingkungan juga menjadi faktor pendukung dari produksi briket ampas tebu. Dengan mengolah ampas tebu menjadi briket, dapat mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang semakin langka. Dengan memanfaatkan briket ampas tebu, permasalahan terkait limbah, energi, dan dampak lingkungan dapat diatasi dengan cara yang lebih efisien dan berkelanjutan. Briket ini memberikan solusi yang ramah lingkungan, lebih murah, dan dapat membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta dampak polusi yang ditimbulkan oleh bahan bakar konvensional, yang berdasarkan SDG’s (Sustainable Development Goals) terdapat pada nomor berikut: SDG 7, SDG 12, SDG 13, SDG 8, SDG 9, SDG 15.
Penutup : Usaha briket ampas tebu (BriBu) ini menawarkan solusi yang inovatif dan ramah lingkungan dalam mengelola limbah pertanian yang selama ini terbuang sia-sia. Dengan memanfaatkan ampas tebu sebagai bahan baku briket, kita tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap pencemaran limbah pada lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru. Produk briket ini memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan energi bersih di masyarakat, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi pengusaha juga industri rumah tangga. Berdasarkan hasil analisa yang agar terciptanya kelancaran, sehingga dapat bermanfaat bagi penulis dan masyarakat sekitar. kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini dan atas perhatianya kami ucapkan terima kasih.
