Loading...

Detail Bisnis

Diversifikasi Motif Batik Pokat Wong Linggau Sebagai Upaya Pen...

Nama Bisnis : Diversifikasi Motif Batik Pokat Wong Linggau Sebagai Upaya Pengembangan Batik Lokal di Bumi Silampari

Kategori Usaha : Industri Kreatif, Seni, dan Budaya

Tahapan Usaha : Tahapan Bertumbuh

Merek/ Nama Produk : Batik Pokat Wong Linggau

Nama Komunitas :

NIB : 0903240026115

Tahun NIB : 2024


Nama Institusi : Universitas PGRI Silampari

Platform Penjualan : http://shopee.co.id/batik_pokat_wonglinggau

Akun Media Sosial : https://www.instagram.com/batik_pokat_wong_linggau?igsh=MW02ZXJrdnBpcm9uYg==

Situs Bisnis :

Lokasi Bisnis : Jl Jenderal Sudirman No.77 Kelurahan Megang Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau

Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/YBo6t1AeZdqqRgDF6


Latar Belakang : Batik Pokat Wong Linggau lahir dari semangat lima mahasiswa Program Studi Kewirausahaan Universitas PGRI Silampari yang ingin menggali potensi lokal dan melestarikan budaya melalui inovasi. Kota Lubuklinggau dikenal sebagai penghasil buah alpukat (pokat) yang menjadi simbol kebanggaan masyarakat. Melihat potensi ini, tim menciptakan Batik Pokat Wong Linggau sebagai sebuah inovasi yang memadukan motif alpukat dengan seni batik khas Indonesia. Batik Pokat tidak hanya menghadirkan keunikan visual, tetapi juga membawa nilai filosofis, pelestarian budaya, dan pemberdayaan pengrajin lokal. Sejak berdiri pada 2023, usaha ini berkembang dari teknik batik cap menuju batik tulis, lukis, dan printing. Dukungan dari Program P2MW Tahap Awal memperkuat posisi Batik Pokat dalam pasar lokal dan nasional. Kini, usaha ini berfokus pada diversifikasi produk siap pakai seperti baju, pouch, dan syal, sekaligus menjadi media edukasi budaya bagi generasi muda.

Deskripsi Usaha : Batik Pokat Wong Linggau merupakan usaha di bidang industri kreatif, seni, dan budaya yang mengangkat kearifan lokal Lubuklinggau melalui motif buah alpukat. Tujuannya bukan sekadar bisnis, tetapi juga gerakan sosial dan budaya yang menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat. Usaha ini memproduksi batik dengan berbagai teknik yaitu cap, tulis, lukis, dan printing, serta mengembangkan produk turunan seperti busana, tas, ikat pinggang, dan aksesori lainnya. Target pasarnya mencakup pecinta batik, generasi muda, instansi pemerintah, wisatawan, serta konsumen digital yang mencari produk lokal bermakna budaya. Dalam pengelolaan bisnis, Batik Pokat mengedepankan kolaborasi dengan pengrajin lokal dan pemasaran digital melalui media sosial serta marketplace. Dengan positioning sebagai batik khas daerah bernuansa modern, produk ini menjadi simbol kebanggaan Bumi Silampari yang siap bersaing di tingkat nasional.

Penutup : Proposal pengembangan Batik Pokat Wong Linggau disusun sebagai wujud komitmen untuk melanjutkan inovasi dan memperkuat keberlanjutan usaha. Batik Pokat Wong Linggau bukan hanya produk fashion, melainkan wujud pelestarian budaya yang dikemas modern agar diminati generasi masa kini. Melalui program P2MW Tahap Bertumbuh, tim bertekad meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan distribusi, memperkuat legalitas, serta menjaga kualitas produk agar tetap kompetitif. Kolaborasi antara mahasiswa dan pengrajin lokal menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem wirausaha berbasis budaya yang berdaya saing dan berdampak sosial. Dengan dukungan berbagai pihak terutama Kemendikbudristek, LLDIKTI, Universitas PGRI Silampari, dan mitra lokal, Batik Pokat Wong Linggau diharapkan terus tumbuh sebagai ikon kreatif Lubuklinggau yang membawa budaya lokal ke panggung nasional.