Loading...

Detail Bisnis

Agrirose

Nama Bisnis : Agrirose

Kategori Usaha : Bisnis Digital

Tahapan Usaha : Tahapan Bertumbuh

Merek/ Nama Produk : Agrirose

Nama Komunitas : Florist Indonesia

NIB : 1303240398102

Tahun NIB :


Nama Institusi : Universitas Brawijaya

Platform Penjualan :

Akun Media Sosial : @agrirose.id

Situs Bisnis : https://agriroseflorist.web.id/

Lokasi Bisnis : Dusun Brumbung RT 06 RW 06, Desa Gunungsari, Kota Batu

Link GMaps : https://maps.app.goo.gl/TTPHKxKLYmWDygtf7?g_st=com.google.maps.preview.copy


Latar Belakang : Industri florikultura di Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan dengan potensi yang besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 10 Juni 2024, produksi tanaman hias nasional mencapai 887.552.666 tangkai per tahun, melibatkan lebih dari 27 juta petani di berbagai wilayah. Salah satu sentra utama produksi bunga potong segar adalah Desa Gunungsari, dengan luas lahan mencapai 1.008.600 m² yang terus menunjukkan tren peningkatan. Meskipun demikian, petani bunga masih menghadapi sejumlah kendala struktural yang menghambat optimalisasi pemasaran dan pendapatan. Salah satu permasalahan utama adalah keterbatasan petani dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung distribusi dan pemasaran. Hasil dari wawancara kami kepada 34 petani di Desa Gunungsari menghasilkan informasi bahwasannya transaksi antara petani dan florist (toko bunga) sebagian besar masih dilakukan secara konvensional melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp. Ketiadaan sistem transaksi yang terstruktur menyebabkan ketidakpastian pembayaran dan munculnya praktik abumen, yakni pengambilan bunga oleh florist tanpa pembayaran langsung, yang kerap menimbulkan kerugian besar bagi petani. Tanpa sistem pencatatan dan manajemen stok yang baik, petani kesulitan dalam mengatur keuangan dan memaksimalkan keuntungan. Permintaan terhadap bunga potong segar terus meningkat, terutama dari sektor florist, penyelenggara pernikahan, hotel, dan industri dekorasi. Menurut data dari platform Prestisa, terdapat lebih dari 4.000 florist yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, baik yang bersifat independen maupun tergabung dalam jaringan distribusi nasional (Prestisa, 2024). Pada tahun 2023, tercatat 1.577.255 pernikahan di Indonesia yang menjadi salah satu pendorong utama kebutuhan bunga potong (Kompas, 2024). Nilai pasar untuk produk bunga dan hadiah diperkirakan mencapai Rp4,57 triliun pada 2025 dengan pertumbuhan tahunan 13,4% hingga 2029 (EcommerceDB, 2024). Namun, akses petani terhadap pasar tersebut masih terbatas karena rantai pasok yang belum efisien. Kondisi ini juga berdampak pada florist sebagai konsumen utama. Tanpa sistem digital yang transparan dan terintegrasi, florist kesulitan mengetahui ketersediaan stok bunga dari berbagai petani. Ketergantungan pada pemasok tetap menyebabkan keterbatasan pilihan harga dan kualitas. Sebuah platform yang memungkinkan florist dapat membandingkan harga, kualitas, dan ketersediaan bunga dari banyak petani akan meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan. Menjawab tantangan tersebut, kami menghadirkan AGRIROSE: Inovasi Integrated ECommerce Bunga Potong Segar Berbasis Payment Gateway dan SEO dengan Layanan Variatif untuk Meningkatkan Daya Saing Pemasaran di Era Masyarakat 5.0. Bekerja sama dengan petani bunga Desa Gunungsari, Agrirose hadir sebagai Start-up yang mendukung peningkatan kualitas digital pertanian bunga di desa demi penghasilan yang lebih baik. Platform ini mendukung transformasi digital petani dengan menghubungkan produk mereka langsung ke pasar florist secara transparan, cepat, dan tersistem. Agrirose hadir dengan sistem pencatatan yang baik dan integrasi stok harian. Agrirose diharapkan mampu menciptakan rantai pasok bunga yang lebih stabil, adil, dan menguntungkan bagi seluruh pelaku di dalamnya.

Deskripsi Usaha : Agrirose merupakan platform e-commerce B2B (business to business) yang mempertemukan petani bunga potong segar dengan pelaku usaha seperti florist, dekorator pernikahan, hotel, dan Event Organizer di berbagai kota besar. Berdiri sejak tahun 2024, Agrirose dikembangkan sebagai solusi atas keterbatasan akses digital petani bunga, khususnya di Desa Gunungsari sebagai sentra produksi bunga potong terbesar di Indonesia, yang selama ini menghadapi tantangan dalam memperluas pasar dan menjalankan transaksi secara sistematis. Dengan model bisnis berbasis komunitas petani, Agrirose mendorong digitalisasi pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi dan pendapatan petani secara berkelanjutan. Agrirose menawarkan berbagai fitur unggulan seperti katalog produk, klasifikasi kualitas bunga, sistem pemesanan otomatis, integrasi WhatsApp bot, serta pelacakan status pesanan. Agrirose mengambil margin layanan sebesar 10%, seluruh transaksi difasilitasi melalui sistem payment gateway yang terintegrasi, sehingga menguntungkan bagi petani dan konsumen. Selain itu, Agrirose juga menjalin kerja sama logistik dengan travel antar kota untuk memastikan pengiriman bunga tetap segar hingga ke tangan konsumen bisnis, sekaligus menghadirkan transparansi dan keamanan dalam rantai pasok bunga nasional. E-commerce Agrirose dapat di akses melalui link berikut agriroseflorist.web.id

Penutup : Agrirose merupakan wujud inovasi digital yang dirancang untuk menjawab tantangan nyata dalam industri florikultura Indonesia, khususnya pada aspek distribusi dan pemasaran bunga potong segar. Berangkat dari potensi besar Desa Gunungsari sebagai sentra produksi bunga nasional, Agrirose hadir sebagai platform e-commerce berbasis payment gateway dan sistem stok harian yang mempertemukan langsung petani dengan pelaku industri florist, dekorator, hotel, dan event organizer. Melalui sistem yang terintegrasi, Agrirose mendorong efisiensi transaksi, transparansi harga, serta pengelolaan logistik yang terstruktur, sekaligus memberikan dampak sosial berupa peningkatan kesejahteraan petani lokal melalui pemanfaatan teknologi di era Society 5.0. Dari aspek bisnis, Agrirose menerapkan strategi monetisasi berbasis margin penjualan dan sistem langganan (subscription) untuk menciptakan pendapatan berkelanjutan. Upaya promosi dilakukan secara digital dan konvensional melalui iklan media sosial, kemitraan florist, dan event promosi guna memperluas jangkauan pasar serta memperkuat brand awareness. Dengan pencapaian awal berupa 610 transaksi, omzet Rp67 juta dalam lima bulan, serta pertumbuhan engagement media sosial yang signifikan, Agrirose menunjukkan potensi besar untuk berkembang menjadi ekosistem florikultura digital nasional. Ke depan, Agrirose berkomitmen untuk memperluas jaringan kemitraan, mengoptimalkan fitur teknologi, dan membangun rantai pasok bunga yang adil, efisien, serta berdaya saing tinggi bagi seluruh pelaku industri.